• Pengukuhan

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam melaksanakan keputusan Muktamar ke-48 perlu mengangkat Anggota Pimpinan Majelis/Lembaga/Biro untuk menyelenggarakan program, kegiatan, amal usaha, dan membantu bidang-bidang tertentu yang bersifat pelaksanaan kebijakan untuk mencapai tujuannya.

  • Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru

    Agenda : 1. Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru 2. Menyusun Progam Kerja.

  • Sesuai lampiran SK PDM No 016/KEP/III.O/D/2023

    tentang pengesahan susunan dan pengangkatan anggota majelis, supervisor Prof Dr H Sofyan Anif MSi, Konsultan H Ahmad Sukidi MPd, Ketua Suyanto MPdI, Wakil Ketua 1 Drs H Sukendar MPd, Wakil Ketua 2 Pramuseto Rahman SPd, Sekretaris Abdul Afif Amrullah SPsi, Wakil Sekretaris Fajar Tri Winarno SSos, Bendahara Joko Kendro Maryanto SE, Wakil Bendahara Muhammad Halim Maimun SE MM.

  • K.H. Ahmad Dahlan

    Mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 Zulhijjah 1330 H, atau bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1912. Ahmad Dahlan bernama kecil Muhammad Darwisy lahir pada tahun 1868 di Kampung Kauman Yogyakarta dan meninggal dunia pada tanggal 25 Febuari 1923 dalam usia 55 tahun.

  • Pengembangan Kader

    Muhammadiyah (pada saat berdiri ditulis Moehammadijah) adalah nama gerakan Islam yang lahir di Kauman Yogyakarta tanggal 18 November 1912. Pada saat waktu berdirinya dan mengajukan pengesahan kepada pemerintah Hindia Belanda menggunakan tanggal dan tahun Miladiyah.

Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Beragama yang Benar Kunci Kemajuan Bangsa





















SOLO – Dengan beragama secara benar, praktik keberagamaan akan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan bersama, untuk kemajuan bangsa yang berkemajuan dan berkeadaban. 

Hal ini disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko, dalam khutbah Idul Fitri 1446 H yang digelar oleh Takmir Masjid An Ni’mah di halaman Wisma Batari Jl Slamet Riyadi No 183, Kemlayan Kecamatan Serengan Solo. 

Dalam shalat Idul Fitri yang digelar pada hari Senin (31/3/2025) tersebut, Dwi Jatmiko menyampaikan bahwa ada beberapa elemen yang harus dicapai jika ingin melahirkan generasi Indonesia Emas 2045.

“Untuk mewujudkan individu dan masyarakat yang berakhlak mulia, dan tidak menjadi sumber hadirnya masalah sosial, maka berilmu secara benar menjadi penopang utama terwujudnya pemahaman dan praktik keberagamaan yang benar,” kata Wakil Kepala SD Muhammadiyah bidang Humas itu.

Dia menjelaskan, agar praktik keberagamaan sesuai dengan yang digariskan oleh Allah Swt dan rasul-Nya, “Kita dianjurkan menuntut ilmu agama secara benar,” jelasnya, sambil tersenyum.

Beragama dalam spirit alhanafiyah assamhah (lurus dan lapang dada), sambungnya, adalah beragama yang lurus dan menebarkan kasih sayang dan toleran serta menghadirkan keselamatan, kebahagiaan, dan jalan hidup yang mencerahkan diri, keluarga dan kehidupan Bersama.

Dia membacakan Hadits: Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; ditanyakan kepada Rasulullah saw: “’Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda: ‘Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran)’.”

“Alquran surah alMaun mengajrakan umat Islam agar melaksanakan praktik beragama yang berkontribusi dalam menyelesaikan problematika kehidupan,” terangnya.

Ibadah ritual tidak ada artinya jika pelakunya tidak melakukan amal soleh. Surat Almaun bahkan menyebut secara jelas orang yang beragama dengan secara nyata mengabaikan anak yatim dan tidak berusaha mengentaskan Masyarakat pra Sejahtera dari kemiskinan sebagai pendusta agama.

“Maka kita bisa belajar bagaimana spirit Almaun tetap membara seperti KH Ahmad Dahlan dalam melakukan 3 pilar Gerakan utama yaitu dibidang pelayanan Pendidikan, pelayanan Kesehatan dan pelayanan sosial,” katanya.

Menutup khutbahnya, anggota korps Mubalig Muhammadiyah Surakarta menekankan agar kita beribadah tidak hanya menjadi rutinitas dan ritual belaka.

“Akan tetapi, dapat menjadi wahana pencerahan yang membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. 


