SIAP SERU-SERUAN BARENG KADER MUHAMMADIYAH SE-KOTA SURAKARTA
π’ Assalamu'alaikum ..
π₯ SIAP SERU-SERUAN BARENG KADER MUHAMMADIYAH SE-KOTA SURAKARTA? π₯
Yuk merapat! Ada kegiatan yang sayang banget kalau dilewatkan. π✨
MPKSDI PDM & MPK PDA Kota Surakarta mengundang seluruh kader Muhammadiyah se-Kota Surakarta untuk mengikuti CADRE CAMP 2026 dengan tema:
π€ "Melekatkan Ukhuwah untuk Kader Berkemajuan"
π Jumat–Sabtu, 3–4 Juli 2026
π Kun Gerit, Sragen
HTM: FREE / GRATIS 100%
πΏ Saatnya menambah teman, mempererat ukhuwah, berbagi pengalaman, dan membangun kebersamaan bersama kader-kader hebat dari berbagai wilayah di Kota Surakarta.
⛺ Bukan sekadar camping, tapi juga ruang untuk bertemu, bertumbuh, dan menguat bersama dalam semangat kader berkemajuan.
π Daftar Disini
https://forms.gle/pUGUXE66zTBb5CNY9
π Konfirmasi Pendaftaran
Izzan 082137068767
Albi 083164201527
π² Informasi lengkap lainnya dapat dilihat pada poster. Jangan sampai ketinggalan yaa, ajak juga teman dan kader lainnya untuk ikut meramaikan!
✨ Satu tenda, banyak cerita. Satu ukhuwah, berjuta makna.
Wassalamu'alaikum.
Kajian Shubuh bersama Wamen Haji Dahnil Anzar Simanjutak
Mari hadir dalam kajian penuh inspirasi bersama:
π️ Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E., Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia
π️ Ahad, 3 Mei 2026
π Masjid Kottabarat
Momentum terbaik mengawali hari dengan ilmu, iman, dan semangat perubahan. Jangan lewatkan! π€²✨
π¬ Ajak keluarga dan sahabat untuk hadir bersama!
#kajiansubuh
#dahnilanzar
#pemudamuhammadiyah
#masjidkottabarat
Kader Camp Muhammadiyah Solo Siap Cetak Pemimpin Otentik Gen Z
Ketua MPKSDI Suyanto menyampaikan, fenomena burnout, doomscrolling, hingga krisis arah kontribusi sosial menjadi latar belakang utama kegiatan ini.
“Banyak anak muda merasa lelah secara mental dan kehilangan makna. Organisasi sering dianggap kuno, sehingga perlu pendekatan baru yang lebih segar dan kontekstual,” ujarnya.
Mengusung tema “Authentic Leadership: Be a Game Changer, Not a Follower”, Kader Camp ini bertujuan membentuk kader Muhammadiyah yang memiliki kepemimpinan otentik.
Tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tajam secara intelektual dan terampil dalam manajemen organisasi.
Program ini memuat sejumlah tujuan strategis, di antaranya penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, peningkatan kesehatan mental berbasis spiritualitas, serta pengembangan keterampilan kepemimpinan dan kreativitas dakwah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang membangun jejaring antar kader Muhammadiyah yang memiliki semangat inovatif.
Kegiatan akan dikemas dengan metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Peserta akan mengikuti berbagai sesi, seperti ideologisasi, pelatihan kepemimpinan, diskusi kelompok terarah (FGD), hingga kegiatan outbound dan tadabbur alam.
“Harapannya, kader tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan nyata dan menjadi penggerak perubahan,” imbuhnya.
Meski waktu dan tempat pelaksanaan masih dalam tahap finalisasi, Kader Camp ini ditargetkan menjadi agenda strategis dalam mencetak estafet kepemimpinan Muhammadiyah di Kota Solo yang adaptif dan berdaya saing di tengah arus globalisasi.
