• Pengukuhan

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam melaksanakan keputusan Muktamar ke-48 perlu mengangkat Anggota Pimpinan Majelis/Lembaga/Biro untuk menyelenggarakan program, kegiatan, amal usaha, dan membantu bidang-bidang tertentu yang bersifat pelaksanaan kebijakan untuk mencapai tujuannya.

  • Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru

    Agenda : 1. Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru 2. Menyusun Progam Kerja.

  • Sesuai lampiran SK PDM No 016/KEP/III.O/D/2023

    tentang pengesahan susunan dan pengangkatan anggota majelis, supervisor Prof Dr H Sofyan Anif MSi, Konsultan H Ahmad Sukidi MPd, Ketua Suyanto MPdI, Wakil Ketua 1 Drs H Sukendar MPd, Wakil Ketua 2 Pramuseto Rahman SPd, Sekretaris Abdul Afif Amrullah SPsi, Wakil Sekretaris Fajar Tri Winarno SSos, Bendahara Joko Kendro Maryanto SE, Wakil Bendahara Muhammad Halim Maimun SE MM.

  • K.H. Ahmad Dahlan

    Mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 Zulhijjah 1330 H, atau bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1912. Ahmad Dahlan bernama kecil Muhammad Darwisy lahir pada tahun 1868 di Kampung Kauman Yogyakarta dan meninggal dunia pada tanggal 25 Febuari 1923 dalam usia 55 tahun.

  • Pengembangan Kader

    Muhammadiyah (pada saat berdiri ditulis Moehammadijah) adalah nama gerakan Islam yang lahir di Kauman Yogyakarta tanggal 18 November 1912. Pada saat waktu berdirinya dan mengajukan pengesahan kepada pemerintah Hindia Belanda menggunakan tanggal dan tahun Miladiyah.

Tampilkan postingan dengan label Berkemajuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berkemajuan. Tampilkan semua postingan

PWNA Jawa Tengah Silaturahim dengan Gubernur Ahmad Luthfi, Perkuat Kolaborasi Dukung Program Gubernur Jateng


Semarang — Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah melakukan silaturahim dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas rencana kolaborasi dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya di bidang kepemudaan dan lingkungan hidup.

Audiensi yang diikuti sekitar 10 peserta itu turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Pradana, serta perwakilan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jawa Tengah, Woro. Dari jajaran PWNA Jawa Tengah hadir Ketua Monica Subastia, Wakil Ketua Bidang Organisasi Lihar Raudina Izzati, Wakil Ketua Bidang Kader Arifah Cahyo Andini Suparmun, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Ranum Ester Putri Perdani, Sekretaris Mutmainah, Sekretaris I Yuli Kuswanti, serta Abdul Afif Amrulloh.

Abdul Afif Amrulloh membuka pertemuan tersebut dengan menyampaikan apresiasi atas capaian pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa silaturahim tersebut dimaksudkan sebagai langkah awal untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara organisasi kepemudaan perempuan dengan pemerintah daerah.

“Pertemuan ini kami maksudkan sebagai ruang silaturahim sekaligus pengantar untuk menyampaikan komitmen PWNA Jawa Tengah dalam mendukung program-program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kami berharap terbangun kolaborasi yang sejalan dengan agenda Prioritas pembangunan daerah provinsi Jawa Tengah, khususnya dalam isu kepemudaan, keberlanjutan lingkungan hidup, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Afif.

Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, menyampaikan bahwa sejak awal organisasinya berkomitmen mendukung visi dan misi Gubernur Jawa Tengah melalui sinergi program yang kolaboratif dan berkelanjutan.

“Kami ingin membangun sinergi yang konkret. Sejak awal kami berkomitmen mendukung visi dan misi Gubernur. PWNA Jawa Tengah siap berkolaborasi dalam program-program prioritas, khususnya yang menyentuh isu perempuan, kepemudaan, serta pelestarian lingkungan hidup,” tuturnya.

Monica juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa PWNA Jawa Tengah memiliki program bertajuk Ibu Jaga Bumi yang berfokus pada edukasi dan aksi nyata pengurangan sampah rumah tangga serta penguatan peran perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program tersebut, PWNA mendorong kader dan masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan hidup menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama. Kami memiliki program Indonesia Asri, gerakan bersih-bersih sampah, serta Mageri Segoro. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan organisasi masyarakat, khususnya perempuan dan pemuda, sangat menentukan keberhasilan program ini,” kata Ahmad Luthfi.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Perwakilan Kesbangpol dan Biro Kesra Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi lanjutan agar rencana kolaborasi tersebut dapat ditindaklanjuti secara teknis. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat diwujudkan melalui program bersama yang berdampak langsung bagi masyarakat Jawa Tengah.




Oleh: M. Fatahillah

Share:

Muhammad Da’i : Membangun Karakter Islami

 


mpksdisolo.com - Islam kaffah dimaknai sebagai ajaran Islam yang dipahami dan diamalkan secara utuh, menyeluruh, dan tidak parsial. Islam tidak berhenti pada ritual ibadah semata, tetapi hadir sebagai pedoman hidup yang mengatur seluruh aktivitas manusia dalam berbagai dimensi kehidupan. 

Dengan konsep ini, Islam menjadi sistem nilai yang menuntun manusia menuju kehidupan yang seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat.

Dalam aspek hablum minallah, Islam mengajarkan hubungan yang kokoh antara manusia dan Allah SWT. Hubungan ini diwujudkan melalui ibadah seperti salat, puasa, zakat, haji, serta amalan lainnya.

Ibadah bukan hanya kewajiban formal, melainkan sarana pembinaan spiritual yang menumbuhkan keimanan, ketakwaan, dan kesadaran moral. 



Ketika hubungan dengan Allah terpelihara dengan baik, maka akan terbentuk pribadi yang jujur, disiplin, dan memiliki integritas tinggi dalam menjalani kehidupan.

Selain itu, Islam kaffah juga menekankan pentingnya hablum minannas, yaitu hubungan harmonis antarsesama manusia. Islam mengajarkan nilai keadilan, kepedulian sosial, persaudaraan, dan penghormatan terhadap hak serta kewajiban. 

Dalam kehidupan bermasyarakat, prinsip ini mendorong terciptanya tatanan sosial yang damai, saling tolong-menolong, dan berlandaskan akhlak mulia. Kepedulian terhadap sesama menjadi cerminan nyata dari keimanan seseorang.

Tidak kalah penting, Islam kaffah mengatur hubungan manusia dengan alam atau hablum minal ‘alam. Manusia diberi amanah sebagai khalifah di bumi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab. 

Islam menolak segala bentuk kerusakan dan eksploitasi yang merugikan kehidupan. Dalam konteks ini, ajaran Islam berkaitan erat dengan sistem sosial, budaya, hukum, politik, serta perkembangan teknologi.

Dengan mengamalkan Islam secara kaffah, umat Islam diharapkan mampu menghadirkan kehidupan yang adil, seimbang, dan membawa kebaikan bagi seluruh alam semesta. 

Islam kaffah bukan sekadar konsep, melainkan jalan hidup yang memberi solusi atas berbagai persoalan manusia modern.



Share:

WORKSHOP GREEN HRM: SD MUHAMMADIYAH 7 JOYOSURAN DIDORONG KELOLA SDM BERWAWASAN LINGKUNGAN

 


Surakarta, 9 September 2025 – SD Muhammadiyah 7 Joyosuran Surakarta kembali melanjutkan rangkaian program menuju Sekolah Adiwiyata dengan menggelar Workshop Green Human Resource Management (Green HRM) pada Selasa (9/9). Kegiatan ini difasilitasi oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia sekolah yang berorientasi pada lingkungan.

Workshop ini menghadirkan Mirzam Arqy Ahmadi, M.M., dosen Manajemen FEB UMS, sebagai narasumber. Beliau memberikan materi mengenai pentingnya perubahan budaya organisasi yang pro-lingkungan, strategi manajemen konflik di sekolah, serta penerapan gaya kepemimpinan yang mendukung visi green school.

Kepala SD Muhammadiyah 7 Joyosuran, Yuniarto Harjanto, S.P., S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan.

“Green HRM membantu kami membangun budaya kerja yang sejalan dengan semangat Adiwiyata. Kami ingin semua warga sekolah tidak hanya memahami, tetapi juga membiasakan perilaku pro-lingkungan dalam setiap aktivitas,” ujarnya.

Guru dan tenaga kependidikan terlibat aktif dalam diskusi dan praktik manajemen SDM yang ramah lingkungan. Workshop ini juga menghasilkan buku panduan Green HRM sederhana yang dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan SDM di sekolah.

Tim pengabdian UMS menegaskan bahwa Green HRM akan memperkuat karakter pro-lingkungan di sekolah. Dengan adanya pelatihan ini, SD Muhammadiyah 7 Joyosuran diharapkan lebih siap dalam proses penilaian Sekolah Adiwiyata serta mampu menjadi role model bagi sekolah lain di Kota Surakarta.

Pelaksana mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan penuh dan pendanaan yang telah diberikan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul “Desain Sekolah Ramah Lingkungan Menuju Sekolah Adiwiyata yang Berkelanjutan” melalui Nomor Kontrak Induk: 123/C3/DT.04.00/PM/2025 serta Nomor Kontrak Turunan: 006/LL6/PM/AL.04/2025; 120.21/A.3-III/LPMPP/V/2025, sehingga kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik.


Share:

Baitul Arqam PDM Surakarta: Mantapkan Militansi dan Ideologi Muhammadiyah


Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar Baitul Arqam di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Karanganyar pada Jumat–Sabtu (22–23/8/2025). Kegiatan ini diikuti 147 peserta yang terdiri dari anggota PDM dan UPP PDM Kota Surakarta.

Ketua Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Surakarta, Dr. Suyanto, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa Baitul Arqam (BA) dihadiri oleh 147 peserta dengan menghadirkan Dr. Imron, M.A., perwakilan trainer dari PWM Jawa Tengah. 

“Baitul Arqam ini menjadi wadah penting untuk membekali ideologi, wawasan, dan penguatan militansi ber-Muhammadiyah. Harapannya, setelah acara ini peserta dapat menjadi kader yang militan dan berkomitmen kuat pada perjuangan persyarikatan,” ungkapnya.

Dr. Suyanto menambahkan dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah tokoh penting yang menjadi penguat gerakan Muhammadiyah, di antaranya Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. K.H. KRAT Tafsir, M.Ag.; Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag.; Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Hasan, M.Si.; Ketua PP Muhammadiyah, Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum.; serta Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, M.Fil.I., MPA.

Ketua PDM Surakarta, Drs. KH. Anwar Sholeh, M.Hum., menegaskan bahwa pelaksanaan Baitul Arqam menjadi momentum berharga dalam memperkokoh gerakan Muhammadiyah. 

“Di dalam acara ini ada materi-materi yang sangat bagus, terutama penguatan ideologi Muhammadiyah. Semoga dengan Baitul Arqam, Muhammadiyah semakin mantap, militan, dan bersungguh-sungguh dalam bermuhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan trainer dari PWM Jawa Tengah, Dr. Imron, M.A., menjelaskan bahwa Muhammadiyah memilih Baitul Arqam sebagai sarana pengkaderan karena memiliki makna historis yang kuat. “Harapannya, setelah mengikuti Baitul Arqam ini, para peserta bisa menjadi kader hebat seperti para sahabat Rasulullah. Selain itu, Baitul Arqam juga menjadi ajang memperkuat ukhuwah dan menjalin silaturahim antar pengurus Muhammadiyah,” jelasnya.

Baitul Arqam PDM Surakarta bukan sekadar forum pengkaderan, tetapi juga wahana membangun soliditas dan meneguhkan ideologi persyarikatan. Dengan bekal semangat baru, Muhammadiyah Surakarta diharapkan semakin kokoh dalam dakwah amar makruf nahi munkar.

Kontributor

Aryanto



Share:

Rapat Baitul Arqam RSGM Soelastri UMS Bahas Karakter Islami dan Layanan Prima di Dunia Kesehatan

 












Solo, mpksdisolo.com – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Baitul Arqam selama dua hari, 27–28 Juni 2025, bertempat di Sahid Jaya Solo Hotel. 

Kegiatan ini diikuti oleh para tenaga kesehatan dan civitas hospitalia dengan mengangkat tema penguatan karakter Islami dan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan Muhammadiyah.

Acara dibuka pada Jumat (27/6/2025) pagi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari panitia. Kegiatan dilanjutkan dengan orientasi dan sesi coffee break.