Share:

PCM Banjarsari Gelar Safari Dakwah di Masjid Assiradj

 











Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarsari Solo mengadakan pengajian safari dakwah Majelis tabligh PDM Solo di Masjid Assiradj Pringgading Solo (PRM Setabelan), Rabu (8/1/2025). Pengajian safari dakwah ini disampaikan Ustaz Jaka Prasetya dari Korps Mubaligh Muda Muhammadiyah Solo.

Pengajian dihadiri 30 jemaah Masjid Assiradj Pringgading. Dalam pengajian, Jaka menyampaikan bahwa umat perlu memahami perbedaan laki-laki dan perempuan. “Allah SWT itu menciptakan sesuatu pasti ada hikmahnya. Laki-laki jangan menginginkan yang dimiliki perempuan, dan perempuan jangan menginginkan yang dimiliki laki-laki,” ujarnya.

Jaka mengatakan laki-laki itu wajib berjihad serta mencari nafkah yang halal. Sedangkan perempuan bertugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah tangga. “Laki-laki itu memiliki fisik yang lebih kuat dibandingkan perempuan, sehingga harus mencari nafkah dan jihad,” ujarnya.

Dia mengatakan nafkah wajib meliputi makan, pakaian dan tempat tinggal

Share:

Menuju 42 Tahun PPMI Assalaam: Inovasi dan Prestasi dalam Mewujudkan Pondok Pesantren Berwawasan Global


Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Kartasura, Sukoharjo, Surakarta, sedang memasuki babak baru dalam sejarah panjangnya. Dalam rangka menyongsong peringatan harlah ke-42, PPMI Assalaam mengambil langkah-langkah signifikan untuk mewujudkan visi besar mereka: menjadi pondok pesantren yang berwawasan global. Salah satu momen penting dalam perayaan ini adalah kontribusi berharga dari salah satu asatidz PPMI Assalaam, Ustadz Yan Surono, yang telah mempersembahkan tiga hak cipta berupa instrumen penelitian yang sangat relevan dan inovatif.

Instrumen Penelitian Lingkungan Belajar, Instrumen Penelitian Gaya Belajar, dan Instrumen Penelitian Pengaturan Diri (Self-Regulated Learning) adalah buah karya dari Ustadz Yan Surono. Ketiga instrumen ini bukan hanya sekadar alat penelitian, melainkan juga representasi nyata dari komitmen PPMI Assalaam dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung perkembangan optimal para santrinya. Langkah ini sejalan dengan dukungan penuh dari Kepala Unit Penjamin Mutu, Ustadz H. Asa Zein Muttaqin, S.Pd, yang digantikan pejabat baru Ustadz Drs. H. Djoko Pramono yang selalu mendorong inovasi dan peningkatan kualitas di lingkungan pondok pesantren.

Mengupas Tiga Hak Cipta,

1. Instrumen Penelitian Lingkungan Belajar:

Instrumen ini dirancang untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas lingkungan belajar di pondok pesantren. Lingkungan belajar yang kondusif adalah fondasi penting bagi kesuksesan pendidikan. Melalui instrumen ini, PPMI Assalaam dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar dan mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaikinya. Dalam era di mana pendidikan harus selalu beradaptasi dengan perubahan global, pemahaman yang mendalam tentang lingkungan belajar menjadi sangat krusial. Instrumen ini membantu memastikan bahwa setiap elemen dari lingkungan belajar di PPMI Assalaam mendukung perkembangan akademik dan personal santri.

2. Instrumen Penelitian Gaya Belajar:

Setiap santri memiliki gaya belajar yang unik. Dengan instrumen ini, PPMI Assalaam dapat mengenali berbagai gaya belajar yang ada di kalangan santri dan menyesuaikan metode pengajaran agar lebih efektif. Pemahaman mendalam tentang gaya belajar ini memungkinkan para pendidik untuk memberikan bimbingan yang lebih personal dan efektif. Melalui pendekatan yang terpersonalisasi, PPMI Assalaam tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga membangun kepercayaan diri santri dalam menghadapi tantangan akademik. Gaya belajar yang dikenal dan dihargai menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan memotivasi.

3. Instrumen Penelitian Pengaturan Diri (Self-Regulated Learning):

Pengaturan diri adalah kemampuan penting yang harus dimiliki oleh setiap santri. Instrumen ini membantu mengukur tingkat kemandirian santri dalam mengatur proses belajar mereka sendiri. Dengan demikian, PPMI Assalaam dapat mendorong santri untuk menjadi pembelajar yang mandiri dan bertanggung jawab. Di dunia yang semakin kompetitif, kemampuan untuk belajar secara mandiri dan efektif sangatlah penting. Instrumen ini tidak hanya membantu dalam evaluasi, tetapi juga dalam pengembangan program-program yang memfasilitasi pengembangan keterampilan pengaturan diri.

Menuju Pondok Pesantren Berwawasan Global

Tema "Menuju Pondok Pesantren yang Berwawasan Global" bukan sekadar slogan, melainkan sebuah visi yang nyata dan terarah. Dalam era globalisasi ini, pondok pesantren harus mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat internasional. Inovasi dalam pendidikan, seperti yang ditunjukkan oleh Ustadz Yan Surono, adalah langkah penting menuju tujuan tersebut.

PPMI Assalaam terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program dan inovasi. Dukungan dari para asatidz, pengurus, dan seluruh komunitas pesantren menjadi kunci utama dalam mencapai visi besar ini. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, PPMI Assalaam yakin dapat menjadi pondok pesantren yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional.

Sebagai pondok pesantren yang berwawasan global, PPMI Assalaam juga berkomitmen untuk mempersiapkan santrinya menghadapi tantangan global. Pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga mencakup pengetahuan umum dan keterampilan abad 21. Hal ini penting agar para santri dapat bersaing di dunia yang semakin kompleks dan dinamis.

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Inovasi

Inovasi dalam pendidikan adalah salah satu kunci utama untuk mencapai visi global PPMI Assalaam. Dalam hal ini, PPMI Assalaam telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain mengembangkan instrumen penelitian yang inovatif, PPMI Assalaam juga terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi para asatidz dan staf pendukung. Pelatihan dan workshop secara rutin diadakan untuk memastikan bahwa para asatidz selalu memiliki pengetahuan dan keterampilan terbaru dalam bidang pendidikan.

Dukungan Komunitas dan Kerjasama Internasional

Untuk mencapai visi global, PPMI Assalaam juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri. Kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan internasional memungkinkan PPMI Assalaam untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik dari seluruh dunia. Selain itu, para santri juga diberi kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan kompetisi internasional, yang tidak hanya meningkatkan wawasan mereka tetapi juga memperkuat jaringan global PPMI Assalaam.

Tantangan dan Peluang di Era Globalisasi

Era globalisasi membawa serta berbagai tantangan dan peluang. Bagi PPMI Assalaam, tantangan utama adalah bagaimana menyeimbangkan antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernitas. Di satu sisi, PPMI Assalaam harus mempertahankan nilai-nilai agama dan budaya yang telah menjadi identitasnya selama ini. Di sisi lain, PPMI Assalaam juga harus siap beradaptasi dengan perubahan global dan mempersiapkan santrinya untuk menghadapi dunia yang terus berkembang.

Namun, di balik tantangan ini terdapat peluang besar. Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi, PPMI Assalaam dapat memperluas jangkauan dan dampaknya. Pendidikan online, misalnya, dapat menjadi salah satu cara untuk menjangkau lebih banyak santri di berbagai belahan dunia. Selain itu, teknologi juga memungkinkan PPMI Assalaam untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih interaktif dan menarik.

Peningkatan Fasilitas dan Infrastruktur

Untuk mendukung visi global, PPMI Assalaam juga terus meningkatkan fasilitas dan infrastrukturnya. Pembangunan gedung-gedung baru, perbaikan fasilitas belajar, dan penyediaan sarana teknologi yang memadai adalah beberapa langkah yang diambil untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Fasilitas yang memadai tidak hanya meningkatkan kenyamanan belajar, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang penting untuk pengembangan holistik santri.

Komitmen terhadap Kualitas dan Integritas

Kualitas dan integritas adalah dua hal yang tidak bisa ditawar dalam upaya mencapai visi global. PPMI Assalaam selalu berkomitmen untuk menjaga standar kualitas pendidikan yang tinggi. Sistem penjaminan mutu yang ketat diterapkan untuk memastikan bahwa setiap aspek pendidikan di PPMI Assalaam memenuhi standar yang telah ditetapkan. Selain itu, integritas juga menjadi prinsip dasar yang selalu dijunjung tinggi. Kejujuran, tanggung jawab, dan etika adalah nilai-nilai yang selalu ditanamkan kepada setiap santri.

Membangun Generasi Unggul

Pada akhirnya, tujuan utama dari semua upaya ini adalah untuk membangun generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global. Generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Dengan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan berwawasan global, PPMI Assalaam berkomitmen untuk melahirkan generasi pemimpin yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Peringatan harlah ke-42 PPMI Assalaam adalah momen refleksi dan kebanggaan atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Dengan inovasi dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para asatidz, seperti Ustadz Yan Surono, PPMI Assalaam terus melangkah maju menuju masa depan yang gemilang. Mari bersama-sama mendukung dan merayakan pencapaian ini, sambil terus bekerja keras untuk mewujudkan pondok pesantren yang berwawasan global, bermutu, dan berintegritas tinggi.

