Oleh : Andy Ratmanto, SH / Anggota Korps mubaligh muda Muhammadiyah Kota Surakarta
Bulan Dzulhijah adalah salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam.
Ia termasuk dalam deretan empat bulan haram (asyhurul hurum), yakni bulan-bulan yang dimuliakan Allah dan di dalamnya kaum Muslimin diperintahkan untuk memperbanyak amal shaleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram..."
(QS. At-Taubah: 36)
Di antara empat bulan itu, Dzulhijah memiliki keistimewaan tersendiri karena mengandung hari-hari terbaik sepanjang tahun, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
"Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah."
(HR. Bukhari)
Keistimewaan 10 Hari Pertama Dzulhijah
Sepuluh hari pertama Dzulhijah disebut-sebut sebagai hari-hari paling agung. Di dalamnya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh seperti:
Puasa: Terutama puasa pada tanggal 9 Dzulhijah (hari Arafah) bagi yang tidak menunaikan haji.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar ia menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."
(HR. Muslim)
Takbir dan dzikir:
Disunnahkan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih, terutama sejak masuknya bulan Dzulhijah hingga hari-hari Tasyriq (13 Dzulhijah).
Qurban: Pada tanggal 10 Dzulhijah (Idul Adha), umat Islam yang mampu dianjurkan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan dan mengikuti sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Haji dan Arafah: Dzulhijah adalah bulan pelaksanaan ibadah haji, puncaknya pada tanggal 9 Dzulhijah saat wukuf di Arafah.
Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang utama, dan hari itu disebut sebagai "hari pengampunan dosa".
Idul Adha: Hari Raya Pengorbanan dan Kepasrahan
Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijah merupakan puncak dari rangkaian ibadah.
Ia mengingatkan umat Islam pada keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam hal keikhlasan dan ketaatan kepada Allah.
Kisah pengorbanan mereka menjadi simbol agung tentang pengabdian tanpa syarat kepada Tuhan.
Penutup
Dzulhijah bukan hanya bulan haji atau kurban, tetapi bulan penuh rahmat, ampunan, dan kesempatan emas untuk memperbaiki diri.
Mari kita manfaatkan hari-hari mulia ini dengan memperbanyak ibadah, memperkuat keimanan, serta menebar kebaikan kepada sesama.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan penuh kemuliaan ini.
“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”








Tidak ada komentar:
Posting Komentar