Kader Camp Muhammadiyah Solo Siap Cetak Pemimpin Otentik Gen Z
Ketua MPKSDI Suyanto menyampaikan, fenomena burnout, doomscrolling, hingga krisis arah kontribusi sosial menjadi latar belakang utama kegiatan ini.
“Banyak anak muda merasa lelah secara mental dan kehilangan makna. Organisasi sering dianggap kuno, sehingga perlu pendekatan baru yang lebih segar dan kontekstual,” ujarnya.
Mengusung tema “Authentic Leadership: Be a Game Changer, Not a Follower”, Kader Camp ini bertujuan membentuk kader Muhammadiyah yang memiliki kepemimpinan otentik.
Tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tajam secara intelektual dan terampil dalam manajemen organisasi.
Program ini memuat sejumlah tujuan strategis, di antaranya penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, peningkatan kesehatan mental berbasis spiritualitas, serta pengembangan keterampilan kepemimpinan dan kreativitas dakwah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang membangun jejaring antar kader Muhammadiyah yang memiliki semangat inovatif.
Kegiatan akan dikemas dengan metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Peserta akan mengikuti berbagai sesi, seperti ideologisasi, pelatihan kepemimpinan, diskusi kelompok terarah (FGD), hingga kegiatan outbound dan tadabbur alam.
“Harapannya, kader tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan nyata dan menjadi penggerak perubahan,” imbuhnya.
Meski waktu dan tempat pelaksanaan masih dalam tahap finalisasi, Kader Camp ini ditargetkan menjadi agenda strategis dalam mencetak estafet kepemimpinan Muhammadiyah di Kota Solo yang adaptif dan berdaya saing di tengah arus globalisasi.
Solo Raya Barometer Perkaderan: MPKSDI Perkuat Konsolidasi di Wonogiri
Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Solo Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di kantor PDM Wonogiri, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum silaturahim sekaligus ajang berbagi perkembangan dan inovasi program perkaderan Muhammadiyah di wilayah Solo Raya.
Rakor tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari Pengurus inti MPKSDI PDM Kota Surakarta, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Klaten serta Instruktur MPKSDI dari tiap PDM. Agenda ini merupakan pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali.
Ketua MPKSDI PDM Wonogiri sekaligus tuan rumah kegiatan, Heriwanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menguatkan gerakan perkaderan di daerah.
“Terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah berkenan hadir di PDM Wonogiri. Mohon maaf apabila dalam penyambutan masih seadanya. Insyaallah setelah ini kita lanjut makan kambing guling sembari sharing perkaderan,” ujarnya.
Heriwanto juga memaparkan bahwa pelaksanaan Baitul Arqom di Wonogiri telah berjalan meski masih bersifat kondisional. Selain itu, Wonogiri telah mengirimkan dua peserta untuk Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan serta mendorong PCM dan PDA untuk aktif melaksanakan Baitul Arqom.
Koordinator MPKSDI se-Solo Raya, Dr. Suyanto, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa Rakor menjadi ruang konsolidasi dan perencanaan program strategis ke depan.
“Rapat koordinasi ini adalah agenda rutin dua bulanan sebagai bentuk silaturahim MPKSDI. Rencana terdekat kita akan mengadakan Syawalan Akbar MPKSDI se-Solo Raya. selain itu terkait Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan bagi guru ini sangat penting dan diharapkan bisa dilaksanakan di seluruh daerah, termasuk dengan skema merger bagi yang belum memiliki perguruan tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua MPKSDI PDM Karanganyar menuturkan bahwa daerahnya terus melakukan berbagai terobosan kegiatan meskipun di luar indikator kinerja utama (KPI). Ia menilai Solo Raya sebagai barometer Muhammadiyah, sehingga MPKSDI harus menjadi motor penggerak perkaderan.
Dari Sragen, MPKSDI setempat rutin mengadakan kajian ideologi Muhammadiyah bersama Angkatan Muda Muhammadiyah setiap bulan. Fokus utama diarahkan pada standarisasi kader serta tindak lanjut pasca-Baitul Arqom.
Adapun MPKSDI PDM Boyolali menyoroti kendala dalam pengiriman guru untuk Program D1 Kemuhammadiyahan, meski begitu Baitul Arqom dan sekolah kader tarjih telah berjalan melalui kolaborasi lintas majelis.
Capaian signifikan disampaikan MPKSDI PDM Klaten yang telah melaksanakan sekitar 40 Baitul Arqom dengan total hampir 1.900 peserta. Selain itu, Klaten juga menggelar pembekalan instruktur, PKMD, serta Ideopolitor secara bergilir.
Sekretaris Koordinator MPKSDI se-Solo Raya, Abdul Afif Amrulloh, S.Psi., M.Psi., menegaskan komitmen bersama dalam penataan administrasi dan peningkatan kualitas perkaderan.
“Terkait SIMPEKA dan instruktur, ini menjadi komitmen bersama MPKSDI Solo Raya untuk meningkatkan kualitas dan tata kelola perkaderan di masing-masing PDM,” pungkasnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan konsistensi gerakan perkaderan Muhammadiyah di Solo Raya.
oleh : M. Fatahillah
Meneguhkan Kembali Komitmen Memajukan Kesejahteraan Bangsa
mpksdisolo.com - Muhammadiyah Solo menyelenggarakan peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 yang digabung dengan perayaan hari jadi ke-98 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, Minggu (30/11/2025).
Kegiatan berlangsung meriah di halaman kompleks rumah sakit setempat. Acara dihadiri sekira 4.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari warga persyarikatan, pelajar, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga jajaran pimpinan daerah.
Rangkaian acara diisi dengan pengajian dan tausiah oleh Ustad Muh. Jamaludin Ahmad serta penyerahan penghargaan sejumlah perlombaan yang sebelumnya digelar untuk pelajar, sekolah, hingga lembaga sosial.
Suasana semakin semarak dengan partisipasi antusias masyarakat yang datang sejak pagi.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta Anwar Soleh mengapresiasi terselenggaranya kegiatan akbar tersebut. Acara ini sebagai wujud nyata kontribusi Muhammadiyah dalam memajukan bangsa melalui tiga sektor utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan sosial.
“Lebih dari 4.000 jamaah hadir di sini. Ini merupakan bukti keberlanjutan Muhammadiyah untuk selalu berusaha ikhlas berkarya memajukan kesejahteran. Kami berharap Muhammadiyah Surakarta dapat berkembang dengan pesat dalam sektor kesehatan, pendidikan, maupun sosialnya," ujarnya.
Sementara itu, Direktur RS PKU Muhammadiyah Solo Arif Budiman menegaskan, momentum peringatan milad ini menjadi sarana muhasabah, sekaligus penguatan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Dari lomba inovasi kemarin muncul banyak ide dan terobosan baru untuk mengoptimalkan mutu layanan. Ini menjadi pijakan agar layanan RS PKU semakin baik, nyaman, dan aman bagi masyarakat,” ungkap Arif.
Di sisi lain, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PP Muhammadiyah Muh. Jamaludin Ahmad menyampaikan, milad ini bukan sekadar seremoni, tetapi refleksi mendalam bagi seluruh kader dan anggota Muhammadiyah untuk terus melakukan pembaharuan dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan bangsa.
"Milad adalah ekspresi syukur kami untuk muhasabah diri atas apa saja yang sudah dicapai selama ini. Kami terus berinovasi untuk melakukan tajdid (pembaruan), kreasi, dan inovasi lebih baik lagi kedepannya untuk kemajuan kesejahteraan bangsa," ungkap Jamal.
Tahun ini, peringatan Milad Muhammadiyah juga menghadirkan berbagai lomba yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum. Di antara perlombaan tersebut ialah cerdas cermat, tenis meja, jalan sehat, paduan suara, kaligrafi, dan sejumlah cabang perlombaan yang lain.
