Oleh : Andy Ratmanto, SH / Anggota Korps Mubaligh Muda Muhammadiyah Kota Surakarta
Sakit.
Satu kata yang sering membuat tubuh lemah, hati gundah, dan air mata jatuh tanpa diminta.
Namun, di balik setiap rasa perih yang kita rasakan, sesungguhnya ada rahmat yang Allah sembunyikan dengan sangat indah.
Dalam Islam, sakit bukan sekadar ujian.
Ia adalah karunia dalam rupa yang berbeda.
Ia datang bukan untuk menghancurkan kita, tapi untuk membersihkan kita.
Ia hadir bukan untuk merendahkan, tapi justru untuk meninggikan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah menimpa seorang mukmin suatu kelelahan, sakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, atau kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Setiap detak nyeri yang menusuk tubuhmu,
Setiap malam yang kamu lalui dengan linangan air mata,
Setiap keluh yang kamu tahan dalam diam, adalah penghapus bagi dosa-dosa yang mungkin telah lama menetap tanpa kau sadari.
Sakit itu melemahkan jasad, tapi justru menguatkan ruh.
Ia membuatmu lebih banyak berdoa, lebih dalam merenung, lebih peka terhadap kasih sayang Allah.
Ketika tubuhmu terbaring lemah, jiwamu sedang dilatih untuk kuat.
Ketika langkahmu terhenti, hatimu sedang dituntun menuju penghambaan yang lebih dalam.
Allah Swt tidak melihat derajat manusia dari sehat atau sakitnya, tapi dari bagaimana ia menyikapi ujian itu dengan sabar dan ridha.
Maka, jangan pernah merasa hina karena sakit. Sebaliknya, yakinlah bahwa sakit yang kau alami bisa menjadi tangga menuju kemuliaan.
Mungkin dengan sakit, Allah ingin engkau lebih sering menyebut nama-Nya.
Mungkin dengan sakit, Allah ingin engkau kembali pulang ke pangkuan-Nya.
Dan mungkin, lewat sakit itu, Allah sedang menyapu bersih dosa-dosa dan mengangkatmu ke tempat yang lebih tinggi di sisi-Nya.
Sakit bukanlah kutukan. Ia adalah tanda bahwa Allah masih memperhatikanmu.
Ia adalah bukti bahwa Allah ingin kamu bersih saat kembali kepada-Nya.
Maka bersabarlah.
Tangismu bukan sia-sia.
Rintihmu tidak diabaikan.
Di balik luka yang kau rasa, tersimpan pahala tak terkira.
Karena bagi orang beriman, sakit bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari keberkahan.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar