• Pengukuhan

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam melaksanakan keputusan Muktamar ke-48 perlu mengangkat Anggota Pimpinan Majelis/Lembaga/Biro untuk menyelenggarakan program, kegiatan, amal usaha, dan membantu bidang-bidang tertentu yang bersifat pelaksanaan kebijakan untuk mencapai tujuannya.

  • Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru

    Agenda : 1. Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru 2. Menyusun Progam Kerja.

  • Sesuai lampiran SK PDM No 016/KEP/III.O/D/2023

    tentang pengesahan susunan dan pengangkatan anggota majelis, supervisor Prof Dr H Sofyan Anif MSi, Konsultan H Ahmad Sukidi MPd, Ketua Suyanto MPdI, Wakil Ketua 1 Drs H Sukendar MPd, Wakil Ketua 2 Pramuseto Rahman SPd, Sekretaris Abdul Afif Amrullah SPsi, Wakil Sekretaris Fajar Tri Winarno SSos, Bendahara Joko Kendro Maryanto SE, Wakil Bendahara Muhammad Halim Maimun SE MM.

  • K.H. Ahmad Dahlan

    Mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 Zulhijjah 1330 H, atau bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1912. Ahmad Dahlan bernama kecil Muhammad Darwisy lahir pada tahun 1868 di Kampung Kauman Yogyakarta dan meninggal dunia pada tanggal 25 Febuari 1923 dalam usia 55 tahun.

  • Pengembangan Kader

    Muhammadiyah (pada saat berdiri ditulis Moehammadijah) adalah nama gerakan Islam yang lahir di Kauman Yogyakarta tanggal 18 November 1912. Pada saat waktu berdirinya dan mengajukan pengesahan kepada pemerintah Hindia Belanda menggunakan tanggal dan tahun Miladiyah.

Tampilkan postingan dengan label Kaderisasi Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaderisasi Komunitas. Tampilkan semua postingan

MENCERAHKAN MASA DEPAN INDONESIA: PERAN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045

 

Abdul Afif Amrulloh

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Tengah

dpdimmjawatengah@gmail.com

 

Abstrak

Indonesia Emas 2045 merupakan visi strategis bangsa dalam menyongsong satu abad kemerdekaan dengan menekankan pembangunan sumber daya manusia unggul, transformasi ekonomi, stabilitas sosial, dan kepemimpinan berintegritas. Namun, tantangan berupa ketimpangan kualitas pendidikan, kesiapan menghadapi ekonomi digital, serta polarisasi sosial menuntut keterlibatan aktif generasi muda, termasuk organisasi mahasiswa. Artikel ini menganalisis peran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui pendekatan analitis berbasis kajian literatur. Pembahasan difokuskan pada kontribusi IMM dalam pengembangan kepemimpinan mahasiswa, kewirausahaan sosial, partisipasi kebijakan publik, moderasi beragama, dan aksi kemanusiaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter kepemimpinan, kapasitas intelektual, dan tanggung jawab sosial generasi muda. Dalam konteks tersebut, IMM memiliki posisi strategis sebagai ruang kaderisasi yang memadukan nilai keislaman, intelektualitas, dan komitmen kebangsaan. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan sistem kaderisasi dan konsolidasi gerakan intelektual IMM merupakan prasyarat penting dalam mencerahkan masa depan Indonesia menuju 2045.

Kata kunci: Indonesia Emas 2045, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, kepemimpinan, pembangunan nasional.

 

Abstract

Indonesia Emas 2045 represents a strategic national vision toward the centennial of Indonesia’s independence, emphasizing human capital development, economic transformation, social cohesion, and ethical leadership. Nevertheless, challenges such as educational inequality, digital economic readiness, and social polarization require active engagement from youth, including student organizations. This article analyzes the role of Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) in supporting the realization of Indonesia Emas 2045 through a literature-based analytical approach. The discussion highlights IMM’s contributions in leadership development, social entrepreneurship, public policy engagement, religious moderation, and humanitarian action. The findings suggest that student organizations significantly shape leadership character, intellectual capacity, and civic responsibility among young generations. In this context, IMM holds a strategic position as a cadre organization integrating Islamic values, intellectual engagement, and national commitment. Strengthening IMM’s cadre system and intellectual movement is therefore essential in illuminating Indonesia’s future toward 2045.

Keywords: Indonesia Emas 2045, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, leadership, national development.

 

LATAR BELAKANG MASALAH

Indonesia memasuki abad ke-21 dengan harapan besar sekaligus tantangan struktural yang kompleks. Visi Indonesia Emas 2045 merupakan agenda pembangunan jangka panjang yang menempatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemerataan kesejahteraan, stabilitas sosial, dan daya saing global sebagai pilar utama (Bappenas, 2021). Namun, untuk merealisasikan visi tersebut tidak cukup hanya mengandalkan angka pertumbuhan ekonomi atau bonus demografi semata; yang lebih penting adalah pembangunan manusia yang unggul, berintegritas, dan berkarakter kebangsaan.

Bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya sekitar 2030–2045 merupakan peluang besar bagi Indonesia (United Nations Development Programme [UNDP], 2020). Namun, peluang ini dapat berubah menjadi beban sosial jika kualitas pendidikan, kemampuan kompetitif, dan kapasitas berinovasi tidak meningkat secara signifikan (World Bank, 2021). Organisasi mahasiswa, sebagai bagian dari civil society, memiliki peran strategis dalam pembentukan kapasitas generasi muda yang mampu menjawab persoalan kompleks tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi berdampak positif terhadap perkembangan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan komitmen terhadap tujuan publik (Astin, 1993; Pascarella & Terenzini, 2005).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan salah satu organisasi mahasiswa Islam yang secara historis berkontribusi terhadap pembentukan karakter kepemimpinan dan kader intelektual dalam perspektif Islam Berkemajuan (Maarif, 2008). Rasionalitas, moralitas, serta tanggung jawab kebangsaan adalah tiga pilar yang terus dikembangkan IMM dalam proses kaderisasinya. Namun demikian, sejauh mana IMM dapat memainkan peran strategis dalam agenda Indonesia Emas 2045 masih jarang dibahas secara komprehensif dalam kajian akademik maupun strategis gerakan. Pertanyaan yang muncul adalah: apa peran IMM dalam pembangunan SDM, penguatan ekonomi, kohesi sosial, dan kepemimpinan moral yang diperlukan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045?

Artikel ini menganalisis kontribusi strategis IMM terhadap pembangunan Indonesia Emas 2045 dengan mempertimbangkan konteks globalisasi, dinamika sosial, dan kebutuhan moral terhadap generasi masa depan.

 

ANALISIS

1.   Tantangan Indonesia Menuju 2045

1.1    Bonus Demografi dan Kualitas SDM

Bonus demografi hanya akan menjadi aset signifikan apabila kualitas SDM dipersiapkan melalui pendidikan yang komprehensif dan relevan. OECD dan Asian Development Bank (2020) menunjukkan bahwa disparitas pendidikan masih menjadi hambatan utama dalam pemerataan kualitas SDM di Indonesia.

Pascarella dan Terenzini (2005) menyatakan bahwa campus involvement atau keterlibatan mahasiswa dalam organisasi akademik dan non-akademik memperkuat perkembangan kognitif dan kepemimpinan mereka. Astin (1993) juga menegaskan bahwa partisipasi aktif mahasiswa dalam organisasi merupakan variabel prediktor kuat terhadap keterampilan kepemimpinan generasi muda. Lebih jauh, Tinto (1997) menegaskan bahwa keterikatan mahasiswa dalam komunitas akademik dan sosial berimplikasi pada kemampuan akademik dan kapasitas memimpin yang lebih berkembang. Analisis ini menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa seperti IMM memiliki peran penting dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

 

1.2    Kesenjangan Ekonomi dan Keterampilan Digital

Revolusi industri 4.0 mensyaratkan kemampuan literasi digital, kreativitas, dan inovasi ekonomi (Xing & Marwala, 2017). Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menciptakan tenaga kerja yang adaptif terhadap teknologi baru dan mampu bersaing secara global.

World Bank (2021) mencatat bahwa pembekalan kemampuan teknologi dan inovasi menjadi faktor penting bagi generasi produktif. Dalam konteks ini, organisasi mahasiswa menjadi tempat praktik pembelajaran keterampilan non-formal yang tidak selalu didapat melalui kurikulum akademik formal.

 

 

2.   Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM): Identitas dan Wacana Gerakan

IMM berdiri pada 14 Maret 1964 dan berakar pada tradisi intelektual Islam Berkemajuan yang menempatkan rasionalitas, moralitas, dan nasionalisme sebagai pilar utama (Maarif, 2008). Identitas IMM dirumuskan sebagai organisasi yang menyiapkan kader mahasiswa untuk berkontribusi dalam kehidupan akademik, sosial, dan kebangsaan secara progresif.

Dalam perspektif gerakan, IMM tidak hanya berorientasi pada aktivitas internal kampus, tetapi juga pada kontribusi nasional dan global. Bedasaskan tradisi Muhammadiyah yang memadukan nilai Islam dan modernitas, IMM menempatkan dirinya sebagai agent of change yang berpijak pada nilai moral, keadilan sosial, dan kemanusiaan. M. Fatahillah dalam buku IMM di era 4.0 DPP IMM (2021) menjelaskan setidaknya ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam membangun peradaban melalui IMM; Pertama, kesadaran berideologi dalam IMM. Hal ini agar mampu dan tidak mengalami kebingungan dalam mengambil arah dan memproduksi gagasan yang berdasar pada ikatan. Kedua, kesadaran hidup sebagai seorang intelektual. Sebagai kader IMM yang juga dikenal sebagai seorang intelektual maka sudah seharusnya mengerti dengan kondisi yang dihadapinya baik lingkungan sekitar maupun kondisi secara global, hal itu akan menjadi bekal dalam memproduksi gagasan-gagasan baru yang menghidupi. Ketiga, kesadaran memproduksi Wacana. Wacana diartikan sebagai satu kesatuan paket komplit dari sebuah gagasan dan juga aksi, maka setelah gagasan tersebut lahir turut di ikuti dengan bentuk upaya aksi dari suatu gagasan. Produksi wacana tersebut juga perlu di narasikan dalam media digital mengingat kehidupan sekarang ini media digital memiliki pengaruh dan peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Keempat, kesadaran akan refleksi. Upaya membangun peradaban tentunya mengalami proses refleksi yang begitu panjang sehingga pelajaran dan hikmah-hikmah dalam suatu proses dapat ditelaah dengan baik sebagai bekal membangun peradaban. Usaha-usaha yang dilakukan dalam membangun peradaban tersebut memiliki harapan akan lahir sebuah peradaban yang cerah lagi mencerahkan, hidup lagi menghidupi, manusia yang memanusiakan yang akan dikenal sebagai peradaban berkemajuan.

 

3.   Peran Strategis IMM dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

IMM berkontribusi secara langsung dan tidak langsung terhadap berbagai dimensi yang relevan dengan Indonesia Emas 2045. Peran strategis IMM dapat dirumuskan dalam lima bidang utama:

3.1    Pendidikan dan Pengembangan Kepemimpinan

IMM melalui program kaderisasi seperti Darul Arqam Dasar, Madya, dan Paripurna menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar teoritis tetapi juga praktik sosial. Program ini memperkuat keterampilan kepemimpinan, retorika, serta pemikiran kritis yang sangat relevan dalam pembangunan manusia.

Hefner dan Zaman (2011) dalam kajiannya menyatakan bahwa keberadaan organisasi mahasiswa Islam moderat memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa dalam merespon dinamika sosial dan politik secara produktif. Hal ini menunjukkan bahwa IMM tidak hanya menyiapkan kader untuk organisasi internal, tetapi juga untuk keterlibatan dalam agenda publik yang lebih luas.

 

 

3.2    Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Sosial

Gorman, Hanlon, dan King (1997) menunjukkan bahwa pendidikan dan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas kewirausahaan dapat meningkatkan kreativitas serta kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi. IMM telah mengembangkan program kewirausahaan mahasiswa, dukungan terhadap UMKM berbasis komunitas, serta pelatihan kemampuan ekonomi kreatif. Program tersebut memperluas cakupan kontribusi IMM dalam pembangunan ekonomi produktif di tingkat lokal maupun nasional. Penelitian tentang kewirausahaan sosial juga menunjukkan bahwa keterlibatan komunitas mahasiswa dalam aksi sosial dapat mendorong pembentukan kerja kolektif yang bukan hanya mengejar profit tetapi juga maslahat publik (Ratten, 2020).

 

3.3    Partisipasi dalam Wacana Kebijakan Publik

Pertumbuhan demokrasi membutuhkan partisipasi generasi muda dalam wacana kebijakan publik. Putnam (2000) menyatakan bahwa modal sosial merupakan komponen penting dalam kualitas demokrasi. IMM secara konsisten memfasilitasi forum diskusi, kajian kebijakan, dan advokasi publik bagi mahasiswa. Aktivitas ini mendukung terbentuknya generasi yang tidak hanya memahami kebijakan, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi berbasis riset dan perspektif kebangsaan.

Penelitian oleh Della Porta dan Diani (2015) menegaskan bahwa partisipasi organisasi mahasiswa dalam wacana publik memperkuat posisi generasi muda sebagai aktor sosial yang relevan dalam proses kebijakan.

 

3.4    Moderasi Beragama dan Kohesi Sosial

Dalam menghadapi era global yang penuh dengan polarisasi identitas, moderasi beragama menjadi nilai penting untuk menjaga kohesi sosial. Hefner dan Zaman (2011) menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa Islam moderat dapat menjadi penyeimbang antara religiusitas dan demokrasi. IMM dengan akar nilai Islam Berkemajuan, menempatkan moderasi sebagai salah satu prinsip aksi. Ini relevan dalam konteks Indonesia Emas 2045 untuk menjaga harmoni keberagaman dan mencegah ekstremisme.

 

3.5    Kontribusi pada Kemanusiaan dan Solidaritas Sosial

Penelitian empiris tentang perilaku prososial mahasiswa menunjukkan bahwa keterlibatan dalam aksi sosial berkorelasi dengan tingkat keterlibatan moral dan empati sosial (Eisenberg & Spinrad, 2014). IMM melalui kegiatan bakti sosial, program solidaritas komunitas, dan kemanusiaan menghadirkan bentuk nyata dari tanggung jawab moral generasi muda.

 

KESIMPULAN

Indonesia Emas 2045 adalah tujuan strategis bangsa yang menuntut sinergi antara kualitas SDM, pemerataan kesejahteraan, stabilitas sosial, dan kapasitas inovatif. Tantangan struktural seperti disparitas pendidikan, transformasi ekonomi, dan fragmentasi sosial memerlukan kontribusi semua elemen masyarakat — termasuk organisasi mahasiswa.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui:

  1. Pembentukan kepemimpinan yang berkualitas dan bertanggung jawab.
  2. Pengembangan kewirausahaan dan ekonomi kreatif berbasis nilai.
  3. Partisipasi aktif dalam wacana kebijakan publik dan demokrasi.
  4. Penguatan moderasi beragama dan kohesi sosial.
  5. Aksi kemanusiaan yang mencerminkan solidaritas dan etika publik.

Sebagai kader yang memahami dinamika gerakan mahasiswa dan tantangan kebangsaan, penulis yakin bahwa IMM bukan sekadar organisasi mahasiswa biasa. Ia memiliki fondasi nilai yang kuat untuk menjadi architect of future leadership dalam sejarah Indonesia. Indonesia Emas 2045 bukan sekadar angka ambisi, tetapi cita-cita kolektif yang harus dimulai dari ruang-ruang kaderisasi, diskusi kritis, dan aksi sosial nyata. IMM memiliki modal tradisi, kapasitas intelektual, dan jaringan sosial yang kuat untuk memainkan peran tersebut secara transformatif.

 

DAFTAR PUSTAKA

Astin, A. W. (1993). What matters in college? Four critical years revisited. Jossey-Bass.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020–2024. Bappenas.

Della Porta, D., & Diani, M. (2015). Social movements: An introduction (3rd ed.). Wiley.

DPP IMM. (2021). IMM di Era 4.0:Refleksi dan Harapan. Diva Press.

Eisenberg, N., & Spinrad, T. L. (2014). Multidimensionality of prosocial behavior. In C. A. Essau (Ed.), The handbook of prosocial behavior (pp. 15–32). Wiley.

Gorman, G., Hanlon, D., & King, W. (1997). Some research perspectives on entrepreneurship education, development and research. Journal of Business Venturing, 12(5), 337–353. https://doi.org/10.1016/S0883-9026(97)00009-3

Hefner, R. W., & Zaman, M. Q. (2011). Student politics in Indonesia: Islam, social change, and the state. Journal of Indonesian Islam, 5(1), 1–30. https://doi.org/10.15642/JIIS.2011.5.1.1-30

Maarif, A. S. (2008). Sejarah Muhammadiyah. Pustaka Masyarakat.

OECD & Asian Development Bank. (2020). Indonesia economic report 2020: Towards a more resilient economy. OECD Publishing.

Pascarella, E. T., & Terenzini, P. T. (2005). How college affects students: A third decade of research. Jossey-Bass.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Ratten, V. (2020). Entrepreneurship and innovation in social contexts. Routledge.

Tinto, V. (1997). Classrooms as communities: Exploring the educational character of student persistence. The Journal of Higher Education, 68(6), 599–623. https://doi.org/10.1080/00221546.1997.11779003

United Nations Development Programme. (2020). Human development report 2020. UNDP.

World Bank. (2021). World development report 2021: Data for better lives. World Bank Publications.

Xing, Y., & Marwala, T. (2017). Implications of the fourth industrial revolution on higher education. Journal of the World Universities Forum, 10(4), 5–13.

 

 


Share:

Muhammadiyah Dorong Penguatan Cabang-Ranting Berbasis Masjid

 














Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta mendorong penguatan Cabang dan Ranting (PCR) dengan menjadikan masjid sebagai basis utama gerakan. Gagasan ini mengemuka dalam Baitul Arqam PDM Surakarta yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2025, dengan pemaparan oleh Ibnu Hasan.

Langkah ini menegaskan kembali keputusan Tanwir Muhammadiyah 2007 tentang revitalisasi masjid, ranting, dan cabang. Masjid diharapkan bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan jamaah, dakwah, dan pemberdayaan umat.

Masjid Berdaya, Umat Berdaya

“Masjid yang berdaya akan melahirkan jamaah yang berdaya,” terang Ibnu Hasan. Menurutnya, masjid harus memposisikan diri sebagai solusi bagi permasalahan jamaah, mulai dari kebutuhan spiritual, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi.

Hal ini sejalan dengan pandangan tokoh Muhammadiyah, AR Fachrudin, yang pernah menyoroti melemahnya peran ranting dan cabang dalam menggerakkan pengajian rutin. Bahkan, banyak masjid yang hanya dimanfaatkan untuk salat tanpa diiringi aktivitas dakwah yang menghidupkan jamaah.

Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ)

Strategi penguatan PCR berbasis masjid ini diwujudkan melalui Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) yang sudah digagas Muhammadiyah sejak 1968. GJDJ dinilai sebagai model dakwah efektif untuk pemberdayaan jamaah melalui kelompok kecil berbasis masjid.

Dengan tagline “Lurus dan rapat shaf di masjid dan di luar masjid”, GJDJ menekankan kolaborasi antar-pimpinan, takmir, majelis, dan lembaga persyarikatan.

Indikator Masjid Unggulan Muhammadiyah

Dalam forum tersebut, juga disampaikan kriteria masjid unggulan Muhammadiyah. Beberapa di antaranya:

  • Berstatus wakaf resmi Muhammadiyah dengan SK takmir dari persyarikatan.