Dalam materi pertama, Prof. Dr. Muhammad Da’i, S.Si., M.Si., Apt. (Ketua MPKUPS PDM Kota Surakarta) menyampaikan pentingnya membangun karakter Islami, profesional, dan berkemajuan di lingkungan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Sesi kedua menghadirkan Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum. dari PP Muhammadiyah yang menekankan pentingnya implementasi Risalah Islam Berkemajuan di rumah sakit Muhammadiyah. “Rumah sakit Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dalam dakwah layanan,” ujar Dahlan Rais.

Tak hanya fokus pada sisi ideologis, sesi ketiga yang disampaikan Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE dari BPK PP Muhammadiyah membahas konsep Service Excellent dalam pelayanan rumah sakit. Ia menekankan pentingnya melebihi harapan pasien sebagai bentuk dakwah bil hal.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan kajian dakwah dari KH. Drs. Anwar Soleh, M.Hum., Ketua PDM Kota Surakarta, yang menyampaikan Model Dakwah dalam Pelayanan dan Memotivasi Pasien di RS PKU Muhammadiyah. Ia mengajak seluruh insan rumah sakit menjadi agen perubahan spiritual di ranah kesehatan.

Baitul Arqam juga diisi dengan kegiatan ibadah seperti Sholat Tahajud, kajian Subuh, dan olahraga pagi. Kegiatan ditutup pada Sabtu pagi (28/6/2025) setelah sarapan dan sesi refleksi materi.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ruhul jihad pelayanan kesehatan Islami dalam bingkai nilai-nilai Muhammadiyah.



Share:

Petunjuk dan pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim as
















Oleh : Andy Ratmanto, SH / Anggota korps mubaligh muda Muhammadiyah Kota Surakarta, anggota MHH KKP PDM Surakarta, ketua majelis kader PCM Banjarsari, sekretaris PRM Setabelan Surakarta, sekretaris Dekan FEB UMS

Kisah Nabi Ibrahim as merupakan salah satu kisah paling inspiratif dalam Al Quran. Ia bukan hanya seorang nabi, tetapi juga di kenal sebagai bapak para nabi dan sosok teladan dalam tauhid, ketaatan, serta pengorbanan. Melalui perjalanan hidupnya, kita mendapatkan banyak petunjuk dan pelajaran yang dapat di jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak usia muda Nabi Ibrahim as sudah menunjukkan keberaniannya menentang penyembahan berhala. Ia mempertanyakan keyakinan kaumnya, termasuk ayahnya sendiri, yang menyembah patung-patung buatan manusia. Keteguhan Nabi Ibrahim as dalam mempertahankan tauhid mengajarkan kita pentingnya menggunakan akal dan hati untuk mencari kebenaran, serta berani menyuarakan keyakinan meskipun harus menghadapi risiko.

Tauhid yang murni adalah fondasi keimanan. Kita harus berani memegang teguh kebenaran, meski itu bertentangan dengan tradisi atau mayoritas.

Salah satu ujian terbesar Nabi Ibrahim as adalah saat ia diperintahkan untuk menyembelih putranya, Ismail as. Tanpa ragu ia melaksanakan perintah Allah Swt dengan penuh keikhlasan. Demikian pula, Ismail as menerima perintah itu dengan ketundukan yang luar biasa.

Ketaatan kepada Allah Swt harus didasari oleh keikhlasan dan kepasrahan total, bahkan ketika perintah Nya terasa berat dan tidak masuk akal bagi logika manusia.

Dalam setiap fase hidupnya, Nabi Ibrahim as senantiasa memanjatkan doa. Ia berdoa agar diberi keturunan yang saleh, agar dirinya dan anak cucunya tetap dalam jalan tauhid, bahkan mendoakan penduduk Mekah setelah membangun Ka’bah.

Doa adalah senjata orang beriman. Dalam setiap langkah hidup, hendaknya kita terus berdoa dan menggantungkan harapan hanya kepada Allah Swt.

Share:

Selamat dan Sukses Rektor UMS Resmi Lantik Lima Wakil Rektor Baru

 

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., melantik lima wakil rektor baru untuk masa bakti 2025-2029. 

Wakil Rektor UMS siap mewujudkan misi UMS untuk menjadi World Class University Leader.  Kelima wakil rektor baru tersebut adalah Wakil Rektor I, Prof. Ihwan Susila S.E., M.Si, Ph.D., membawahi bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Pengembangan Talenta-Inovasi, Wakil Rektor II, Prof. Dr. apt. Muhammad Da’i S.Si., M.Si., Keuangan, Investasi, dan Aset, Wakil Rektor III, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Pengkaderan, dan Alumni.