Share:

ITS PKU MENGGELAR SHOLAT IDUL ADHA



Solo – ITS PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan Sholat Idul Adha, 10 Dzulhijjah, 1445 H yang berlokasi di Halaman Parkir ITS PKU Muhammadiyah Surakarta yang di ikuti sekitar 1000 an jamaah, Senin (17/6/2024).

Teguh Wahyudi selaku Humas ITS PKU menyampaikan sholat Idul Adha ini sudah direncanakan dari awal.yang dikelola masjid setempat dibawah kordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta dengan Imam dan Khotib  Puryadi Ikhsan Wiharjo yang sudah disiapkan dari kemarin. Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik, jamaah sangat antusias dari mahasiswa dan warga serta sekitar kampus. Ini terlihat dari membludaknya jamaah di halaman Parkir ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Banyak diantara mereka menempati jalan, hingga gang gedung karena membludaknya jamaah sholat,” papar Teguh, Humas ITS PKU.

Dia berharap, dengan dilaksanakan Sholat Idul Adha di Lapangan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta sekaligus sosialisasi keberadaan Amal usaha Muhammadiyah yang dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat umum, terkait kegiatan ibadah maupun kegiatan lainnya..

“Semoga ini menjadi syiar kita di mana, ITS PKU Muhammadiyah, kampus Islami yang mampu melayani jamaahnya dengan baik dalam melaksanakan sholat Idul Adha di Kampus ITS PKU Muhammadiyah Surakarta,” ungkap Koordinator Umum itu.

Puryadi Ihksan Wiharjo  dalam khutbahnya mengajak jamaah untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang diuji kecintaan kepada Allah dan kecintaannya pada keluarganya sehingga menumbuhkan generasi sekarang untuk semangat Ber Qurban.

“Dari Nabi Ibrahim AS, kita belajar bahwa kecintaan kepada Allah SWT lebih besar, dari apapun. Dengan demikian, terdapat 4 pelajaran untuk mengembangkan kepemimpinan dalam berbangsa dan bernegara,

Pelajaran pertama, yaitu dengan berhusnudzon kepada Allah. Banyak manusia yang sengsara bukan karena sedikitnya nikmat, tetapi karena sedikitnya husnudzon dengan Allah. Dalam hadist dikatakan bahwa Allah itu tergantung prasangka hambanya.

“Ke dua, mencari rezeki yang halal. Dari perjuangan Siti Hajar untuk mempertahankan hidup dari bukit Sofa ke bukit Marwah, dapat ditarik makna bahwa manusia harus bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam menjemput rezeki yang halal,” tambahnya.

Ke tiga, berqurban untuk Allah SWT, bahwa pengobranan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail dalam berlomba-lomba mendapatkan cinta dan kasihnya Allah SWT.

“Terakhir, pelajaran yang dapat kita ambil adalah dalam mendidik keluarga. Nabi Ismail tidak menjadi pribadi yang sabar kalau tidak mendapatkan pengajaran dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar. Seorang anak membutuhkan proses yang panjang, dan melibatkan peran orang tua yang besar,” pungkasnya.

Share:

Pelatihan Penyusunan Fatwa DSN-MUI: Meningkatkan Kapasitas Metodologis dan Wawasan Syariah

 


Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Pondok Hajjah Nuriyah Shobron Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta telah sukses menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Fatwa DSN-MUI. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menghadirkan narasumber terkemuka, yaitu Prof. Dr. Muhammad Abdul Fattah Santoso, M.Ag (Wakil Ketua MTT PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Jaih Mubarok, M.Ag (Sekretaris BPH DSN-MUI), dan Dr. K.H. Syamsul Hidayat, M.Ag.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan kemampuan metodologis kepada Pimpinan dan Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah serta sebagai kuliah tamu bagi mahasiswa Magister Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pelatihan ini dihadiri oleh 73 peserta yang terdiri dari MTT PDM Se-Jawa Tengah, dosen, dan mahasiswa MHES UMS, serta mahasiswa dan alumni Pondok Shobron.

Dalam paparannya, Prof. M.A. Fattah Santoso menekankan pentingnya forum pelatihan semacam ini. Selain memberikan pengetahuan metodologis kepada segenap MTT PDM, pelatihan ini juga memberikan wawasan terkait urgensi perbandingan manhaj istinbath antara DSN-MUI dan Majelis Tarjih dalam bidang fiqih muamalah maaliyah. "Forum seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita dalam menyusun fatwa yang tepat dan relevan dengan kebutuhan umat," ujar Prof. Fattah.