  • Menyelenggarakan kajian rutin Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

  • Mengintegrasikan pengelolaan keuangan dengan Lazismu.

  • Memberdayakan remaja masjid dan ramah anak.

  • Berdaya secara ekonomi dan sosial, serta ramah lingkungan.

“Masjid unggul harus memberi ruang kaderisasi bagi Angkatan Muda Muhammadiyah, sehingga regenerasi berjalan baik,” imbuh Ibnu Hasan.

Harapan ke Depan

PDM Surakarta menargetkan seluruh cabang dan ranting memiliki masjid yang makmur, aktif dalam pengajian, serta berperan nyata dalam memecahkan masalah jamaah. Dengan begitu, masjid tidak hanya memakmurkan jamaah, tetapi juga mampu dimakmurkan oleh jamaahnya.

Share:

PENGAJIAN SABTU BAROKAH RANTING BUMI BERSAMA MAHASISWA UMS












Surakarta - Pengurus Masjid Ahmad Dahlan yang letaknya di dalam lingkup sd muhammadiyah 11  kelurahan bumi Kecamatan laweyan, rutin menggelar kegiatan kajian Sabtu Subuh Barokah (SSB) rutin setiap sebulan sekali sabtu kedua. berbagi berkah dalam bentuk gerakan sholat subuh berjamaah di lanjut sarapan pagi dan pembagian sayuran berkah. Acara yang diadakan pagi pada Sabtu (10/05/2025) di masjid ahmad dahlan sangat menarik perhatian banyak warga sekitar.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, puluhan jamaah berkumpul di masjid sebelum fajar untuk melaksanakan ibadah Subuh berjamaah serta mendengarkan kajian Islam yang disampaikan oleh Bapak . Sutrisno.

Dalam ceramahnya, ia mengatakan bahwa, Gerakan Subuh berjama'ah merupakan upaya menyonsong kebangkitan peradaban Islam. "Banyaknya jamaah Shalat Shubuh seperti saat melaksanakan Shalat Jumat merupakan salah satu tolak ukur kebangkitan peradaban Islam," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa, perdaban Islam akan bangkit saat umat ini kembali kepada Al-Qur'an. Menurutnya, mayoritas kajian Al Qur'an baru sebatas hukum, sejarah dan akhlak, belum banyak kajian Al Qur'an yang nenyentuh ilmu pengetahuan dan teknologi.

Padahal lanjut dia, ada surat Al Hadid yang artinya besi, ada kiasah Zulkarnain yang melebur baja untuk membuat penjara bagi Ya'juj dan Ma'juj. Hal ini membuktikan bahwa Al Qur'an membicarakan tentang teknologi.

"Al-Qur'an ini kitab yang syumul, universal. Kata para 'Ulama "Qur'an tibyanan li kulli syai', menjelaskan tentang segala sesuatu. Maka menyikapi Qur'an tidak seperti membuka kamus atau ensiklopedi. Karena Al-Qur'an itu banyak berisi isyarat. Maka akal manusia harus dimaksimalkan menggali isi kandungannya," ungkapnya.

Ia juga memperingati para jam'ah untuk berhati-hati dalam mengkaji Qur'an. Pasalnya saat ini bermunculan para penceramah yang asal-asalan menafsirkan Al Qur'an. "Saat ini kita berada di zaman post modernis. Zaman di mana orang mempertanyakan kebernaran. Hampir sudah tidak ada lagi kebenaran mutlak," ujarnya.

"Muncul penceramah-penceramah yang ngawur dalam mengartikan Al Qur'an. Mereka merasa lebih pintar dengan gelar akademis serta pengikutnya yang banyak akhirnya salah kaparah. Seperti ada ustadz yang mengartikan Al qori'ah adalah membaca. Sang ustadz tidak bisa membedakan huruf 'ain dan anza. Ini bahaya," imbuhnya.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial, takmir masjid uga menyelenggarakan bagi bagi sayuran berkah untuk  Para jama'ah dengan sukarela ,di bantu oleh 30 mahasiswa ums yang kebetulan juga baru melakukan PPL di sini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dorongan semangat dan rasa cinta kepada anak-anak yang membutuhkan.

Cahyo Nugroho Selaku salah satu takmir majis mengucapkan kalau kegiatan ini rutin di lakukan setiap sebulan sekali sabtu kedua, tujuannnya untuk memakmurkan masjid dan berbagi kepada masyarakat sekitar. Harapannya dengan adanta kegiatan rutin ini, masjid ahmad dahlan kedepane semakin makmur dan jamaahnya semakin banyak.

"Kami sangat bersyukur bisa menyelenggarakan kegiatan ini dan berbagi berkah dengan sesama. Semoga gerakan ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk peduli terhadap saudar-saudara kita sekitar dan terus berbuat kebaikan," tambahnya.