Selanjutnya Wakil Rektor IV, Prof. Dr. dr. EM Sutrisna, M.Kes., membawahi bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen SDM, dan Organisasi, serta Wakil Rektor V, Prof. Ir. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., bertanggung jawab pada bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan, dan Urusan Internasional. 

Dalam pidato upacara Pelantikan Wakil Rektor, Harun Joko Prayitno mengatakan bahwa dari tahun-tahun sebelumnya hingga saat ini, UMS ke depan selalu dikelola oleh pemimpin-pemimpin terbaiknya dan dengan cara-cara terbaiknya. 

Ia meyakini akan meneruskan fondasi penting yang telah ditanamkan oleh para pendiri sebagai peletak dasar berdirinya UMS dari pimpinan UMS periode yang pertama sampai yang ke depan

Share:

Mahad AISKA gelar Workshop Jurnalistik



Mahad Universitas Aisyiyah Surakarta (AISKA) gelar Workshop Jurnalistik bertajuk “Menulis Berita Berkemajuan Semudah Tersenyum”. Workshop ini dilaksanakan di Ruang Kuliah Mahad Aiska pada Senin (12/5/2025). 

Workshop tersebut diikuti oleh seluruh mahasantri sebanyak 38 di Jalan Drenges IV, Mangkubumen, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141.

Tujuan diadakannya pelatihan Jurnalistik di Aiska ini yaitu untuk mengasah kemampuan mahasantri dalam bidang kepenulisan berita, serta untuk meningkatkan kualitas berita diblog masing-masing mahasantri. 

Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan Direktur Mahad Imam Muqoyyadi, dilanjutkan dengan pemateri yang disampaikan oleh kontributor penulis terbaik pertama 2021 Dwi Jatmiko.

“Workshop ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk mengembangkan potensi menulis mahasantri yang banyak prestasinya. Dan harapannya mahasantri punya blog dan membantu menulis jurnal,” jelas Imam.

Dalam penyampaian materinya, Jatmiko memberikan motivasi kepada peserta workshop tersebut. Inilah zaman ketika menulis bukan monopoli wartawan. Siapa saja bisa jadi pewarta. Istilah yang sering dipakai adalah jurnalisme warga atau citizen journalism. Ada juga yang lebih sreg dengan istilah pewarta warga atau citizen reporter. Alasannya, warga yang menulis, memotret, merekam peristiwa untuk disiarkan itu bukan jurnalis namun melaporkan. 

“Jadi Jurnalis warga itu harus banyak bertanya dan jangan takut atau malu saat wawancara dengan narasumber. Menulis berita semudah tersenyum, dengan menulis bisa mewujudkan perdamaian dunia yang berkemajuan,” ujarnya.

Dia menabahkan mengapa menulis berita. Kadang bosan mengonsumsi karya jurnalis konvensional. Monoton. “Bisa jadi, yang dilaporkan jurnalisme warga atau citizen journalism lebih segar, berbeda, angle lebih menarik,” terang Jatmiko, Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Solo.

Bad news is good news. Kabar buruk itu merupakan berita yang bagus. Walaupun adagium itu tidak selalu benar, tapi secara umum wartawan memang cenderung untuk mencari kabar buruk.

“Karena apa. Di sana ada nilai berita. Misalnya, jika di jalan tol lancar-lancar, itu tak ada nilai beritanya. Namun, jika tiba-tiba ada tabrakan beruntun, maka jadi berita,” bebernya, sambil tersenyum.

Salah satu peserta Naufal mengutarakan kesannya setelah mengikuti pelatihan tersebut, “Kegiatannya sangat menginspirasi, karena setelah mengikuti pelatihan, kita jadi tahu bagaimana cara menulis berita yang baik dan benar, sehingga berita yang kita tulis kedepannya bisa lebih baik dari sebelumnya,” kesan Naufal.