Sementara itu, Prof. Jaih Mubarok menjelaskan bahwa ciri utama dari Manhaj Istinbath DSN-MUI adalah penerapan metode istinbath intiqa'iy atau istinbath takhyiri. Metode ini umumnya diterapkan oleh empat Imam Mazhab, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali. "Istinbath takhyiri diterapkan dengan menentukan hukum terpilih berdasarkan dua parameter hukum, yakni kemaslahatan dan solutif," jelas Prof. Jaih. Ia juga menambahkan bahwa metode ini berbeda dengan metode talfiq bayna al-mazhahib yang cenderung mencari kemudahan tanpa mempertimbangkan dalil-dalil syar'i yang pokok.

Hasil kuesioner yang dibagikan kepada peserta menunjukkan tingkat kemanfaatan materi pelatihan dan wawasan metodologis yang disampaikan oleh para narasumber mencapai 78%. Ini menandakan bahwa pelatihan ini berhasil memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta dalam memahami dan menyusun fatwa dengan metode yang tepat dan sesuai syariah.

Pelatihan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala untuk meningkatkan kualitas penyusunan fatwa di kalangan MTT PDM serta memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa dan dosen tentang pentingnya metodologi yang tepat dalam fiqih muamalah maaliyah.



Share:

Ramadhan Momentum Rekonsiliasi Pasca Hajatan Pemilu



Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus



Share:

Kita harus tetap tenang dan optimistis



Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah K.H. Saad Ibrahim menjadi pemateri pada pengajian Refreshing Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, Minggu (17/3/2024), malam mulai pukul 20.45-22.30 di Balai Muhammadiyah, Jl. Teuku Umar No. 5 Solo.

Di hadapan peserta pengajian yang memadati ruang pertemuan Balai Muhammadiyah, selama kurang lebih 90 menit, K.H. Saad Ibrahim banyak memberi nasihat untuk terus tenang dan optimistis dalam menghadapi kehidupan, termasuk dalam mengurus Muhammadiyah. “Kita harus tetap tenang dan optimistis dengan senantiasa bersandar kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan ratusan pengurus dan anggota Muhammadiyah ini.

Di awal ceramah, K.H. Saad Ibrahim menggambarkan ketenangan Nabi Muhammad SAW saat dikejar-kejar kaum musyrik saat Nabi hijrah dari Mekah ke Yastrib (sekarang Madinah) pada 622 M. Saat berada Nabi di gua Tsur, kaum musyrik yang hendak membunuh Nabi sudah mondar-mandir di dekat gua Tsur. Sahabat Abu Bakar yang menemani Nabi bahkan menangis khawatir hal buruk akan terjadi pada diri Nabi.

Namun, lanjut, K.H. Saad Ibrahim, Nabi Muhammad sungguh sangat tenang dalam situasi gawat seperti itu. Nabi justru membesarkan hati Abu Bakar dengan mengatakan, “Jangan bersedih, karena sesungguhnya Allah bersama kita. Orang-orang musyrik itu tidak akan menjangkau kita.



Share:

Ridha Allah Versus Popularitas

 


MPKSDISOLO.COM - Keberadaan kita di dunia ini hanyalah sementara. Umur dunia ini terbatas. Kehidupan di dunia ini hanyalah fana.

Waktu terus berjalan tanpa dapat dihentikan, dan umur kita hanyalah terbatas. Umur kita lebih pendek dari umur dunia ini.

Kita diam, waktu tidak diam. Ia akan terus berjalan. Kita bergerak, waktu pun juga akan bergerak.

Lantas, apa yang harus kita lakukan? Diam saja, atau melakukan sesuatu?

Lalu, jika harus melakukan sesuatu, apa dampak dari aktivitas yang kita lakukan? Dampak buruk, atau dampak baik bagi diri sendiri dan lingkungan?

Maka, inilah yang harus selalu kita jadikan bahan renungan. Apa yang harus kita lakukan di dunia ini? Aktivitas yang bagaimana yang semestinya kita lakukan untuk mengisi waktu di dunia ini?

Share:

Lebih Fokus dan Perhatian Pada Kualitas Amalan Daripada Memperbanyak Amalan

 




MPKSDISOLO.COM - Allah SWT berfirman: "Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, Hendaklah mereka melaksanakan sholat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan."

(QS. Ibrahim 14: Ayat 31)

Syirik artinya mempersatukan Allah dengan sesuatupun (makhluk Allah). Syirik merupakan merupakan dosa yang tidak diampuni oleh Allah. 