Ketua Panitia Milad Ahmad Sukidi mengapresiasi dukungan dan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi, sehingga rangkaian kegiatan berjalan dengan meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Dia menyebutkan kegiatan akbar ini merupakan puncak perayaan, sekaligus pemberian hadiah kepada pemenang lomba. Panitia berharap melalui peringatan ini dapat terwujud semangat berkelanjutan untuk menyejahterakan bangsa.
"Melalui momentum usia ke-113 tahun, Muhammadiyah meneguhkan kembali komitmen pergerakan untuk memajukan kesejahteraan umat dan bangsa melalui aksi nyata, kerja ikhlas, dan inovasi yang berkelanjutan," ungkapnya.
Rapat Baitul Arqam RSGM Soelastri UMS Bahas Karakter Islami dan Layanan Prima di Dunia Kesehatan
Solo, mpksdisolo.com – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelastri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Baitul Arqam selama dua hari, 27–28 Juni 2025, bertempat di Sahid Jaya Solo Hotel.
Kegiatan ini diikuti oleh para tenaga kesehatan dan civitas hospitalia dengan mengangkat tema penguatan karakter Islami dan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan Muhammadiyah.
Acara dibuka pada Jumat (27/6/2025) pagi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari panitia. Kegiatan dilanjutkan dengan orientasi dan sesi coffee break.
Dalam materi pertama, Prof. Dr. Muhammad Da’i, S.Si., M.Si., Apt. (Ketua MPKUPS PDM Kota Surakarta) menyampaikan pentingnya membangun karakter Islami, profesional, dan berkemajuan di lingkungan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Sesi kedua menghadirkan Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum. dari PP Muhammadiyah yang menekankan pentingnya implementasi Risalah Islam Berkemajuan di rumah sakit Muhammadiyah. “Rumah sakit Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dalam dakwah layanan,” ujar Dahlan Rais.
Tak hanya fokus pada sisi ideologis, sesi ketiga yang disampaikan Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE dari BPK PP Muhammadiyah membahas konsep Service Excellent dalam pelayanan rumah sakit. Ia menekankan pentingnya melebihi harapan pasien sebagai bentuk dakwah bil hal.
Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan kajian dakwah dari KH. Drs. Anwar Soleh, M.Hum., Ketua PDM Kota Surakarta, yang menyampaikan Model Dakwah dalam Pelayanan dan Memotivasi Pasien di RS PKU Muhammadiyah. Ia mengajak seluruh insan rumah sakit menjadi agen perubahan spiritual di ranah kesehatan.
Baitul Arqam juga diisi dengan kegiatan ibadah seperti Sholat Tahajud, kajian Subuh, dan olahraga pagi. Kegiatan ditutup pada Sabtu pagi (28/6/2025) setelah sarapan dan sesi refleksi materi.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ruhul jihad pelayanan kesehatan Islami dalam bingkai nilai-nilai Muhammadiyah.
Adakan Silaturahmi dan Turba MPKSDI Daerah ke MPKSDI Cabang
Ustaz Dwi Jatmiko, dai champions standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat sekaligus anggota dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solo menyampaikan tausiah dalam agenda Silaturahmi dan turun ke bawah (Turba) MPKSDI Daerah ke MPKSDI Cabang.
Dalam kesempatan itu, Dwi Jatmiko menyampaikan terkait penyebab kaderisasi stagnan, maka umur perjalanan sebuah organisasi itu tinggal menunggu waktu.
“Hidup matinya sebuah organisasi sangat tergantung pada kaderisasi. Jika kaderisasi lancar, maka organisasi bisa ‘survive’,” katanya saat mengisi tausiah di Masjid Nurul Hidayah Komplek Pakym Kecamatan Laweyan, Jumat Malam (2/5/2025).
Dia mencontohkan seperti youtube, jam tayang utama ketika seorang pegang smartphone di rumah pukul 18.00-20.00 WIB, 11.00-13.00 WIB. “Kaderisasi sangat penting dan harus dilakukan secara terus-menerus agar organisasi tak kekurangan kader. Kaderisasi harus konsisten agar algoritmanya tidak tenggelam. Dari sinilah banyak tokoh bahkan pemimpin bangsa muncul atau pahlawan,” bebernya.