Acara Gerakan Sabtu subuh barokah ini diakhiri dengan sarapan bersama dan pembanggian sayuran berkah, acara ini sudah berjalan setahun lebih dan sumber dari acara ini dari para donatur yang sudah istiqomah membantu mengulurkan rejekinya untuk kegiatan ini ,bantuannya bisah berupa uang, bahan pokok atau makanan. Keberhasilan kegiatan ini menandai komitmen pengurus masjid dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan saling berbagi di tengah masyarakat sekitar . 

PENULIS CAHYO NUGROHO

Share:

Pelatihan Menulis Artikel Populer



Menulis, adalah skill (kemampuan) yang harus dimiliki oleh dosen, mahasiswa, da’i dan masyarakat pada umumnya. Bagaimana cara menulis artikel popular di koran, majalah, website dan media lainnya?

Pusat Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sirojul Falah Bogor

Menyelenggarakan: 

Pelatihan Menulis Artikel Populer

Topik: 

Dakwah bil Kitabah: Menulis Untuk Dakwah Islamiyah

Pembicara:

Ust. Dwi Jatmiko, M.Pd., Gr. CPS

Penulis, Da’i dan Content Creator

Host:

Dr. Misno, SHI., SE., S.Pd., MEI., MH., M.Pd

Dosen dan Penulis Buku 100++

Hari/Tanggal: Rabu, 23 April 2025

Waktu: 16.00 – 17.30 WIB 

Join Zoom Meeting

https://us06web.zoom.us/j/87587977928?pwd=L6oYVsQQu9EfwvdLRGgTGCmLdax8j1.1

Meeting ID: 875 8797 7928

Passcode: menulis

Informasi dan Pendaftaran: 

Abi: wa.me/6285885753838

Ibnu: wa.me/6285282425285 

Silahkan Bergabung di Group WA:

https://chat.whatsapp.com/KSInK360tXFESfKyVZgl62 

www.staisifabogor.ac.id

Share:

Pererat Silaturahim dan buka bersama Prof Sofyan Anief

 

Assalamualaikum  menginformasikan ulang, insya allah nanti sore 

Hari :  Senin, 24  Maret 2025

Jam : 15.30 WIB

Acara : Silaturahim dan buka bersama 

Tempat : rumah Prof. Sofyan Anief

Monggo, bisa hadir njih.

Matursuwun 









Share:

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Sampaikan Tiga Pesan untuk AMM
















Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., memberikan tausiyah dalam acara Pengajian dan Buka Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Surakarta pada Jumat (7/3/2025). Acara yang digelar di Rumah Makan Selera Jawa Sunda, Banyuanyar, Solo, ini dihadiri ratusan kader muda Muhammadiyah dari berbagai organisasi otonom (ortom).

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPKSDI PDM) Kota Surakarta, Dr. Suyanto, S.Ag., M.Pd.I., membuka acara dengan menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan penyemangat dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

"Alhamdulillah, teman-teman dari Pemuda Muhammadiyah, IMM, IPM, Nasyiatul Aisyiyah, Hizbul Wathan, Tapak Suci, dan MPKSDI Aisyiyah, baik dari cabang maupun daerah, hadir semua. Ini menunjukkan soliditas dan komitmen kita dalam ber-Muhammadiyah," ujarnya.

Dr. Suyanto juga menekankan sebagai kader Muhammadiyah, kita harus semangat dalam berkhidmat di Muhammadiyah. Hal itu karena, Muhammadiyah bagian dari beribadah dalam berislam.

Tiga Pesan Prof. Dr. Sofyan Anif  untuk AMM

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Sofyan Anif yang juga supervisor MPKSDI PDM Kota Surakarta menyampaikan tiga pesan penting bagi AMM.

Pertama, Menguatkan Identitas sebagai Kader Muhammadiyah.

Prof. Sofyan Anif menekankan bahwa AMM harus semakin giat menunjukkan identitasnya sebagai kader Muhammadiyah dengan memperkuat jati diri melalui pemahaman yang mendalam terhadap ideologi Muhammadiyah. 

"Dengan memahami ideologi Muhammadiyah secara holistik, kita memiliki dasar yang kuat untuk bergerak memperkuat dan mengembangkan persyarikatan. Masa depan Muhammadiyah ada di tangan AMM," jelasnya.

Kedua, Terus Menuntut Ilmu dan Mengembangkan Diri

Sebagai kader muda, AMM harus terus memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya dengan melanjutkan studi.

"Kami telah menyediakan beasiswa bagi kader Muhammadiyah, baik untuk jenjang S1, S2, maupun S3 di UMS. Ini adalah kesempatan emas karena Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang berbasis keilmuan," paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam Muhammadiyah, terdapat tiga pilar utama: iman, ilmu, dan amal. Kita harus memiliki keimanan yang kuat dengan akidah yang lurus, harus berilmu sepanjang masa, tidak boleh puas dengan apa yang dimiliki saat ini, dan harus terus mengembangkannya untuk mengantisipasi perkembangan zaman serta iptek yang begitu dahsyat dan sangat cepat. 