Pelajari :

QS.4:36,48,116; 2:83.

Share:

Hubungan Masyarakat Bangun Kepercayaan Amal Usaha Muhammadiyah

 


Penulis: Redaksi - Editor: Dwi Jatmiko

MPKSDISOLO.COM - Humas Membangun Trust Amal Usaha Muhammadiyah. Era Marketing 4.0 menuju masyarakat society 5.0 humas wajib memiliki wajah dan visi untuk membangun trust Muhammadiyah. Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Jatmiko mengemukakan hal itu dalam kegiatan menerima Study Banding/Kunjungan MIM Program Khusus Kenteng Boyolali, Rabu (10/1/2024).

Menurut Jatmiko, Humas 4.0 di Lembaga pendidikan Muhammadiyah harus membangun trust kepada masyarakat dan umat. Jika sebuah sekolah atau madrasah sudah mampu menggenggam rasa percaya masyakarat, sekolah pun dapat memegang kendali serta memiliki kuasa untuk menggerakkan. Secara otomatis, masyarkat akan mengikuti apa yang menjadi arah gerah dan ruh sekolah baik sisi religius, nasionalisme, integritas, gotong royong dan mandiri.

 “Pada era ini bagaimana membuat konsumen atau pelanggan loyal. Bisa dimulau dari sejarah, ciri khas dibandingkan dengan sekolah lain,” ujarnya.

Membangun trust bisa dimulai dengan menentukan identitas sekolah. Banyak sekolah-sekolah Islam di luar Muhammadiyah yang telah menjadi besar sebab masyarakat sudah percaya kepada mereka. Jika diperhatikan, sekolah-sekolah tersebut memiliki identitas yang kuat. Mereka memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh sekolah lainnya. 

“Kalau di SD Muhammadiyah 1 Ketelan punya sejarah Panjang berdiri sejak 1935. Kepala Sekolah Penggerak Hj Sri Sayekti. Implementasi kurikulum merdeka, sekolah ramah anak, sekolah sehat berkarakter, sekolah budaya, kantin sehat terbaik pertama,” tuturnya.

Perkembangan terakhir menurut Jatmiko adalah Sekolah yang berada tepat di barat Pura Mangkunegaran merupakan sekolah yang memanfaatkan  teknologi digital. 

“Di era ini, humas sekolah didukung radio solo belajar, ada inovasi kartu M1Smart Card yang diganjar penghargaan dari KPK RI terkait pelaksanaan pendidikan antikorupsi (PAK),” jelas dia.

Jatmiko menjelaskan, upaya branding sekolah juga membutuhkan effort yang sama. Sekolah harus berpikir keras tentang menyuarakan nama sekolahnya di tengah masyarakat.

“Sebab itu, sekolah-sekolah kita atau madrasah Muhammadiyah tidak boleh kalah dekat dengan target market kita. Istilah everyday is promotion tidak akan berlebihan jika diterapkan di sekolah. Humas bekerja 24 jam,” ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan study banding Kepala Madrasah Arif Ihsanudin, Waka Sumber Daya Manusia Ngatimin, Waka Kurikulum Tutik Rahayu, dari unsur guru Leni Khanifah, Siti Fathonah, Veranika, Ihda Nur Rohmah, Arina Zahratun N dengan fasilitator dari sekolah penggerak Hj Sri Sayekti, Waka Kurikulum Imam Priyanto dan staf Sri Martono Lanjarsari, wakasek Humas Jatmiko dan waka kesiswaan SW Winarsi.


Share:

Anak adalah Anugerah

 


MPKSDISOLO.COM -1. Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. (Q.S. Al-Baqarah : 49)

2. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (Q.S. Al-Baqarah : 132)

3. Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (Q.S. Al-Baqarah : 133)

4. Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah : 146)

5. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah : 233)

6. Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah." Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang." Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-Baqarah : 246)

7. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka, (Q.S. Ali ‘Imran : 10)

8. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Q.S. Ali ‘Imran : 14)

9. Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (Q.S. Ali ‘Imran : 44)

10. Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Ali ‘Imran : 116)

11. Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An-Nisaa’ : 11)

12. Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. An-Nisaa’ : 23)

13. Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!" (Q.S. An-Nisaa’ : 75)

14. Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya. (Q.S. An-Nisaa’ : 127)

15. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). (Q.S. Al-Maa’idah : 18)

16. Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agama-Nya. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggallah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Q.S. Al-An’aam : 137)

17. Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (Q.S. Al-An’aam : 140)

18. Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar." Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). (Q.S. Al-An’aam : 151)

19. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (Q.S. Al-Anfaal : 28)

20. Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?" (Q.S. An-Nahl : 72)

Jejaring: https://muhammadiyahsolo.com/berita

Share:

Uji Kapasitas Pemimpin Berkelas dan Berkualitas!