Ia menegaskan, Kaderisasi Muhammadiyah tidak hanya mencetak pengurus organisasi, tetapi harus melahirkan pemimpin yang memiliki visi, integritas, dan kesiapan untuk berkontribusi. Misal pentingnya keterlibatan anak muda dalam kepengurusan masjid, dengan membentuk direktur utama masjid, menambah indikator kemakmuran masjid, serta membuat program berbasis media sosial dan kegiatan khusus anak muda agar lebih tertarik untuk aktif di masjid.
“Membuka ruang refleksi bahwa kaderisasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan proses strategis untuk memastikan keberlanjutan gerakan dakwah Muhammadiyah,” tegasnya.
Ia menyitir firman Allah dalam al Quran surat Al-An'am 6: Ayat 125, “Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam,” ujarnya menyitir quran.
Sementara itu, Ketua MPKSDI PDM Solo Suyanto, menyampaikan program bahwa kaderisasi terus digalakkan dengan adanya perkuliahan Kemuhammadiyahan. “Program Pendidikan Kemuhammadiyahan (PKMD) sebagai upaya strategis untuk mendukung kaderisasi Muhammadiyah dengan gelar D1 yang diikuti guru-guru dari berbagai tingkat lembaga pendidikan Muhammadiyah di Solo di pusatkan di Universitas Muhammadiyah PKU atau UMPKU Surakarta dengan rektor Weni Hastuti,” jelasnya dalam sambutan.
Pintu Sukses dengan Salat dan saling Memaafkan
SEMARANG – Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko memberikan tausiah Halalbihalal. Halal bihalal merupakan budaya saling memaafkan dan mempererat silaturahmi yang dilakukan oleh umat Islam pasca Idul Fitri. Kegiatan bertempat di rumah keluarga besar Bani Kasan Munari Heri Subianto 39 Gg. Firaga 2-B, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2025).
Di awal penyampaiannya, Dwi Jatmiko mengungkapkan perbaikilah salat, maka Allah SWT akan memudahkan hidup di dunia. Dalam lafadz adzan terdapat kalimat Hayya Alash Shalah dan Hayya Alal Falah.
"Hayya ‘alash-shalah, hayya ‘alal-falah, marilah kita dirikan salat, marilah kita rebut kemenangan. Kalimat ini seruan meraih kemenangan di dunia dan akhirat. Halal bihalal pintu saling mengunjungi, bermaaf-maafan, dan berbagi” ujarnya.
Sejalan dengan quran surat Al-Baqarah Ayat 153, Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
“Maka, inti halal bi halal adalah saling menghalalkan dan memberi maaf, berharap pada ampunan Allah dan Allah Ridha seperti takut dengan ancaman-Nya. Seperti dalam salat, ikhlas dan sabar,” bebernya.
Termasuk, lanjutnya, niat kita silaturahmi seperti jihad dengan syarat niatnya mencari ilmu. Datang dari Boyolali, Solo, Karanganyar, Ngawi, Madiun Jawa Timur berkumpul bersama saling mendoakan dan melepas segala kesalahan dan saling memberi maaf. “Barangsiapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia telah termasuk golongan sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia pulang kembali.” (HR. Tirmidzi).
Halal bihalal sarana pintu tali silaturahmi. Tujuannya adalah untuk menghapuskan setiap dosa yang diperbuat, utamanya hubungan dengan sesama manusia. Anjuran untuk saling memberikan nasihat dalam kebaikan kepada sesama manusia, juga Allah perintahkan dalam firman-Nya. Yakni pada surah al-Baqarah, az-Zukhruf, dan al-‘Ashr. habluminallah atau menjaga hubungan baik seseorang dengan Allah SWT dimaksudkan bisa mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
“Habluminannas kuncinya saling memaafkan. Kita ini disilakan saling nasehat menasehati, karena Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda “Agama adalah nasihat…” (HR. Muslim),” tutupnya.
