Semarang — Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah melakukan silaturahim dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas rencana kolaborasi dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya di bidang kepemudaan dan lingkungan hidup.
Audiensi yang diikuti sekitar 10 peserta itu turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Pradana, serta perwakilan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jawa Tengah, Woro. Dari jajaran PWNA Jawa Tengah hadir Ketua Monica Subastia, Wakil Ketua Bidang Organisasi Lihar Raudina Izzati, Wakil Ketua Bidang Kader Arifah Cahyo Andini Suparmun, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Ranum Ester Putri Perdani, Sekretaris Mutmainah, Sekretaris I Yuli Kuswanti, serta Abdul Afif Amrulloh.
Abdul Afif Amrulloh membuka pertemuan tersebut dengan menyampaikan apresiasi atas capaian pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa silaturahim tersebut dimaksudkan sebagai langkah awal untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara organisasi kepemudaan perempuan dengan pemerintah daerah.
“Pertemuan ini kami maksudkan sebagai ruang silaturahim sekaligus pengantar untuk menyampaikan komitmen PWNA Jawa Tengah dalam mendukung program-program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kami berharap terbangun kolaborasi yang sejalan dengan agenda Prioritas pembangunan daerah provinsi Jawa Tengah, khususnya dalam isu kepemudaan, keberlanjutan lingkungan hidup, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Afif.
Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, menyampaikan bahwa sejak awal organisasinya berkomitmen mendukung visi dan misi Gubernur Jawa Tengah melalui sinergi program yang kolaboratif dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun sinergi yang konkret. Sejak awal kami berkomitmen mendukung visi dan misi Gubernur. PWNA Jawa Tengah siap berkolaborasi dalam program-program prioritas, khususnya yang menyentuh isu perempuan, kepemudaan, serta pelestarian lingkungan hidup,” tuturnya.
Monica juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa PWNA Jawa Tengah memiliki program bertajuk Ibu Jaga Bumi yang berfokus pada edukasi dan aksi nyata pengurangan sampah rumah tangga serta penguatan peran perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program tersebut, PWNA mendorong kader dan masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan hidup menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama. Kami memiliki program Indonesia Asri, gerakan bersih-bersih sampah, serta Mageri Segoro. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan organisasi masyarakat, khususnya perempuan dan pemuda, sangat menentukan keberhasilan program ini,” kata Ahmad Luthfi.
Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Perwakilan Kesbangpol dan Biro Kesra Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi lanjutan agar rencana kolaborasi tersebut dapat ditindaklanjuti secara teknis. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat diwujudkan melalui program bersama yang berdampak langsung bagi masyarakat Jawa Tengah.
Oleh: M. Fatahillah









Tidak ada komentar:
Posting Komentar