Solo Raya Barometer Perkaderan: MPKSDI Perkuat Konsolidasi di Wonogiri

 


Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Solo Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di kantor PDM Wonogiri, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum silaturahim sekaligus ajang berbagi perkembangan dan inovasi program perkaderan Muhammadiyah di wilayah Solo Raya.

Rakor tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari Pengurus inti MPKSDI PDM Kota Surakarta, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Klaten serta Instruktur MPKSDI dari tiap PDM. Agenda ini merupakan pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali.

Ketua MPKSDI PDM Wonogiri sekaligus tuan rumah kegiatan, Heriwanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menguatkan gerakan perkaderan di daerah.

 “Terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah berkenan hadir di PDM Wonogiri. Mohon maaf apabila dalam penyambutan masih seadanya. Insyaallah setelah ini kita lanjut makan kambing guling sembari sharing perkaderan,” ujarnya.

Heriwanto juga memaparkan bahwa pelaksanaan Baitul Arqom di Wonogiri telah berjalan meski masih bersifat kondisional. Selain itu, Wonogiri telah mengirimkan dua peserta untuk Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan serta mendorong PCM dan PDA untuk aktif melaksanakan Baitul Arqom.

Koordinator MPKSDI se-Solo Raya, Dr. Suyanto, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa Rakor menjadi ruang konsolidasi dan perencanaan program strategis ke depan.

 “Rapat koordinasi ini adalah agenda rutin dua bulanan sebagai bentuk silaturahim MPKSDI. Rencana terdekat kita akan mengadakan Syawalan Akbar MPKSDI se-Solo Raya. selain itu terkait Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan bagi guru ini sangat penting dan diharapkan bisa dilaksanakan di seluruh daerah, termasuk dengan skema merger bagi yang belum memiliki perguruan tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MPKSDI PDM Karanganyar menuturkan bahwa daerahnya terus melakukan berbagai terobosan kegiatan meskipun di luar indikator kinerja utama (KPI). Ia menilai Solo Raya sebagai barometer Muhammadiyah, sehingga MPKSDI harus menjadi motor penggerak perkaderan.

Dari Sragen, MPKSDI setempat rutin mengadakan kajian ideologi Muhammadiyah bersama Angkatan Muda Muhammadiyah setiap bulan. Fokus utama diarahkan pada standarisasi kader serta tindak lanjut pasca-Baitul Arqom.

Adapun MPKSDI PDM Boyolali menyoroti kendala dalam pengiriman guru untuk Program D1 Kemuhammadiyahan, meski begitu Baitul Arqom dan sekolah kader tarjih telah berjalan melalui kolaborasi lintas majelis.

Capaian signifikan disampaikan MPKSDI PDM Klaten yang telah melaksanakan sekitar 40 Baitul Arqom dengan total hampir 1.900 peserta. Selain itu, Klaten juga menggelar pembekalan instruktur, PKMD, serta Ideopolitor secara bergilir.

Sekretaris Koordinator MPKSDI se-Solo Raya, Abdul Afif Amrulloh, S.Psi., M.Psi., menegaskan komitmen bersama dalam penataan administrasi dan peningkatan kualitas perkaderan.

 “Terkait SIMPEKA dan instruktur, ini menjadi komitmen bersama MPKSDI Solo Raya untuk meningkatkan kualitas dan tata kelola perkaderan di masing-masing PDM,” pungkasnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan konsistensi gerakan perkaderan Muhammadiyah di Solo Raya.


oleh : M. Fatahillah

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Mengenai MPKSDI Solo

Email: mpksdimuhammadiyahsolo@gmail.com

YouTube MPSDI

Cari Blog Ini