Baitul Arqam Jangan Meninggalkan Generasi yang Lemah
Ketua MPKSDI Solo, Suyanto, menyampaikan kaderisasi dalam organisasi pada hakikatnya merupakan totalitas upaya pembelajaran dan pemberdayaan secara sistematis, terpadu, terukur, dan berkelanjutan. Hal itu dalam rangka pembinaan dan pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik setiap individu.
Muhammadiyah Unggul dan Berkemajuan
Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta menggelar dialog Ideologi, Politik, dan Organisasi (Ideopolitor), di Auditorium ITS PKU Muhammadiyah Surakarta bertajuk Menguatkan Pemahaman dan Komitmen terhadap Nilai-Nilai Dasar Persyarikatn Muhammadiyah, Minggu (8/12/2024).
Memahami ideologi, politik, dan organisasi Muhammadiyah menjadi sebuah keharusan warga persyarikatan terutama pimpinan cabang Muhammadiyah. Hal itu disampaikan Ketua MPKSDI Dr Suyanto.
“Kegiatan ini diikuti sebanyak 60 peserta terdiri dari unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Solo Utara, Banjarsari dan Kotta Barat,” kata Suyanto.
Beberapa materi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi: Arah kebijakan Muhammadiyah Kota Surakarta disampaikan Drs KH Anwar Sholeh MHum; Matriks Key Performance Indikator oleh H Dodok Sartono SE MM Sekretaris PWM Jawa Tengah; Ideologi dan Visi Kebangsaan Muhammadiyah menghadapi tahun Politik Dr H Ari Anshori MAg; Risalah Islam Berkemajuan Prof Dr Sofyan Anif MSi Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta.
“Ini sebagai bentuk praktik ta’awun perguruan Muhammadiyah terhadap persyarikatan Muhammadiyah dan tanggung jawab akademik yaitu terkait Catur Dharma Perguruan Tinggi adalah integrasi empat hal ke dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, seperti Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Al-Islam Kemuhammadiyahan,” beber Wakil Rektor III ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, Suyanto.
Tafsir Muhammadiyah kekinian inilah di era industry 4.0 menuju Masyarakat society 5.0 yang melahirkan pandangan Muhammadiyah tentang negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi wa Syahadah.
Terlebih dalam konteks ideologi, politik, dan organisasi. Ideopolitor menjadi forum yang tepat untuk merumuskan seperti apa konsep dan kontribusi Muhammadiyah khususnya persoalan yang terkait dengan ideologi, politik, dan organisasi.
“Ini sangat strategis karena juga memberikan pemahaman tentang dinamika politik nasional dan global serta implikasinya terhadap Muhammadiyah di berbagai level pimpinan, dan penguatan manajemen organisasi dan kepemimpinan Muhammadiyah yang fleksibel dan adaptif di era perubahan. Yang muaranya menumbuhkan dan mewujudkan tiga konsep besar: jamaah, jam’iyah, dan jariyah,” urainya.
Revitalisasi Gerakan Ranting dan Cabang Muhammadiyah yang Berkemajuan
Tawangmangu - Visi Persyarikatan Muhammadiyah. Sebagai gerakan Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunah. Dengan watak tajdid yang dimilikinya, senantiasa istiqomah dan aktif dalam melaksanakan dakwah Islam amal ma’ruf nahi mungkar di segala bidang sehingga menjadi Rahmatan Lil-alamin bagi ummat, bangsa dan dunia kemanusiaan menuju terciptanya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang diridhoi Allah SWT dalam kehidupan di dunia ini.
- Menegakkan keyakinan tauhid yang murni sesuai dengan ajaran Allah SWT yang dibawa oleh Rasulullah SAW yang disyariatkan sejak Nabi Nuh as hingga Nabi Muhammad SAW.
- Memahami agama dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam untuk menjawab da menyelesaikan persoalan – persoalan kehidupan yang bersifat duniawi.
