• Pengukuhan

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam melaksanakan keputusan Muktamar ke-48 perlu mengangkat Anggota Pimpinan Majelis/Lembaga/Biro untuk menyelenggarakan program, kegiatan, amal usaha, dan membantu bidang-bidang tertentu yang bersifat pelaksanaan kebijakan untuk mencapai tujuannya.

  • Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru

    Agenda : 1. Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru 2. Menyusun Progam Kerja.

  • Sesuai lampiran SK PDM No 016/KEP/III.O/D/2023

    tentang pengesahan susunan dan pengangkatan anggota majelis, supervisor Prof Dr H Sofyan Anif MSi, Konsultan H Ahmad Sukidi MPd, Ketua Suyanto MPdI, Wakil Ketua 1 Drs H Sukendar MPd, Wakil Ketua 2 Pramuseto Rahman SPd, Sekretaris Abdul Afif Amrullah SPsi, Wakil Sekretaris Fajar Tri Winarno SSos, Bendahara Joko Kendro Maryanto SE, Wakil Bendahara Muhammad Halim Maimun SE MM.

  • K.H. Ahmad Dahlan

    Mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 Zulhijjah 1330 H, atau bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1912. Ahmad Dahlan bernama kecil Muhammad Darwisy lahir pada tahun 1868 di Kampung Kauman Yogyakarta dan meninggal dunia pada tanggal 25 Febuari 1923 dalam usia 55 tahun.

  • Pengembangan Kader

    Muhammadiyah (pada saat berdiri ditulis Moehammadijah) adalah nama gerakan Islam yang lahir di Kauman Yogyakarta tanggal 18 November 1912. Pada saat waktu berdirinya dan mengajukan pengesahan kepada pemerintah Hindia Belanda menggunakan tanggal dan tahun Miladiyah.

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Refreshing PDM Solo Prof Dai Iman Harus Membumi dalam Amal dan Pelayanan Umat

 


MPKSDISOLO.COM - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar Pengajian Refreshing PDM Kota Surakarta pada Jumat (13/03/2026) di Aula Gedung Balai Muhammadiyah PDM Solo.

Kegiatan yang diikuti sekitar 470 peserta ini bertujuan untuk menyegarkan kembali semangat kader dalam berkhidmat di Muhammadiyah. Acara diawali dengan salat Tarawih berjemaah di Masjid Balai Muhammadiyah, kemudian dilanjutkan pengajian di aula yang dimulai sekitar pukul 20.15 WIB.

Perwakilan Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) PDM Surakarta, Suyanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa istilah refreshing pengajian dimaksudkan untuk menguatkan kembali semangat kader Muhammadiyah dalam bergerak melalui pengajian.

“Mengapa disebut refreshing pengajian? Karena Muhammadiyah itu gerakannya dari ngaji ke ngaji. Maka pengajian malam ini untuk me-refresh kembali semangat kita agar berkhidmat di Muhammadiyah dengan lebih bersemangat dan bergembira,” ujar Suyanto.

Sementara itu, Prof. Dai dalam ceramahnya mengangkat tema “Iman yang Membumi: Menjadikan Tauhid sebagai Energi Utama dalam Bermuhammadiyah dan Melayani Umat.” Ia menukil QS Ibrahim ayat 24–26 yang memisalkan iman seperti pohon yang baik.

Menurut Prof. Dai, pohon yang baik digambarkan memiliki akar yang kuat dan cabang yang menjulang tinggi, sebagaimana pohon kurma yang akarnya menembus bumi dan cabangnya berkembang dengan baik.

“Perumpamaan ini menggambarkan iman. Seorang mukmin yang sejati imannya menancap kuat di dalam hati, kemudian amal salehnya naik ke langit karena amal yang keluar dari orang beriman adalah amal yang diterima oleh Allah SWT,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa secara klasik iman dipahami sebagai tasdiq bil qalb (membenarkan dengan hati), diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan melalui amal saleh. Karena itu, iman yang benar harus membumi dalam tindakan nyata.

Prof. Dai juga mengaitkan perumpamaan tersebut dengan gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam dan gerakan tajdid harus memiliki akar tauhid yang kuat.

Ia menjelaskan bahwa dalam aspek akidah dan ibadah, Muhammadiyah menekankan pemurnian dari praktik syirik, tahayul, dan bidah. Sementara dalam urusan duniawi, Muhammadiyah mendorong dinamisasi agar amal usaha seperti rumah sakit, sekolah, dan universitas mampu berkembang dan bersaing.

“Muhammadiyah adalah gerakan amal. Kalau gerakan amal, tidak banyak bicara tetapi banyak bekerja,” kata Prof. Dai, mengutip pesan tokoh Muhammadiyah KH AR Fachruddin.

Ia mencontohkan berbagai aksi nyata Muhammadiyah, seperti keterlibatan relawan dalam penanganan bencana melalui MDMC dan berbagai program sosial melalui Lazismu yang diterima luas oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dai juga menekankan pentingnya penguatan gerakan di tingkat cabang dan ranting sebagai ujung tombak Muhammadiyah.

Menurutnya, jika cabang dan ranting hidup dengan kegiatan pengajian, kaderisasi, dan penguatan amal usaha, maka gerakan Muhammadiyah akan terus berkembang hingga ke tingkat akar rumput.

Ia mengajak seluruh kader untuk menghidupkan masjid sebagai pusat solusi umat. Di Solo sendiri terdapat sekitar 153 masjid Muhammadiyah yang tersebar di tujuh cabang, yang menurutnya merupakan potensi besar bagi penguatan dakwah.

“Masjid harus dimakmurkan dan memakmurkan. Dari masjid kita bangkit. Apa pun masalahnya, masjid harus menjadi solusinya,” tegasnya.

Menutup ceramahnya, Prof. Dai menegaskan bahwa iman yang benar tidak cukup berhenti pada ibadah personal, tetapi harus melahirkan amal dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mencontohkan gerakan KH Ahmad Dahlan yang mengkaji Surah Al-Ma’un hingga melahirkan gerakan sosial nyata sebagai wujud dakwah Muhammadiyah.

Pengajian tersebut ditutup dengan yel-yel semangat yang menggema di aula, antara lain “Ranting, itu penting!; Cabang, harus berkembang!, Masjid, makmur memakmurkan!, Muhammadiyah, sukses dunia sukses akhirat.!”


Penulis : Mafaza Haikal Ahmad


Share:

Rapat Pengajian Refreshing PDM Kota Surakarta


Pengajian Refreshing PDM Kota Surakarta. In sya Allah, besok ;

Hari/Tanggal : Senin, 9 Maret 2026

Acara : rapat persiapan panitia kegiatan Tarawih Bersama dan Pengajian Refreshing PDM

Pukul :  16.00 WIB - Selesai Tempat : Ruang Rapat Balai PDM Kota Surakarta. Bukber Support by Almaz Fried Chicken- Solo Slamet Riyadi.



Share:

Muhammadiyah Solo Tingkatkan Kompetensi Warga Persyarikatan Lewat Pelatihan Reputasi Digital

 


mpksdisolo.com - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Aula Balai Muhammadiyah PDM Kota Surakarta. Kegiatan ini diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri atas unsur Ortom, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta Majelis dan Lembaga di lingkungan persyarikatan setempat.


Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen PDM Surakarta untuk meningkatkan kemampuan warga persyarikatan dalam mengelola media digital secara efektif. Di tengah derasnya arus informasi dan berkembangnya ruang digital, organisasi dituntut mampu menjaga reputasi serta menghadirkan konten yang berkualitas, beretika, dan mencerminkan nilai-nilai Islam berkemajuan.


Ketua panitia menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan menambah wawasan, tetapi juga menguatkan etos kolaborasi antarlembaga Muhammadiyah di Surakarta. Peserta mendapatkan materi terkait strategi komunikasi digital, manajemen citra organisasi, hingga teknik merespons dinamika media sosial yang semakin kompleks. Pelatihan ini dirancang agar seluruh unsur Muhammadiyah di tingkat kota mampu bergerak lebih adaptif dan profesional dalam memanfaatkan teknologi informasi.


Wakil Ketua PDM Kota Surakarta, *Drs. H. M. Joko Riyanto, S.H., M.M., M.H*, menegaskan bahwa mengikuti pelatihan merupakan bagian dari kewajiban menuntut ilmu. Menurutnya, kemampuan mengelola media digital bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan organisasi modern. “Menuntut ilmu itu wajib bagi seluruh Muslim. Pelatihan ini bagian dari menuntut ilmu. Jadi setelah ikut pelatihan harus bisa. Kalau ada yang tidak bisa, silakan ditanyakan agar bisa. Malu bertanya maka tidak bisa,” ujarnya ketika memberikan sambutan pembuka.


Dalam kesempatan itu, Joko Riyanto juga mengingatkan bahwa reputasi digital organisasi tidak hanya dibangun oleh konten resmi institusi, tetapi juga oleh perilaku dan jejak digital para anggotanya. Karena itu, ia mengimbau seluruh peserta untuk mengedepankan adab bermedia sosial, menjaga kredibilitas, serta memastikan setiap unggahan mencerminkan nilai dakwah yang mencerahkan.


Sejumlah peserta mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan ini. Mereka menilai materi yang disampaikan relevan dengan tantangan digital saat ini, terutama bagi Ortom dan AUM yang aktif berinteraksi dengan masyarakat melalui kanal sosial media. Pelatihan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan pola kerja komunikasi organisasi agar lebih terarah dan efektif.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PDM Surakarta berharap seluruh unsur persyarikatan memiliki kapasitas lebih baik dalam mengelola informasi serta mampu membangun citra positif Muhammadiyah di ruang digital. Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam ekosistem komunikasi modern, sekaligus memperkuat dakwah berkemajuan di era teknologi.



Share:

SD MUHAMMADIYAH 7 JOYOSURAN TERAPKAN MODEL HIDROPONIK UNTUK WUJUDKAN SEKOLAH ADIWIYATA

 


Surakarta, 26 Agustus 2025 – SD Muhammadiyah 7 Joyosuran Surakarta mengambil langkah nyata dalam mewujudkan sekolah ramah lingkungan melalui penerapan teknologi tanaman hidroponik. Program ini merupakan bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat yang digagas Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama pihak sekolah.

Instalasi hidroponik dipasang di lingkungan sekolah dengan sistem Nutrient Film Technique (NFT) berkapasitas 108 lubang. Tanaman yang dibudidayakan meliputi sayuran cepat panen seperti bayam, kangkung, dan caisim, dengan media rockwool serta nutrisi AB Mix. Teknologi ini juga dilengkapi dengan pompa otomatis agar perawatan lebih mudah dan efisien.

Kegiatan ini melibatkan para guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 7 Joyosuran Surakarta. Mereka mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara menyemai benih, menyiapkan media tanam, hingga perawatan tanaman hidroponik. Para audience terlihat antusias saat mencoba menanam sayuran ke dalam instalasi hidroponik.

Kepala SD Muhammadiyah 7 Joyosuran, Yuniarto Harjanto, S.P., S.Pd., menyambut baik kegiatan ini.

“Hidroponik bukan hanya menghijaukan sekolah, tetapi juga menjadi media belajar yang nyata bagi siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.

Program ini sejalan dengan upaya sekolah untuk meraih predikat Sekolah Adiwiyata, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan.

Tim pengabdian UMS menambahkan bahwa hidroponik akan menjadi contoh praktik ramah lingkungan yang bisa diterapkan secara luas. Selain itu, sayuran hasil panen nantinya juga dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah, sehingga mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

Dengan adanya instalasi hidroponik ini, diharapkan lingkungan sekolah akan tampak lebih hijau, asri, dan edukatif. SD Muhammadiyah 7 Joyosuran berharap program ini dapat berlanjut dan menginspirasi sekolah lain di Surakarta untuk ikut serta dalam gerakan Sekolah Adiwiyata.

Pelaksana mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan penuh dan pendanaan yang telah diberikan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul “Desain Sekolah Ramah Lingkungan Menuju Sekolah Adiwiyata yang Berkelanjutan” melalui Nomor Kontrak Induk: 123/C3/DT.04.00/PM/2025 serta Nomor Kontrak Turunan: 006/LL6/PM/AL.04/2025; 120.21/A.3-III/LPMPP/V/2025, sehingga kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik.

Share:

Baitul Arqom Perkuat Ideologi Muhammadiyah


 



















Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar Baitul Arqom di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah, Karanganyar, Jumat-Sabtu (22-23/8/2025). Kegiatan kaderisasi ini diikuti jajaran pimpinan dan unsur pembantu pimpinan (UPP) PDM Surakarta.

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Kota Surakarta, Dr. Suyanto, mengatakan Baitul Arqom menjadi sarana penting untuk memperkuat ideologi, visi, dan komitmen gerakan Muhammadiyah di tengah tantangan zaman.

“Kader Muhammadiyah harus kokoh dalam ideologi, aktif berdakwah, sekaligus adaptif terhadap perkembangan masyarakat. Baitul Arqom ini adalah ruang untuk meneguhkan semangat itu,” ujar Dr. Suyanto kepada wartawan, Jumat (22/8/2025).

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting Muhammadiyah, antara lain Dr. K.H. KRAT. Tafsir, M.Ag. (Ketua PWM Jawa Tengah), Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Hasan, M.Si. (Wakil Ketua PWM Jawa Tengah), Drs. H.A. Dahlan Rais, M.Hum. (Ketua PP Muhammadiyah), dan Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, M.Fil.I., MPA. (Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah).

Menurut Dr. Suyanto, melalui kegiatan ini diharapkan lahir kader Muhammadiyah yang berkarakter kuat, berilmu, dan siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan persyarikatan.

“Surakarta punya sejarah panjang dalam pergerakan Muhammadiyah. Karena itu, penguatan kader menjadi agenda utama agar persyarikatan terus berkontribusi nyata,” tegasnya.

Kegiatan Baitul Arqom berlangsung selama dua hari dengan materi ideologi, kepemimpinan, serta strategi dakwah Muhammadiyah.



Share:

Haflatul Wada’ Ma’had AISKA Gelombang 3

 


 














“Perfect Plan Make a Perfect Life” Jadi Penutup Indah Perjalanan Mahasantri Di Ma'had Universitas Aisyah Surakarta 

Surakarta, 31 Mei 2025 – Suasana penuh haru dan semangat kebersamaan mengiringi pelaksanaan Haflatul Wada’ (acara perpisahan) Ma’had Universitas ‘Aisyah Surakarta Gelombang 3 Tahun Akademik 2024/2025. Acara ini mengusung tema inspiratif: “Perfect Plan Make a Perfect Life”, sebagai simbol refleksi dan harapan masa depan para mahasantri.

Dipandu langsung oleh pembimbing Ma’had, Ustadz Imam Muqoyyadi, kegiatan ini berlangsung pada pukul 15.30 hingga 17.30 WIB dengan berbagai rangkaian acara yang sarat makna, kreativitas, dan nilai-nilai islami.

Acara dibuka dengan penampilan akustik yang membangkitkan suasana hangat, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an yang memberi nuansa khidmat. Penampilan paduan suara, laporan panitia, hingga dokumenter perjalanan santri menghadirkan kilas balik penuh kenangan.

Momentum kesan pesan menjadi ruang ungkapan rasa terima kasih dan harapan. Sambutan-sambutan dari pihak Mahad mempertegas komitmen lembaga dalam membina karakter islami dan akademik.

Tak hanya formal, acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni seperti tari, pembacaan puisi, atraksi pencak silat, hingga pembagian Ma’had Awards, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi santri dan pengurus.

Kegiatan ditutup dengan penampilan musik akustik serta doa bersama, menjadi simbol pamungkas dari perjalanan intensif pembinaan di Ma’had Universitas Aisyiyah Surakarta.

“Kegiatan ini bukan sekadar perpisahan, melainkan momentum untuk mengingat kembali proses pembelajaran dan perjuangan selama di Mahad ,” ujar Teguh Sabekti selaku ketua panitia dalam sambutannya.

Banyak hal menarik yang terjadi pada acara kali ini. Seperti para mahasantri yang menari membuat seluruh penonton dan tamu undangan merasa sangat terhibur, atraksi silat yang memukau, puisi bahasa arab yang membuat hati tentram dan lagu lagu nuansa islami yang menggugah semangat.

Hal itu lantas membuat para tamu penting seperti ketua p3si bapak Muhlizardi dan badan pembina harian Universitas Aisyah Surakarta dr Hamdan Maghribi memberikan pujian.

" Meski bukan kampus seni akan tetapi menampilkan seni yang tidak kalah bagus dengan kampus seni, bukan dari progam pendidikan bahasa arab tapi pandai menggunakan bahasa arab. Itu yang membuat acara ini menjadi semakin bagus. " Ujar Bapak Muhlizardi selaku Ketua p3si juga pemberi sambutan.

Dengan terselenggaranya acara ini, Universitas ‘Aisyah Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.

Share:

Kemuliaan Bulan Dzulhijah





















Oleh : Andy Ratmanto, SH / Anggota Korps mubaligh muda Muhammadiyah Kota Surakarta

Bulan Dzulhijah adalah salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam. 

Ia termasuk dalam deretan empat bulan haram (asyhurul hurum), yakni bulan-bulan yang dimuliakan Allah dan di dalamnya kaum Muslimin diperintahkan untuk memperbanyak amal shaleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Allah ï·» berfirman dalam Al-Qur’an:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram..."

 (QS. At-Taubah: 36)

Di antara empat bulan itu, Dzulhijah memiliki keistimewaan tersendiri karena mengandung hari-hari terbaik sepanjang tahun, sebagaimana sabda Rasulullah ï·º:

"Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah."

 (HR. Bukhari)

Keistimewaan 10 Hari Pertama Dzulhijah

Sepuluh hari pertama Dzulhijah disebut-sebut sebagai hari-hari paling agung. Di dalamnya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh seperti:

Puasa: Terutama puasa pada tanggal 9 Dzulhijah (hari Arafah) bagi yang tidak menunaikan haji. 

Rasulullah ï·º bersabda:

 "Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar ia menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."

 (HR. Muslim)

Takbir dan dzikir:

 Disunnahkan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih, terutama sejak masuknya bulan Dzulhijah hingga hari-hari Tasyriq (13 Dzulhijah).

Qurban: Pada tanggal 10 Dzulhijah (Idul Adha), umat Islam yang mampu dianjurkan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan dan mengikuti sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Haji dan Arafah: Dzulhijah adalah bulan pelaksanaan ibadah haji, puncaknya pada tanggal 9 Dzulhijah saat wukuf di Arafah. 

Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang utama, dan hari itu disebut sebagai "hari pengampunan dosa".

Idul Adha: Hari Raya Pengorbanan dan Kepasrahan

Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijah merupakan puncak dari rangkaian ibadah. 

Ia mengingatkan umat Islam pada keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam hal keikhlasan dan ketaatan kepada Allah. 

Kisah pengorbanan mereka menjadi simbol agung tentang pengabdian tanpa syarat kepada Tuhan.

Penutup

Dzulhijah bukan hanya bulan haji atau kurban, tetapi bulan penuh rahmat, ampunan, dan kesempatan emas untuk memperbaiki diri. 

Mari kita manfaatkan hari-hari mulia ini dengan memperbanyak ibadah, memperkuat keimanan, serta menebar kebaikan kepada sesama.

 Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan penuh kemuliaan ini.

“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”

Share:

Sabar Kunci Masuk Surga Tanpa Hisab












SOLO – Sabar masuk surga tanpa hisab disampaikan oleh pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo Dwi Jatmiko.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Kuliah Subuh Muhammadiyah Gajahan Solo, bertempat di TK ABA yang berlamat Patang Puluhan Rt 02/4, Minggu (25/5/2025).

Mengutip firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 214, ustaz Jatmiko mengatakan, “Apakah kalian mengira pasti mudah masuk surga menurut perhitungan jumlah amalan.”

Jalan masuk surga pasti dicari semua muslim, Selain iman dan amal, ada satu kunci yaitu sabar. Sabar bukanlah warisan biologis dari orang tua kepada anaknya. Sabar bukanlah suatu prestasi akademis yang dapat kita raih di bangku sekolah. Sabar bukanlah sesuatu yang dapat kita beli dengan harta. 

“Sabar bukanlah suatu tempat yang dapat kita masuki dan menikmatinya, bahkan sabar bukanlah anugerah semata dari Allah Azza wa Jalla, tanpa melalui proses meraih kesabaran itu sendiri,” ujar anggota Korps Mubalig Solo itu.

Selain itu, karena bobot iman kita kurang kwalitas menjalani ibadah, maka Allah memberi pilihan jalan lainnya untuk mudah masuk ke surga, yakni dengan cara menuntut iman kita harus penuh kualitas menjalani musibah. Musibah seperti halnya yang dialami orang-orang yang telah berlalu dari sebelum kalian. 

“Mari berprasangka baik kepada Allah, ketika kita dijadwalkan menjalani musibah berupa kesusahan, ke-sengsaraan, dan diguncangkan. Semua itu semata-mata untuk mendapatkan surga dari Allah, yang tak bisa kita dapatkan dari amalan salat, puasa, haji, bacaan quran,” ajak Guru Pendidikan Agama Islam di SD Muhammadiyah Ketelan Solo ini.

Namun, lanjutnya sebab, rasa sabar kita menjalani ibadah salat, puasa, haji, baca quran mungkin masih kurang dibanding rasa sabar menjalani musibah. Karena itulah Allah menghendaki kita kepada jalan yang termudah untuk menuju surgaNya sesuai dengan kesanggupan sabarnya kita. Secara ‘aqidah, modalnya masuk surga adalah sabar menjalani hidup dengan iman. Secara syari’at modalnya masuk surga adalah sabar menjalani ibadah. 

“Secara akhlaq, modalnya masuk surga adalah sabar menjalani musibah. Sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan dalam Surat Thaha ayat 132 yang artinya, Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya,” tutur Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat.

Share:

PIMPINAN RANTING MUHAMMADIYAH JAJAR BELAJAR RUKTI JENAZAH





















Surakarta - Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jajar (PRM JAJAR) memberikan pelatihan cara merawat atau pemulasaraan jenazah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Hidayah Jajar Minggu  (25/05/2025).

Kegiatan ini terlaksana atas tanggung jawab dari ketua ranting jajar Madi Mulyono selaku Ketua ranting jajar dan perwakilan anggota ranting mumammadiyah jajar mengatakan menyelenggarakan pengajian ini insyallah akan di adakan rutin setiap bulan dengan mengambil tema yang berbeda-beda. “Kebetulan pada pengajian rutin bulan mei ini mengambil tema tata cara merawat jenazah putra dan putri. Dengan pembicara yaitu  ( Alumni Pelatihan Rukti Jenazah RS. PKU Muhammadiyah Solo )

Agung Pamungkas Selaku Anggota Ranting Jajar  berharap melalui pelatihan ini dapat memberikan ilmu, wawasan serta keterampilan bagi semua dan punya kader tim rukti jenazah dari ranting jajar sendiri. Nah setelah mengikuti pelatihan ini, kita disini jadi tahu bagaimana cara merawat jenazah. Sehingga misal ada tetangga yang membutuhkan, bisah siap membantu di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arif Setiawan, S.Si, M. T selaku pemateri memberikan pelatihan tentang bagaimana cara merawat jenazah. Yaitu mulai dari peralatan yang dipersiapkan saat akan memandikan jenazah, cara memandikan jenazah, mengafaninya baik laki laki atau perempuan.

“Pelatihan ini penting karena yang namanya kematian pasti akan terjadi. Dengan bekal ilmu cara merawat jenazah ini, jika sewaktu-waktu ada tetangga atau kerabat yang meninggal, kita bisa membantu untuk merawat jenazah,” ujarnya.

Diakhir acara pelatihan, ditutup dengan praktek prakter cara membungkus jenazah laki laki atau perempuan secara baik dan benar.


Penulis Cahyo Nugroho



Share:

Mahad Got Talent (MGT) 2025 Panggung Kreasi Mahasantri Mahad Universitas ‘Aisyiyah Surakarta












Surakarta, 13/05/2025 – Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti Mahad Universitas ‘Aisyiyah Surakarta dalam acara Got Talent Mahad 2025. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang apresiasi terhadap bakat dan potensi santri, dengan melibatkan enam kelompok peserta yang menampilkan ragam pertunjukan, mulai dari menyanyi, pencak silat, hingga tilawah Al-Qur’an.

Acara dimulai pada pukul 19.30 WIB di halaman Mahad. Masing-masing kelompok menampilkan kreativitas terbaiknya: kelompok pertama menyuguhkan penampilan vokal Islami yang menyentuh hati, diikuti oleh demonstrasi pencak silat yang menunjukkan keberanian dan kekompakan, serta penampilan tilawah Al-Qur’an yang khusyuk dan penuh penghayatan.

Dimas, selaku Wakil Ketua Organisasi Mahsantri Mahad (OMM), menyampaikan harapannya,

“Kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk mengasah kepercayaan diri, kerja sama, dan kekuatan ukhuwah antar santri. Saya sangat bangga melihat semangat teman-teman semua. Semoga ini menjadi langkah awal untuk acara-acara yang lebih besar dan inspiratif ke depannya.”

Sementara itu, Imam Muqoyyadi, selaku Pengurus Mahad, juga memberikan apresiasinya,

“Got Talent ini merupakan bentuk nyata bahwa mahasantri tidak hanya unggul dalam aspek keilmuan dan religius, tetapi juga dalam bidang seni dan budaya. Kami berharap, ke depan akan lebih banyak kegiatan yang bisa memfasilitasi potensi dan bakat mereka secara menyeluruh.”

"Mahad Got Talent tidak hanya sekedar kegiatan biasa, tapi didalamnya ada unsur pendidikan. Ada pendidikan mental, kreatifitas, kepemimpinan dan lain-lain. Panitianya, penampilnya, bahkan penontonnya pun ikut terdidik." Imbuhnya....

Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknik, penampilan, dan pesan moral dari setiap pertunjukan. Acara ditutup dengan pemberian apresiasi kepada kelompok terbaik, serta penyampaian pesan dan kesan dari para peserta.

Dengan terselenggaranya Got Talent Mahad 2025, Mahad Universitas ‘Aisyiyah Surakarta terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi santri yang seimbang antara intelektual, spiritual, dan kreatifitas.

Penulis: M Iqbal Dwy



Share:

Tingkatkan Kepercayaan Diri Mahasantri Mahad Universitas ‘Aisyiyah Surakarta Gelar Public Speaking

 












Tingkatkan Kepercayaan Diri Mahasantri Mahad Universitas ‘Aisyiyah Surakarta Gelar Public Speaking  

Surakarta, 12 Mei 2025 – Mahad Universitas ‘Aisyiyah Surakarta menggelar kegiatan Public Speaking yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan membangun kepercayaan diri para mahasantri. Kegiatan yang berlangsung di lapangan badminton Mahad tersebut diadakan pada akhir pekan dengan tema “Berani Bicara, Siap Memimpin.”

Sebanyak enam peserta terpilih mewakili masing-masing kelompok mahasantri putra dalam kompetisi yang dikemas dalam tiga babak menantang. Babak pertama menguji kemampuan peserta dalam berbicara menggunakan bahasa asing maupun bahasa daerah. Pada babak kedua, peserta diminta untuk berperan sebagai tokoh tertentu, seperti rektor, pembawa acara nonformal, host TikTok, pemandu wisata, presenter, motivator, presiden BEM, hingga politikus. Sementara itu, babak ketiga menekankan pada kemampuan spontanitas peserta dalam mendeskripsikan sebuah kata secara langsung di hadapan audiens.

Ketua Mahasantri Mahad, Iqbal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk mencetak generasi yang siap tampil dan memimpin. “Public speaking bukan sekadar berbicara, tetapi tentang bagaimana menyampaikan ide dengan percaya diri dan memberikan dampak. Kami ingin melahirkan generasi yang siap tampil dan memimpin dengan keberanian,” ujarnya.

Salah satu peserta, Jihad, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya pengalaman yang berharga. “Awalnya saya merasa gugup, tetapi setelah berbicara di depan umum, saya menjadi lebih percaya diri. Ini merupakan pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” katanya antusias.

Kepala Mahad, Imam Muqoyadi, turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum bagi para santri di era modern. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membentuk karakter pemimpin yang komunikatif, percaya diri, dan mampu membawa perubahan positif di lingkungan mereka,” tuturnya.

Kegiatan Public Speaking ini mendapatkan respons positif dari berbagai pihak dan direncanakan akan menjadi agenda rutin Mahad pada setiap gelombang. Melalui program ini, diharapkan para mahasantri tidak hanya unggul dalam aspek keagamaan dan akademik, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang efektif serta pemimpin masa depan yang berintegritas.