Uji Kapasitas Pemimpin Berkelas dan Berkualitas!
Share:

Siraman Rohani Islam Keteladanan

 


Guru yang dirindukan saat ini adalah guru dengan keteladanan, adalah sosok guru panutan yang sesuai dengan pemikiran al-Ghazali. Guru yang berusaha membuat dasar bangunan masyarakat moral religius melalui pembinaan moral dengan membiasakan penanaman nilai dan akhlak dalam kegiatan belajar mengajar.

Share:

Khutbah Jumat di Radio Republik Indonesia

 


اَلْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ . وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِهَ وَ اَصْحَبِهَ وَمَنْ وَّالَاهُ اَمَّا بّعْدُ فَيَاعِبَدَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَأِيَّايَ بِتَقْوَى االلهِ حَقَّ تُقَاتِهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَي فِي كِتَابِهِ اْلكَرِيْمِ: (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَ انْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلأَبْتَرُ).  

Jamaah, shalat jum’at rahimanii wa rahimakumullah.

Alhamdulillah, di hari Jum’at, bertepatan tanggal 30 Juni 2023, yang berbahagia ini, kita bisa melangkahkan, kaki kita ke masjid RRI ini, dengan suasana hati yang Bahagia dan gembira, sebagai Langkah untuk meningkatkan keimanan dan ketawaan. Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan syukur kita kepada Allah, yang telah, melimpahkan banyak nikmat, nikmat sehat, nikmat sempat dan rahmat-Nya kepada kita, sehingga kita takkan mampu menghitungnya. Sebagaimana dalam al-Qur’an, surah an-Nahl : 18 :
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi maha Penyayang (an-Nahl : 18)

Salah satu, perwujudan syukur itu, adalah, dengan menggunakan anugrah Allah SWT ini, sebagai bekal untuk beramal shalih dan memperbanyak ibadah. Sehingga semakin banyak kenikmatan yang kita terima hendaknya menjadikan kita semakin taat kepada Allah. Cara syukur yang seperti ini, insyaAllah akan mengantarkan kita menjadi pribadi yang bertaqwa.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi allah di antara kamu adalah yang paling baik taqwanya”. (al-Hujurat : 13)

Jamaah shalat jum’at rahimanii wa rahimakumullah.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi junjungan kita, Muhammad SAW. Yang telah memberikan suri tauladan utama untuk selalu kita tiru agar kita bisa menjadi manusia yang selamat dunia akhirat, Bahagia dan sejahtera dunia akhirat. Sebagaimana ditegaskan didalam surat
al-Ahzab ayat 21 :
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk mengikuti dan menjalankan sunnah-sunnah beliau.

Jamaah shalat jum’at rahimanii wa rahimakumullah.

Hari Raya Idul Adha yang kemarin kita lanksanakan, menjadi momen yang ditunggu umat Islam, kita akab belajar bagaimana membaca panggung jejak seraha perjuangan keimanan dan kemanusiaan. Hari raya idul adha,  mengingatkan kita semua atas kisah keluarga Nabi Ibrahim AS, ibadah qurban, dan nilai-nilai kehidupan yang penuh dengan kemuliaan. Hari kamis kemarin, kaum muslim telah melaksanakan Shalat Idul Adha dan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Idul Adha merupakan hari raya kurban. Di mana kita diminta untuk mengurbankan sebagian harta kita untuk menunjukkan ketaatan kepada Allah. Salah satu dalil dari perintah ibadah kurban ini adalah peristiwa di mana Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya, Ismail AS. Nabi Ibrahim AS adalah satu di antara lima nabi bergelar ulul azmi, di samping Nabi Nuh, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad SAW. Kenapa gelar ulul azmi itu disematkan? karena mereka diuji dengan ujian yang berat, namun tetap tegar, tabah, kuat, sabar, dan istiqamah untuk menjalankan perintah Yang Maha Rahmah.

Kalau bukan karena perintah Allah SWT maka tidak mungkin Ibrahim AS tega meninggalkan anak dan istrinya di tempat seperti itu.

Pengorbanan Ibrahim tersebut, beliau lakukan untuk menunjukkan dirinya adalah hamba yang taat kepada Rabbnya. Tidak cukup sampai di situ, anak yang dinanti-nanti sebagai penerus pembawa risalah kenabian, kemudian harus ia sembelih dengan tangannya sendiri.