- Menyebarluaskan ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an sebagai kitab Allah SWT yang terakhir untuk umat manusia sebagai penjelasannya.
- Mewujudkan amalan – amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.
Enam Tips Hidup Bahagia Perspektif Alquran
mpksdisolo.com- Enam tips hidup bahagia mengemuka dalam Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid An Ni'mah Kemlayan, Solo Jl Notodiningratan No 126L, Kemlayan, Kecamatan Serengan, Minggu (15/9/2024).
Sebagai narasumber Dwi Jatmiko SPdI MPd Gr CPS yang diutus oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta dalam acara putaran ke-5 safari dakwah.
Dalam kesempatan itu Jatmiko menukil Surat Al-Mu’minun ayat 1-7, orang mukmin yang Bahagia di dunia dan akhirat adalah mereka yang menghiasinya dirinya dalam hidup sehari-hari dengan enam tips sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Khusyuk ketika sedang salat,” kata ustaz yang juga bagian keluarga besar Da’i MUI pusat ini, dengan NID MUI 191222.
Menurut Jatmiko, Hatinya fokus hanya kepada Allah, anggota badanya tenang. Agama harus dijalankan dengan menggembirakan, sehingga nilai-nilai agama akan terbawa di mana pun berada.
“Karena jika agama tidak dijalankan dengan senang dan gembira, pasti akan gampang ditanggalkan karena dianggap sebagai kendala atau masalah. Ada enam tips bahagia menurut Al Quran,” tuturnya.
Adapun 6 tips menghadapi berbagai masalah yaitu dengan khusyuk dengan salat tidak ingat makan waktu salat, menghindarkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat, membersihkan jiwa dari kekotoran seperti syirik, riya, ghibah, hasad, juga tidak ketinggalan membayar zakat.
“Menjaga kemaluannya dari perbuatan zina dengan cara menghindarkan dari mukadimah dari perzinaan dengan menjaga telinga dan mulut. Menjaga Amanah dan janji baik terkait dengan Allah atau manusia, yaitu semua kewajiban syar’I dan hak-hak yang harus ditunaikan,” bebernya.
Mereka itulah yang berhak atas surga tertinggi yaitu surga Firdaus. “Selalu memelihara salat yaitu melakukan tepat waktu, memperhatikan rukun dan sunnah-sunnahnya,” ungkapnya.
Untuk menguatkan pernyataannya tersebut, Jatmiko yang juga guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo mengajak berdoa bersama. Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan tobat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati.
“Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksa neraka dan dapatkan kami ampunan pada hari hisab (perhitungan),” harapnya.
Hadir jamaah Masjid An Ni’mah di antaranya Sudalimin berumur 90 tahun, ketua takmir dan sekretaris Joko Sutopo.
94 Civitas ITS PKU Mengikuti Baitul Arqam
YOGYAKARTA – ITS PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan Baitul Arqam bersama Majlis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Surakarta yang diikuti 94 peserta pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan. Baitul Arqom dilaksanakan dengan tema Mengokohkan ideologi Kemuhammadiyahan Menuju terwujudnya Civitas Akademika ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Berkarakter Islami Berkemajuan ini diselenggarakan selama 27-28 Agustus 2024 di Yogyakarta.
Baitul Arqam adalah program Al Islam dan Kemuhamadiyah (AIK) dalam penguatan pemahaman kemuhammadiyahan bagi sivitas ITS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber di antaranya K.H. Anwar Sholeh, M. Hum., Ketua PDM Surakarta dengan tema Ideologi Muhammadiyah, Prof Sofyan Anief M Si, ketua BPH ITS PKU Muhammadiyah dengan materi Implementasi Risalah Islam Berkemajuan di ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, KH. Tafsir ketua PWM Jawa Tengah dengan tema Paham Agama menurut Muhammadiyah, Weny Hastuti M.Kes Ph.D, selaku Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Penguatan kemajuan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Dr. Suyanto, M.PDi selalu WR III ITS PKU Muhammadiyah Surakarta menyampaikan dalam sambutannya bahwa pengkaderan muhammadiyah ada 4 pilar yaitu jalur keluarga, jalur Amal Usaha Muhammadiyah, jalur Ortom dan jalur MPKSDI.