MENCERAHKAN MASA DEPAN INDONESIA: PERAN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045
Abdul Afif
Amrulloh
Dewan
Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Tengah
Abstrak
Indonesia Emas 2045 merupakan visi
strategis bangsa dalam menyongsong satu abad kemerdekaan dengan menekankan
pembangunan sumber daya manusia unggul, transformasi ekonomi, stabilitas
sosial, dan kepemimpinan berintegritas. Namun, tantangan berupa ketimpangan
kualitas pendidikan, kesiapan menghadapi ekonomi digital, serta polarisasi
sosial menuntut keterlibatan aktif generasi muda, termasuk organisasi
mahasiswa. Artikel ini menganalisis peran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui pendekatan analitis
berbasis kajian literatur. Pembahasan difokuskan pada kontribusi IMM dalam
pengembangan kepemimpinan mahasiswa, kewirausahaan sosial, partisipasi
kebijakan publik, moderasi beragama, dan aksi kemanusiaan. Hasil analisis
menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa berkontribusi signifikan dalam
pembentukan karakter kepemimpinan, kapasitas intelektual, dan tanggung jawab
sosial generasi muda. Dalam konteks tersebut, IMM memiliki posisi strategis
sebagai ruang kaderisasi yang memadukan nilai keislaman, intelektualitas, dan
komitmen kebangsaan. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan sistem kaderisasi dan
konsolidasi gerakan intelektual IMM merupakan prasyarat penting dalam
mencerahkan masa depan Indonesia menuju 2045.
Kata kunci:
Indonesia Emas 2045, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, kepemimpinan, pembangunan
nasional.
Abstract
Indonesia Emas 2045 represents a
strategic national vision toward the centennial of Indonesia’s independence,
emphasizing human capital development, economic transformation, social
cohesion, and ethical leadership. Nevertheless, challenges such as educational
inequality, digital economic readiness, and social polarization require active
engagement from youth, including student organizations. This article analyzes
the role of Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) in supporting the realization
of Indonesia Emas 2045 through a literature-based analytical approach. The
discussion highlights IMM’s contributions in leadership development, social
entrepreneurship, public policy engagement, religious moderation, and
humanitarian action. The findings suggest that student organizations
significantly shape leadership character, intellectual capacity, and civic
responsibility among young generations. In this context, IMM holds a strategic
position as a cadre organization integrating Islamic values, intellectual
engagement, and national commitment. Strengthening IMM’s cadre system and
intellectual movement is therefore essential in illuminating Indonesia’s future
toward 2045.
Keywords:
Indonesia Emas 2045, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, leadership, national
development.
LATAR BELAKANG
MASALAH
Indonesia
memasuki abad ke-21 dengan harapan besar sekaligus tantangan struktural yang
kompleks. Visi Indonesia Emas 2045 merupakan agenda pembangunan jangka
panjang yang menempatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemerataan
kesejahteraan, stabilitas sosial, dan daya saing global sebagai pilar utama
(Bappenas, 2021). Namun, untuk merealisasikan visi tersebut tidak cukup hanya
mengandalkan angka pertumbuhan ekonomi atau bonus demografi semata; yang lebih
penting adalah pembangunan manusia yang unggul, berintegritas, dan berkarakter
kebangsaan.
Bonus
demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya sekitar 2030–2045 merupakan
peluang besar bagi Indonesia (United Nations Development Programme [UNDP],
2020). Namun, peluang ini dapat berubah menjadi beban sosial jika kualitas
pendidikan, kemampuan kompetitif, dan kapasitas berinovasi tidak meningkat
secara signifikan (World Bank, 2021). Organisasi mahasiswa, sebagai bagian dari
civil society, memiliki peran strategis dalam pembentukan kapasitas
generasi muda yang mampu menjawab persoalan kompleks tersebut. Penelitian
menunjukkan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi berdampak
positif terhadap perkembangan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan komitmen
terhadap tujuan publik (Astin, 1993; Pascarella & Terenzini, 2005).
Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan salah satu organisasi mahasiswa Islam
yang secara historis berkontribusi terhadap pembentukan karakter kepemimpinan
dan kader intelektual dalam perspektif Islam Berkemajuan (Maarif, 2008).