Tentu berat sekali hal tersebut bagi Nabi Ibrahim AS dan secara logika, lebih berat lagi bagi Nabi Ismail AS.

Jamaah shalat jum’at rahimanii wa rahimakumullah.

Pernahkah kita membayangkan menjadi posisi Ismail AS, bapak yang meninggalkan diri kita bersama ibu di padang pasir, lalu jarang pulang, dan tiba-tiba datang bercerita bahwa dirinya hendak menyembelih kita dikarenakan mendapat mimpi?

Apakah jika kita menjadi Ismail ketika itu, kita akan termasuk orang yang rela mengorbankan diri kita sebagaimana Nabi Ismail?

Belum lagi, jika kita membaca jawaban Ismail AS yang diabadikan dalam al-Quran surah ash-Shaaffaat ayat 102,

قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Ismail menjawab, wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.

Dalam ayat tersebut, Ismail bahkan memanggil ayahnya dengan kalimat “yaa abati” bukan hanya sekedar “ya abii”. Kata “ya abati” memiliki makna lain daripada sekedar “ya abi”.

Kalimat “ya abati” dalam Bahasa Arab menunjukkan makna ayah yang sering pergi, akan tetapi sang anak selalu merindukannya. Panggilan ini menunjukkan kuatnya perasaan seorang anak kepada ayahnya dimana jauh dan dekat tetap dirindukan.

Dalam posisi akan disembelih, namun Ismail tetap menunjukkan ketegaran, rasa hormat dan sayangnya kepada ayahnya. Itulah pengorbanan Ismail dan keluarga nabi Ibrahim AS.

Jamaah shalat jum’at rahimanii wa rahimakumullah.

Tak hanya Nabi Ibrahim, nabi-nabi lain-pun juga diuji dengan hal yang berat.

Sebagaimana hadis yang menyatakan,
ياَرَسُولُ اللهِ أَيُّهَا النَّاس أَشَدّـُ بَلَاء: الأَنبِيَاء ثُمَّ الأَمثَالُ فَالأَمثَلُ
Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, para nabi kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi (maksudnya, yaitu orang-orang di bawah para nabi berdasarkan tingkat kesalehannya).

Dari hadist ini dapat dilihat, bahwa semakin saleh seseorang, maka Allah akan semakin mengujinya untuk membuktikan derajat kesalehannya.

Sebagai contoh Nabi Adam AS diuji dengan anaknya yang membunuh saudara kandungnya. Nabi Nuh juga diuji dengan kekafiran anaknya. Nabi Luth, diuji dengan istrinya. Nabi Muhammad diuji dengan pamannya yang hendak membunuhnya. Serta ujian-ujian lainya yang dialami para nabi.

Dari kalangan orang saleh, Asiyah, diuji dengan memiliki suami bernama Firaun. Siti Maryam, diuji dengan memiliki anak tanpa suami. Sayidah Aisyah yang merupakan istri baginda nabi Muhammad pun diuji dengan tidak memiliki keturunan.

Jamaah shalat jum’at rahimanii wa rahimakumullah.

Pertanyaannya kemudian, sudah sejauh manakah pengorbanan kita dan kesabaran kita ketika Allah SWT menguji kita? Apakah kita termasuk orang yang bersabar, ataukah kita justru termasuk golongan yang suka mengeluh dan bahkan justru menggugat Allah?

Mungkin kita akan bertanya “Ya Allah, apa salah saya hingga engkau menguji saya seperti ini?” Pertanyaan yang justru mengherankan, karena menunjukkan bahwa kita tidak bisa menyadari betapa banyaknya dosa yang telah kita perbuat. Na’udzu billahi min dzalik.

Pada akhirnya, kita yang mengaku beriman akan diuji oleh Allah SWT sebagaimana mereka yang mengaku pintar, akan diuji kepintarannya, dan segala hal yang bersangkutan dengannya juga termasuk ujian dari Allah.

Salah satunya adalah ujian keimanan berupa iman terhadap takdir yang Allah berikan kepada kita baik takdir yang baik, mapun takdir yang buruk.

Jamaah shalat jum’at rahimanii wa rahimakumullah.

Akhirnya, marilah kita berdoa untuk kebaikan di dunia dan di akhirat kelak bagi seluruh umat Islam baik yang masih hidup di mana pun berada maupun yang sudah meninggal dunia.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ أَرْشَدَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، أَمَّا بَعْدُ؛

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ ،  إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ, رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَاْرحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُونَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفُ رَّحِيْمٌ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.


Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Mengenai MPKSDI Solo

Email: mpksdimuhammadiyahsolo@gmail.com

YouTube MPSDI

Cari Blog Ini