"Keimanan harus kokoh, ilmu harus terus berkembang, dan amal harus diwujudkan dalam aksi nyata. Jika kita tidak mengimbangi perkembangan zaman dengan ilmu, kita akan tertinggal. Rasulullah bersabda, ‘Tholabul ilmi minal mahdi ilal lahdi’ – tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahad," tambahnya.

Ketiga, Mengabdi untuk Agama, Muhammadiyah, dan Bangsa

Pesan terakhir, Prof. Sofyan Anif mengingatkan bahwa segala aktivitas AMM harus diniatkan sebagai pengabdian kepada agama, Muhammadiyah, bangsa, dan negara. "Jadikan pengabdian ini sebagai bagian dari hidup kita. Jika Muhammadiyah maju, maka bangsa ini juga akan maju. Tetap semangat!" pesannya.

Acara ini dihadiri oleh ratusan kader dari berbagai ortom, termasuk Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta, Pimpinan Cabang IMM, Pimpinan Daerah IPM, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Kwarda Hizbul Wathan, Pimda Tapak Suci, serta MPKSDI Pimpinan Daerah dan Cabang.




Share:

Aplikasi Kader-Mu: Bekal Dakwah Kader Persyarikatan

 














Surakarta, 5 Februari 2025 – Tim Pengembangan Persyarikatan dan Dakwah Al-Islam Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Surakarta (P2DAI UMS) mengadakan workshop bertajuk "Aplikasi Kader-Mu: Bekal Dakwah Kader Persyarikatan" pada Rabu (5/2). Kegiatan ini bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Aisyiyah Joyosuran dan dihadiri oleh para kader Muhammadiyah setempat.

Aplikasi Kader-Mu dirancang sebagai alat bantu bagi kader dalam berdakwah, dengan fitur-fitur seperti panduan beribadah sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, kumpulan materi kultum, dan informasi umum tentang persyarikatan Muhammadiyah. Panduan beribadah ini mengacu pada keputusan-keputusan Majelis Tarjih yang menjadi rujukan resmi dalam praktik ibadah warga Muhammadiyah. 

Tim P2DAI UMS yang terlibat dalam kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., dengan anggota Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I.; Rahma Ayuningtyas Fachrunisa, M.Psi., Psikolog; Diah Priyawati, S.T., M.Eng.; Mirzam Arqy Ahmadi, S.M., M.M.; dan Novel Idris Abas, S.Kom., M.M. Mereka memberikan pelatihan kepada peserta mengenai cara mengakses dan memanfaatkan fitur-fitur dalam aplikasi tersebut.

Dalam sesi praktik, peserta diajak untuk mencoba langsung aplikasi Kader-Mu, mulai dari mencari panduan ibadah hingga memilih materi kultum yang sesuai untuk disampaikan dalam berbagai kesempatan. Diharapkan, dengan adanya aplikasi ini, para kader dapat lebih mudah mengakses informasi yang akurat dan terpercaya, sehingga mampu meningkatkan efektivitas dakwah mereka di tengah masyarakat.

Melalui workshop ini, diharapkan para kader Muhammadiyah semakin terampil dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan dakwah, serta mampu menyebarkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan sesuai dengan prinsip-prinsip Muhammadiyah.

Share:

SAFARI DAKWAH USTADZ ABDUL MUTOLIB AL-JABALY DI MASJID EID SALIM AL-ANZI JEBRES, DIHADIRI MAHASISWA NIGERIA

 


Muballigh Muhammadiyah Kota Surakarta Ust. Abdul Mutolib Al-Jabaly melakukan safari dakwah di Masjid Eid Salim Al-Anzi Ngoresan Jebres Surakarta Ahad 5 Januari 2025. Safari dakwah yang diselenggarakan di Masjid yang terletak di samping asrama mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarya tersebut dihadiri oleh jama’ah setempat yang kebanyakan kaum hawa. Namun hadir juga beberapa pengurus dari takmir masjid dan pimpinan Ranting Muhammadiyah Jebres Timur. Hadir juga beberapa mahasiswa asing dari Nigeria yang sedang menempuh pendidikan di UNS.

Pengurus Takmir Masjid, Ustadz Sutrisno Al-Habib, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Korps Muballigh Muhammadiyah Kota Surakarta yang telah menjadikan masjid Salim Al-Anzi sebagi salah satu titik safari dakwah muballigh Muhammadiyah. Beliau juga menyampaikan antusiasme para jama’ah ibu-ibu untuk menyambut safari dakwah ini. Saat ini memang jadwalnya pengajian ummahat (ibu-ibu), namun diundang juga beberapa pengurus takmir dan pimpinan PRM setempat, lanjut beliau. 

Ustadz Sutrisno Al-Habib juga mengenalkan beberapa mahasiswa asing UNS dari Negiria yang ikut hadir pada kesempatan tersebut. Mereka adalah penghuni asrama Mahasiswa UNS yang memang senang menhadiri majlis ilmu untuk menambah pengetahun agama mereka sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia mereka.