Suyanto menyampaikan "bahwa baitul arqam adalah sarana untuk menyegarkan diri terutama kaitanya dengan ideologi organisasi Muhammadiyah semakin memajukan Institusi ITS PKU Muhammadiyah Surakarta. “Kami mempunyai harapan spirit keimanan, kemuhammadiyahan civitas ITS PKU semakin meningkat dan dapat di implementasikan dimana saja dan dapat merefresh kembali dalam ber-muhammadiyah”. ujarnya.
Sementara ketua panitia baitul arqam Hafiduddhin, S. Kep., M. Kes., mengatakatan bahwa kegiatan ini mempunyai tujuan untuk menyatukan pandangan semua sivitas kampus.
Kata Hafiduddhin "Baitul Arqom di laksanakan bekerjasama dengan Majlis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI)".
“Sivitas kampus diharapkan mempunyai kesatuan sikap integritas, wawasan dan cara berpikir dalam memahami, melaksanakan misi Muhammadiyah. Sivitas memahami ideologi gerakan Muhammadiyah dan dapat mengimplementasikan nilai jiwa dan semangat Al Islam Kemuhammadiyahan dalam kehidupan kampus,” pungkasnya. (Tg Humas).
Revitalisasi Dakwah Sebagai Paradigma Pemberdayaan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Karanganyar
Penguatan Dakwah di Cabang dan Ranting: MPKSDI PDM Karanganyar Gelar Baitul Arqom Intensif untuk Pimpinan Majelis dan Lembaga UPP PDM Karanganyar
Karanganyar, 26 Agustus 2024 - Dalam upaya untuk merevitalisasi dakwah dan memperkuat peran Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar menyelenggarakan Baitul Arqom khusus untuk para pimpinan Majelis dan Lembaga UPP PDM Kabupaten Karanganyar. Kegiatan intensif ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad, 24-25 Agustus 2024, di Balai Latihan Kerja Bangsri, Karangpandan, Karanganyar, dengan tema "Revitalisasi Dakwah Sebagai Paradigma Pemberdayaan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Karanganyar".
Baitul Arqom ini menjadi wadah bagi para pemimpin Majelis dan Lembaga PDM untuk memperdalam pemahaman tentang strategi dakwah yang relevan dengan tantangan zaman. Para peserta diajak untuk merenungkan kembali peran dakwah dalam konteks kehidupan masyarakat modern, serta mencari solusi untuk menemukan strategi dakwah yang efektif untuk pemberdayaan cabang dan ranting Muhammadiyah di Kabupaten Karanganyar.
Zainudin Ahpandi, S.E. mengatakan kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para pimpinan dalam membangun jaringan dakwah yang kuat dan berkelanjutan. Melalui diskusi dan praktik lapangan, para peserta diharapkan dapat mengembangkan strategi dakwah yang inovatif dan menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas.
Rachmat Agung Cahyo, S.E. menambahkan, menyadari pentingnya pengalaman dan kolaborasi dalam membangun organisasi yang kuat, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Karanganyar mendorong setiap Majelis dan Lembaga PDM untuk mengirimkan setidaknya tiga utusan. Hal ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari setiap unit organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dan bersama-sama menjalankan misi dakwah Muhammadiyah.
Melalui Baitul Arqom ini, PDM Karanganyar berharap dapat melahirkan para pemimpin yang berintegritas, berkompeten, dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan misi dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Karanganyar. Dengan meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajemen organisasi, PDM Karanganyar optimis dapat menyongsong masa depan dakwah yang lebih bermakna dan berdampak positif bagi masyarakat.











































.jpeg)
.jpeg)
