Kelompok 3

1. Muhammad Iqbal Dwy Novaiano 

2. Muhammad Jihad Hafid

3. Muhammad Dimas Iqbal Cahya Prayoga 

4. Luqman Nur Rohman

5. Heri Kurniawan 

6. Fikri Setiyawan

7. Dimas Chandra Giri

8. Naufal Dias Aprillian











Share:

Sistem Penerimaan Santri Baru Mahad MTQMS

 





















Sistem Penerimaan Santri Baru Mahad MTQMS

Share:

Waka Humas Terima Sertifikat Pembicara Menulis Artikel Populer












SOLO – Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan for the best education SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jawa Tengah menerima sertifikat dari Direktur Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Sirojul Falah Bogor atas kehadirannya sebagai pembicara menulis artikel populer, Selasa (6/5/2025). 

“Alhamdulillah bisa belajar dan berkolaborasi bersama untuk tergerak bergerak dan menggerakkan literasi menulis artikel populer bersama Dr Misno SHI SE SPd MEI MH MPd Stasifa Bogor Jawa Barat,” terang Dwi Jatmiko. 

Jatmiko melanjutkan, rendahnya reading literacy bangsa kita menyebabkan Sumber Daya Manusia kita tidak kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai akibat lemahnya minat dan kemampuan membaca dan menulis.

“Membaca dan menulis belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa,” katanya.

Literasi di manapun merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan semua pihak terutama warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik).

“Kita bersama telah membaca ada temuan PISA 2022 tingkat literasi siswa Indonesia peringkat 39 dari 41 Negara. Naik peringkat tapi skor turun. Lalu, temuan KPK tahun 2025 melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) nilai indeks Integritas pendidikan Indonesia tahun 2024 di angka 69,50 atau berada pada level 'Korekrif' dan temuan Dinas Pendidikan di Buleleng Bali bahwa masih banyak anak SMP yang tidak bisa membaca dengan lancar tapi lancar bermain media social,” bebernya.

Menurutnya, keuntungan menjadi penulis populer bagi siapapun yang mahir menulis. Pasti selalu dapat ilmu lebih karena sering mencari referensi untuk bahan tulisan. Kalau bagi guru biasanya menguasai model pembelajaran, lebih aplikatif dan membumi. 

Siapapun harus sadar bahwa pentingnya menulis sebagai bagian dari pengamalan ilmu, dakwah dan mengaitkannya dengan wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW dalam Al-Alaq yang menekankan pentingnya membaca dan menulis.

“Menambah wawasan punya pandangan baru yang berkemajuan. Mahir menulis dan karya tulis bisa menunjang kenaikan pangkat dan derajat, keuntungan finansial, jika hasil tulisannya diterbitkan bisa dapat royalty,” pungkas Dai Champios Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat.


Share:

Temu Kader Muhammadiyah Solo Raya

 











Temu Kader Muhammadiyah Solo Raya



Share:

PERKENALAN MAHASISWA PKLPP UMS DI PRM DAN PRA BUMI












Surakarta – Rabu 7 Mei 2025 Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di perkenalkan ke perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bumi ,yang mana selama 7 minggu akan PPL membantu belajar mengajar di SD MUHAMMADIYAH 11 SURAKARTA dan kegiatan di ranting dan aisyiah bumi. Prosesi ini berlangsung khidmat namun penuh kegembiraan di dalam ruangan.

Perkenalan tersebut menjadi momen penting bagi para mahasiswa yang akan menjalani pengabdian di tingkat ranting Muhammadiyah di wilayah kelurahan bumi. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari ketua PRM Bumi, perwakilan PCM Laweyab , serta perkenalan satu persatu mahasiswa dan mahasiswi PPL  berjumlah 30 orang tersebut dan pengurus PRM dan PRA Bumi.

Ketua PRM Bumi Muhammad Basid, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia atas kehadiran para mahasiswa. “Selamat datang di PRM Bumi. Kami menyambut baik kegiatan ini dan siap mendukung penuh pelaksanaannya selama 7 minggu,” ujarnya.

Menurut Muh Basid Selaku Ketua PRM Bumi, program ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah ke dalam dinamika masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pengalaman lapangan sangat penting untuk membekali mahasiswa menghadapi dunia nyata. Jika mahasiswa menemukan kelebihan di suatu ranting, bisa dijadikan contoh untuk yang lain. Jika menemukan kekurangan, jadikan bahan evaluasi. Bila ada hal yang belum dilakukan ranting, sampaikan sebagai masukan,” ucapnya.

Proses perkenalan mahasiswa dilakukan langsung PRM dan PRA Bumi dan perwakilan Bumi. Proses ini mencerminkan kolaborasi yang solid antara institusi pendidikan tinggi UMS dengan organisasi masyarakat berbasis keagamaan (PIMPINAN RANTING MUHAMMADIYAH BUMI).

Acara penyerahan mahasiswa tersebut ditutup dengan prosesi tanya jawab dari pihak Mahasiswa kepada PRM Bumi untuk kegiatan selama 7 minggu di sini.

Kegiatan PKLPP ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dinamika sosial di tingkat akar rumput. Para peserta akan menjalani masa pengabdian di lingkungan masyarakat, kegiatan PRM dan PRA Bumi dan Belajar Mengajar Di SD MUHAMMADIYAH 11 SKA

Dengan diterjunkannya 30 mahasiswa dari  fakultas UMS berharap keberadaan mereka dapat menjadi penggerak perubahan positif di tengah-tengah masyarakat Bumi. Sebaliknya, pihak PRM Bumi pun menaruh harapan besar agar interaksi ini membawa manfaat timbal balik yang nyata.

Share:

Adakan Silaturahmi dan Turba MPKSDI Daerah ke MPKSDI Cabang

 

Ustaz Dwi Jatmiko, dai champions standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat sekaligus anggota dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solo menyampaikan tausiah dalam agenda Silaturahmi dan turun ke bawah (Turba) MPKSDI Daerah ke MPKSDI Cabang.

Dalam kesempatan itu, Dwi Jatmiko menyampaikan terkait penyebab kaderisasi stagnan, maka umur perjalanan sebuah organisasi itu tinggal menunggu waktu.

“Hidup matinya sebuah organisasi sangat tergantung pada kaderisasi. Jika kaderisasi lancar, maka organisasi bisa ‘survive’,” katanya saat mengisi tausiah di Masjid Nurul Hidayah Komplek Pakym Kecamatan Laweyan, Jumat Malam (2/5/2025).

Dia mencontohkan seperti youtube, jam tayang utama ketika seorang pegang smartphone di rumah pukul 18.00-20.00 WIB, 11.00-13.00 WIB. “Kaderisasi sangat penting dan harus dilakukan secara terus-menerus agar organisasi tak kekurangan kader. Kaderisasi harus konsisten agar algoritmanya tidak tenggelam. Dari sinilah banyak tokoh bahkan pemimpin bangsa muncul atau pahlawan,” bebernya.

Ia menegaskan, Kaderisasi Muhammadiyah tidak hanya mencetak pengurus organisasi, tetapi harus melahirkan pemimpin yang memiliki visi, integritas, dan kesiapan untuk berkontribusi. Misal pentingnya keterlibatan anak muda dalam kepengurusan masjid, dengan membentuk direktur utama masjid, menambah indikator kemakmuran masjid, serta membuat program berbasis media sosial dan kegiatan khusus anak muda agar lebih tertarik untuk aktif di masjid.

“Membuka ruang refleksi bahwa kaderisasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan proses strategis untuk memastikan keberlanjutan gerakan dakwah Muhammadiyah,” tegasnya.

Ia menyitir firman Allah dalam al Quran surat Al-An'am 6: Ayat 125, “Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam,” ujarnya menyitir quran.

Sementara itu, Ketua MPKSDI PDM Solo Suyanto, menyampaikan program bahwa kaderisasi terus digalakkan dengan adanya perkuliahan Kemuhammadiyahan. “Program Pendidikan Kemuhammadiyahan (PKMD) sebagai upaya strategis untuk mendukung kaderisasi Muhammadiyah dengan gelar D1 yang diikuti guru-guru dari berbagai tingkat lembaga pendidikan Muhammadiyah di Solo di pusatkan di Universitas Muhammadiyah PKU atau UMPKU Surakarta dengan rektor Weni Hastuti,” jelasnya dalam sambutan.











Share:

Silaturahmi dan Turba MPKSDI Daerah ke MPKSDI Cabang

 





















Silaturahmi dan Turba MPKSDI Daerah ke MPKSDI Cabang

 "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (QS. An Nisa Ayat 1)"

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Abu Hurairah).

Allah SWT sangat menyukai hambanya yang suka menjaga silaturahmi. Disebutkan dalam satu hadits, Allah SWT akan dekat kepada manusia yang ramah dan penuh perhatian kepada saudaranya.

Pentingnya silaturahmi juga dapat menjauhkan kita dari neraka dan akan dimasukkan ke dalam surga kelak. Seorang sahabat yang bernama Abu Ayyub Al-Anshari pernah bercerita, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW.

"Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan apa yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka."

Lalu, Rasulullah SAW menjawab, "(Yang pertama) engkau menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya, (yang kedua) mendirikan salat, (yang ketiga) menunaikan zakat, dan (yang keempat) menyambung tali silaturahmi."

Menyambung tali silaturahmi juga bermakna menegakkan agama. Silaturahmi adalah ajaran Islam yang menunjukkan pentingnya hubungan antara sesama manusia.

Share:

Puisi bu Novi di Halbil Queen Garden

 





















Queen Garden adalah tempat tinggal ibu Dra. Novi Saptina. Pensiun SD Muhammadiyah 1 Surakarta. 

Sampai saat ini, bu Novi tetap aktif mengisi harinya dengan segala sesuatu yg berhubungan dengan menulis.

Kali ini bu Novi membuat puisi, ketika di acara Halbil di Lingkungannya Queen Garden, yang diselenggarakan hari Sabtu 12 April 2025.

Puisi itu mengisahkan tentang dua generadi yg melepaskan Ramadhan dengan penuh haru. Kisah manusia memang Allah yang menggerakkan semua. Manusia hanya diijinkan Allah berusaha dan berbuat terbaik, srlanjutnya Allah yang akan mengaturnya.

Halal bihalal ini dihadiri seluruh warga perumahan Queen Garden 2 Utara. Khikmat kesannya. Semoga Puasanya sukses, membawa kebaikan dunia dan akhirat. Aamiin.

Puisi Anak dan ibu malam 1 syawal

Karya :  Dra Novi Saptina.

Ibu, Ramadhan sudah pergi ya?

Tanya seorang anak

Iya nak, kenapa ? Kau terkesan dengan Ramadhan?

Iya ibu, banyak kenangan pada Ramadhan

Apa kenangan itu nak?

Malam yg sejuk, pohon2 bersujud

Alam bertasbih.

Ya, Ramadhan memang istimewa nak 

Ada air mata ibu bening sekali

O, aku ingin Ramadhan tidak pergi ibu.

Semua menginginkan itu nak

Karena semua menginginkan kebaikan

Kerinduan kebaikan  yang murni

Didapat dari hati yg bening

Dan air mata tobat...

Langit biru, dengan renda awan putih

Angin semilir sejuk.

Ibu dan anak melepas kepergian Ramadhan

Dua generasi menatap perjalanan hidup didepan matanya.

Jauh dan dekat tanpa ada tahu ujungnya.


Gentan, 12 April 2025

Share:

Makna Halalbihalal, rasa saling memaafkan, dan bersyukur

 


Makna Halalbihalal, rasa saling memaafkan, dan bersyukur

Karanganyar - Surat Al A’raf ayat 96 adalah perintah kepada manusia untuk bertakwa kepada Allah, sebab dengan bertakwa kepada Allah akan ditambahkan keberkahan dalam bermasyarakat. 

Hal itu disampaikan Dai Champions Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat 2025 Ustaz Dwi Jatmiko dalam tausiyahnya saat Halal bihalal Warga Dusun Kepuh RW 3 Kelurahan Lalung di Gedung Pertemuan RW 3 Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu Malam (12/4/2025). 

"Warga desa Kepuh RW 03 Kelurahan Lalung yang aman dan damai, itu juga adalah keberkahan. Halal bihalal inti mendasarnya adalah saling meminta maaf antara satu dengan lainnya dengan berjabat tangan," katanya.

Kemudian saling memberi maaf terutama kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya.

“Empat orang tua yang harus dimuliakan terutama orang tua yang melahirkan, mertua, pimpinan dan guru. Guru yang dimaksud bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemuliaan (transfer of value), mengembangkan keahlian dan kemandirian (transfer of skill),” katanya sambil tersenyum. 

Selain itu, dalam Islam hujan diyakini dapat membawa berkah mampu mengusir gangguan setan, berdasarkan Surat Al-Anfal ayat 11. "Ingatlah, ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu".

“Alhamdulillah malan ini pengajian diguyur hujan semoga berkah. Hadir bapak Bayan Pekik Ariyoga, bapak RW Puryanudi, ustaz Ahmad Sugino Takmir Masjid Al Barokah, Ketua RT 1, 2, 3, 4, Pemuda Karang Taruna dengan 170 Kepala Keluarga. Terima kasih telah hadir belajar bersama 500 warga, tua muda dan diperkuat Aeromax Sound System,” bebernya.

Dosa manusia dengan Allah Subhanahuwataala akan terampuni sepanjang telah bertaubat, namun Allah belum mengampuni dosa antar sesama manusia sepanjang ia belum meminta maaf.

“Dosa kepada Allah bisa diampuni dengan istighfar, sedangkan dosa kepada manusia bisa diampuni dengan meminta maaf kepada orang yang bersangkutan. Makna Halalbihalal, rasa saling memaafkan, dan bersyukur. Syukuri prestasi, pantaskan diri, raih ridho Illahi,” pungkasnya.

Share:

Merajut Kebersamaan Menggapai Kemajuan

 
















Halal Bi Halal Keluarga Besar Ma'had Tahfidz Al Qur'an Muhammadiyah Surakarta (MTQMS) dan PAKYM Surakarta
"Merajut Kebersamaan, Menggapai Kemajuan"

Surakarta, 13 April 2025 — Dalam semangat Syawal yang penuh berkah, Ma'had Tahfidz Al Qur'an Muhammadiyah Surakarta (MTQMS) dan Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah (PAKYM) Surakarta menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal Keluarga Besar dengan mengusung tema "Merajut Kebersamaan, Menggapai Kemajuan", pada hari Ahad, 13 April 2025, pukul 09.00–11.00 WIB di Aula PAKYM Surakarta.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan jajaran pimpinan Muhammadiyah, di antaranya Drs. H. Ahmad Dahlan Rais, M.Hum dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. Rohani, M.Hum selaku Sekretaris PDM Surakarta, Pimpinan Harian PCM Laweyan, Ketua Pengurus PAKYM dan Ma’had Prof. Dr.H. Sabar Narimo, M.Pd. Juga hadir perwakilan Ortom Muhammadiyah di lingkungan PDM Surakarta dan PCM Laweyan, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 4 Surakarta, wali santri Ma’had MTQMS, para santri, serta anak asuh PAKYM.

Sebagai narasumber utama, hadir KH. Yunus Muhammadi, Ketua Ittihadul Ma'ahid Al Muhammadiyah (ITMAM), atau Persatuan Pondok Pesantren Muhammadiyah seluruh Indonesia. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan apresiasi kepada para pengelola Ma’had dan PAKYM atas keberaniannya melakukan transformasi dari panti asuhan menjadi lembaga pendidikan berbasis pesantren.

"Transformasi ini adalah langkah berani dan strategis. Saya memuji inisiatif Mudir Ma’had Ust. Abdul Hakam Faruq, M.Ag dan jajaran pengurus PCM Laweyan serta PDM Surakarta yang telah melihat kebutuhan zaman dan menjawabnya dengan langkah nyata,” ujar KH. Yunus Muhammadi.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembinaan, mengingat masyarakat akan mencari pondok pesantren yang memiliki manajemen dan pembinaan yang baik. KH. Yunus juga mengingatkan agar tidak ada dikotomi antara pelajaran agama dan pelajaran umum, karena keduanya sama penting dalam membentuk generasi unggul.

Acara juga diwarnai dengan penampilan para santri Ma’had MTQMS yang mempersembahkan pidato dalam bahasa Arab, hafalan ayat bersambung, serta terjemahan ayat dalam bahasa Arab dan Inggris, sebagai wujud capaian pendidikan yang integratif dan berbasis Al-Qur’an.

Puncak acara ditandai dengan Ikrar Halal Bi Halal yang dipimpin oleh Anis Prabowo, SKM., M.Gizi, selaku Sekretaris Pengurus PAKYM dan Ma’had, yang mengajak seluruh keluarga besar untuk saling memaafkan dan mempererat tali ukhuwah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun semangat kebersamaan yang kokoh antara pengurus, santri, wali santri, serta seluruh elemen Muhammadiyah, dalam rangka mewujudkan kemajuan lembaga yang berorientasi pada pembinaan akhlak, kecakapan, dan ilmu yang terpadu.

 


Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Mengenai MPKSDI Solo

Email: mpksdimuhammadiyahsolo@gmail.com

YouTube MPSDI

Cari Blog Ini