Dalam safari dakwah tersebut Ustadz Abdul Mutolib Aljabaly menyampaikan materi tentang kunci meraih keberuntungan hidup. Menjelaskan hadis Nabi saw, beliau menjabarkan tiga hal kunci meraih keberuntungan hidup yaitu; Iman Islam yang terjaga, rizki yang cukup, dan sikap qona’ah. Beliau juga mengingatkan jama’ah agar tidak terkena prank dalam beragama. Menurut beliau orang yang terkena prank dalam agama adalah mereka yang berislam tetapi akidahnya tidak benar dan amalnya tidak berdasarkan tuntunan Allah dan Rasulnya.

Syafari dakwah Muballigh Muhammadiyah Kota Surakarta merupakan Program Kerja Majlis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Kota Surakarta dalam rangka menggairahkan syiar dakwah di warga masyarakat dan mendayagunakan Korps Muballigh Muhammadiyah. Bulan Januari 2025 ini merupakan putaran ke-7 sejak digulirkan akhir tahun 2023.

 


Share:

Muhammadiyah Unggul dan Berkemajuan

Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta menggelar dialog Ideologi, Politik, dan Organisasi (Ideopolitor), di Auditorium ITS PKU Muhammadiyah Surakarta bertajuk Menguatkan Pemahaman dan Komitmen terhadap Nilai-Nilai Dasar Persyarikatn Muhammadiyah, Minggu (8/12/2024).

Memahami ideologi, politik, dan organisasi Muhammadiyah menjadi sebuah keharusan warga persyarikatan terutama pimpinan cabang Muhammadiyah. Hal itu disampaikan Ketua MPKSDI Dr Suyanto.

“Kegiatan ini diikuti sebanyak 60 peserta terdiri dari unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Solo Utara, Banjarsari dan Kotta Barat,” kata Suyanto.

Beberapa materi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi: Arah kebijakan Muhammadiyah Kota Surakarta disampaikan Drs KH Anwar Sholeh MHum; Matriks Key Performance Indikator oleh H Dodok Sartono SE MM Sekretaris PWM Jawa Tengah; Ideologi dan Visi Kebangsaan Muhammadiyah menghadapi tahun Politik Dr H Ari Anshori MAg; Risalah Islam Berkemajuan Prof Dr Sofyan Anif MSi Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta.

“Ini sebagai bentuk praktik ta’awun perguruan Muhammadiyah terhadap persyarikatan Muhammadiyah dan tanggung jawab akademik yaitu terkait Catur Dharma Perguruan Tinggi adalah integrasi empat hal ke dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, seperti Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Al-Islam Kemuhammadiyahan,” beber Wakil Rektor III ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, Suyanto.

Tafsir Muhammadiyah kekinian inilah di era industry 4.0 menuju Masyarakat society 5.0 yang melahirkan pandangan Muhammadiyah tentang negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi wa Syahadah.

Terlebih dalam konteks ideologi, politik, dan organisasi. Ideopolitor menjadi forum yang tepat untuk merumuskan seperti apa konsep dan kontribusi Muhammadiyah khususnya persoalan yang terkait dengan ideologi, politik, dan organisasi.

“Ini sangat strategis karena juga memberikan pemahaman tentang dinamika politik nasional dan global serta implikasinya terhadap Muhammadiyah di berbagai level pimpinan, dan penguatan manajemen organisasi dan kepemimpinan Muhammadiyah yang fleksibel dan adaptif di era perubahan. Yang muaranya menumbuhkan dan mewujudkan tiga konsep besar: jamaah, jam’iyah, dan jariyah,” urainya.




Share:

Revitalisasi Gerakan Ranting dan Cabang Muhammadiyah yang Berkemajuan

 

Tawangmangu - Visi Persyarikatan Muhammadiyah. Sebagai gerakan Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunah. Dengan watak tajdid yang dimilikinya, senantiasa istiqomah dan aktif dalam melaksanakan dakwah Islam amal ma’ruf nahi mungkar di segala bidang sehingga menjadi Rahmatan Lil-alamin bagi ummat, bangsa dan dunia kemanusiaan menuju terciptanya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang diridhoi Allah SWT dalam kehidupan di dunia ini.


Misi: 
  1. Menegakkan keyakinan tauhid yang murni sesuai dengan ajaran Allah SWT yang dibawa oleh Rasulullah SAW yang disyariatkan sejak Nabi Nuh as hingga Nabi Muhammad SAW.
  2. Memahami agama dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam untuk menjawab da menyelesaikan persoalan – persoalan kehidupan yang bersifat duniawi.
  3. Menyebarluaskan ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an sebagai kitab Allah SWT yang terakhir untuk umat manusia sebagai penjelasannya.
  4. Mewujudkan amalan – amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.


Strategi: 
Optimalisasi pelaksanaan program UPP


Pemberdayaan PRM


Pemberdayaan Ortom




Peningkatan mutu AUM



Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Total Tayangan Halaman

Mengenai MPKSDI Solo

Email: mpksdimuhammadiyahsolo@gmail.com

YouTube MPSDI

Cari Blog Ini