Share:

Tingkatkan Kepercayaan Diri Mahasantri Mahad Universitas ‘Aisyiyah Surakarta Gelar Public Speaking

 












Tingkatkan Kepercayaan Diri Mahasantri Mahad Universitas ‘Aisyiyah Surakarta Gelar Public Speaking  

Surakarta, 12 Mei 2025 – Mahad Universitas ‘Aisyiyah Surakarta menggelar kegiatan Public Speaking yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan membangun kepercayaan diri para mahasantri. Kegiatan yang berlangsung di lapangan badminton Mahad tersebut diadakan pada akhir pekan dengan tema “Berani Bicara, Siap Memimpin.”

Sebanyak enam peserta terpilih mewakili masing-masing kelompok mahasantri putra dalam kompetisi yang dikemas dalam tiga babak menantang. Babak pertama menguji kemampuan peserta dalam berbicara menggunakan bahasa asing maupun bahasa daerah. Pada babak kedua, peserta diminta untuk berperan sebagai tokoh tertentu, seperti rektor, pembawa acara nonformal, host TikTok, pemandu wisata, presenter, motivator, presiden BEM, hingga politikus. Sementara itu, babak ketiga menekankan pada kemampuan spontanitas peserta dalam mendeskripsikan sebuah kata secara langsung di hadapan audiens.

Ketua Mahasantri Mahad, Iqbal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk mencetak generasi yang siap tampil dan memimpin. “Public speaking bukan sekadar berbicara, tetapi tentang bagaimana menyampaikan ide dengan percaya diri dan memberikan dampak. Kami ingin melahirkan generasi yang siap tampil dan memimpin dengan keberanian,” ujarnya.

Salah satu peserta, Jihad, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya pengalaman yang berharga. “Awalnya saya merasa gugup, tetapi setelah berbicara di depan umum, saya menjadi lebih percaya diri. Ini merupakan pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” katanya antusias.

Kepala Mahad, Imam Muqoyadi, turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum bagi para santri di era modern. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membentuk karakter pemimpin yang komunikatif, percaya diri, dan mampu membawa perubahan positif di lingkungan mereka,” tuturnya.

Kegiatan Public Speaking ini mendapatkan respons positif dari berbagai pihak dan direncanakan akan menjadi agenda rutin Mahad pada setiap gelombang. Melalui program ini, diharapkan para mahasantri tidak hanya unggul dalam aspek keagamaan dan akademik, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang efektif serta pemimpin masa depan yang berintegritas.

Kelompok 3

1. Muhammad Iqbal Dwy Novaiano 

2. Muhammad Jihad Hafid

3. Muhammad Dimas Iqbal Cahya Prayoga 

4. Luqman Nur Rohman

5. Heri Kurniawan 

6. Fikri Setiyawan

7. Dimas Chandra Giri

8. Naufal Dias Aprillian











Share:

Dwi Jatmiko : Kiat Menulis Artikel Populer di Media Massa

 











BOGOR - Kiat menulis artikel populer di media yang menarik disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko, bertajuk Dakwah bil Kitabah: Menulis Untuk Dakwah Islamiyah bagi dosen, mahasiswa, da’i dan masyarakat pada umumnya sejak pukul 16.00-17.30 WIB, Rabu (23/4/2025).

Pelatihan daring melalui Zoom ini dipersembahkan oleh Pusat Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sirojul Falah Bogor, dengan host Dosen dan Penulis Buku 100++ Dr Misno SHI SE SPd MEI MH MPd. 

“Menulis salah satu cara berdakwah yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat luas dan bis jadi menjadi amal jariyah yang berkelanjutan dan menggembirakan,” ungkap Jatmiko, sambil tersenyum. 

Jatmiko menegaskan, kalau bukan anak ulama besar, bukan pula anak seorang kyai, raja, anak presiden, maka menulislah. Menulis bukan aktivitas yang lahir dari rutinitas, tetapi tumbuh dari kebutuhan untuk hadir dalam percakapan lintas generasi. Banyak tokoh dalam sejarah dikenang bukan karena silsilah atau kuasa, tetapi karena warisan pemikirannya. 

“Menulis menjadikan seseorang tetap hadir, bahkan ketika tubuhnya telah usai. Tulisan yang tumbuh dari kejujuran dan ketekunan mampu menyentuh orang lain, bahkan memulihkan apa yang sempat patah,” beber Wakasek bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Solo itu.

Mengenai kiat menentukan tema dalam menulis pun ia paparkan. Dalam mencari tema yang menarik, Jatmiko mengungkap beberapa kiat yang bisa dilakukan. Di antaranya, membuat judul yang menarik, menulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, menggunakan struktur tulisan yang jelas, dan mengangkat topik yang relevan serta unik.

“Mudahnya menulis mulai dengan menulis 7W+1H. “Apa itu 7W+1H?”. Jadi 2W itu what unique dan what impact, apa yang unik dan apa dampak tulisan. Kita terinspirasi Surat Al-Qamar Ayat 53, dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis,” urainya. 

Kemudian, Adiksimba adalah akronim dari apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. Esai sebenarnya sama dengan artikel, opini, berita, dan feature dalam hal tergolong tulisan nonfiksi. Adapun perbedaan esai dengan karya tulis lain ada pada cara penyajian atau gaya penulisan. 

“Artikel populer karena ditulis dengan menggunakan gaya bahasa yang populer dan bukan untuk keperluan akademik, melainkan untuk dikomunikasikan kepada publik melalui media massa.Biasanya lebih singkat, padat, jelas maksud dan tujuannya apa. Isinya pandangan, pikiran, gagasan penulisnya,” pungkasnya. 


Share:

Muhammadiyah Organisasi Islam Modern Berkemajuan












SOLO – Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern yang bergerak di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya harus ada majelis yang mengurusi manusia disampaikan Supervisor Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta Prof Dr Sofyan Anif MSi. 

Dia menyampaikan pembinaan di Rapat Perdana Pasca Lebaran Rakornas di Rumah Prof Sofyan Anief, Jum’at Malam (11/4/2025).

“Selaku tuan rumah saya ucapkan selamat datang, sugeng rawuh di acara silaturahmi dan halal bihalal,” terangnya.

Selain menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta silaturahmi dan halal bihalal, Sofyan juga bersyukur karena pernah ngaji di dua organisasi besar yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. 

“Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 8 Dzulhijjah 1330 atau 18 November 1912 dan NU berdiri pada 16 Rajab 1344 H atau 31 Januari 1926 KH Hasyim Asy'ari. Setelah lulus sekolah menengah atas lanjut kuliah di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan teman seangkatannya lainnya ke Pondok Modern Darussalam Gontor,” ucapnya.

Jika Kiai Dahlan mengajarkan surat Al-Ma’un kepada murid-muridnya selama 3 (tiga) bulan, maka menjadi ide penggerak organisasi Muhammadiyah selama bertahun-tahun.

“Muhammadiyah menggunakan pendekatan bayani, burhani, dan irfani untuk memahami ajaran agama. MPKSDI memiliki nilai strategis untuk menjawab tantangan zaman dengan mengejahwantahkan Aqidah ruh Muhammadiyah,” ucap Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini dengan penuh semangat.

Dalam konsep keimanan di Muhammadiyah selalu terintegrasi antara iman dan amal saleh, iman, ilmu, dan amal. Iman harus menjadi dasar, harus berilmu, serta harus diaktualisasikan menjadi amal saleh. 

“MPKSDI bertugas membina mulai dari tingkatan pimpinan daerah, cabang ranting dan Ortom serta amal usaha Muhammadiyah (AUM). Maka harus ada evaluasi, ada tindak lanjut dan tidak hanya formalitas kegiatan Baitul arqam. Semoga kita bisa meraih kemenangan hakiki di bulan Ramadhan. Kemenangan ini dapat diartikan sebagai pengampunan dosa-dosa dan predikat takwa yang diraih umat Islam,” bebernya.













Share:

Foto Buka Puasa Bersama Ketua MPKSDI PDM Kota Surakarta Dr Suyanto SAg MPdI

 














Acara yang berlangsung di Rumah Makan Selera Jawa Sunda, Banyuanyar, Solo, ini dihadiri oleh ratusan kader dari berbagai organisasi otonom (ortom), termasuk Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Kwarda Hizbul Wathan, Pimda Tapak Suci, serta Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPKSDI) Pimpinan Daerah dan Cabang.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua MPKSDI PDM Kota Surakarta, Dr Suyanto SAg MPdI. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi serta penguatan semangat dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar.



























Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Total Tayangan Halaman

Mengenai MPKSDI Solo

Email: mpksdimuhammadiyahsolo@gmail.com

YouTube MPSDI

Cari Blog Ini