Rasionalitas, moralitas, serta tanggung jawab kebangsaan adalah tiga pilar yang
terus dikembangkan IMM dalam proses kaderisasinya. Namun demikian, sejauh mana
IMM dapat memainkan peran strategis dalam agenda Indonesia Emas 2045 masih
jarang dibahas secara komprehensif dalam kajian akademik maupun strategis
gerakan. Pertanyaan yang muncul adalah: apa peran IMM dalam pembangunan SDM,
penguatan ekonomi, kohesi sosial, dan kepemimpinan moral yang diperlukan untuk
mewujudkan Indonesia Emas 2045?
Artikel
ini menganalisis kontribusi strategis IMM terhadap pembangunan Indonesia Emas
2045 dengan mempertimbangkan konteks globalisasi, dinamika sosial, dan
kebutuhan moral terhadap generasi masa depan.
ANALISIS
1.
Tantangan
Indonesia Menuju 2045
1.1
Bonus
Demografi dan Kualitas SDM
Bonus demografi hanya akan menjadi
aset signifikan apabila kualitas SDM dipersiapkan melalui pendidikan yang
komprehensif dan relevan. OECD dan Asian Development Bank (2020) menunjukkan
bahwa disparitas pendidikan masih menjadi hambatan utama dalam pemerataan
kualitas SDM di Indonesia.
Pascarella dan
Terenzini (2005) menyatakan bahwa campus involvement atau keterlibatan
mahasiswa dalam organisasi akademik dan non-akademik memperkuat perkembangan
kognitif dan kepemimpinan mereka. Astin (1993) juga menegaskan bahwa
partisipasi aktif mahasiswa dalam organisasi merupakan variabel prediktor kuat
terhadap keterampilan kepemimpinan generasi muda. Lebih jauh, Tinto (1997)
menegaskan bahwa keterikatan mahasiswa dalam komunitas akademik dan sosial
berimplikasi pada kemampuan akademik dan kapasitas memimpin yang lebih
berkembang. Analisis ini menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa seperti IMM
memiliki peran penting dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas menuju
Indonesia Emas 2045.
1.2
Kesenjangan
Ekonomi dan Keterampilan Digital
Revolusi industri 4.0 mensyaratkan
kemampuan literasi digital, kreativitas, dan inovasi ekonomi (Xing &
Marwala, 2017). Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menciptakan tenaga
kerja yang adaptif terhadap teknologi baru dan mampu bersaing secara global.
World Bank
(2021) mencatat bahwa pembekalan kemampuan teknologi dan inovasi menjadi faktor
penting bagi generasi produktif. Dalam konteks ini, organisasi mahasiswa
menjadi tempat praktik pembelajaran keterampilan non-formal yang tidak selalu
didapat melalui kurikulum akademik formal.
2.
Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah (IMM): Identitas dan Wacana Gerakan
IMM berdiri pada 14 Maret 1964 dan
berakar pada tradisi intelektual Islam Berkemajuan yang menempatkan
rasionalitas, moralitas, dan nasionalisme sebagai pilar utama (Maarif, 2008).
Identitas IMM dirumuskan sebagai organisasi yang menyiapkan kader mahasiswa
untuk berkontribusi dalam kehidupan akademik, sosial, dan kebangsaan secara
progresif.
Dalam
perspektif gerakan, IMM tidak hanya berorientasi pada aktivitas internal
kampus, tetapi juga pada kontribusi nasional dan global. Bedasaskan tradisi
Muhammadiyah yang memadukan nilai Islam dan modernitas, IMM menempatkan dirinya
sebagai agent of change yang berpijak pada nilai moral, keadilan sosial,
dan kemanusiaan. M. Fatahillah dalam buku IMM di era 4.0 DPP IMM (2021)
menjelaskan setidaknya ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam
membangun peradaban melalui IMM; Pertama, kesadaran berideologi
dalam IMM. Hal ini agar mampu dan tidak mengalami kebingungan dalam mengambil
arah dan memproduksi gagasan yang berdasar pada ikatan. Kedua,
kesadaran hidup sebagai seorang intelektual. Sebagai kader IMM yang juga
dikenal sebagai seorang intelektual maka sudah seharusnya mengerti dengan
kondisi yang dihadapinya baik lingkungan sekitar maupun kondisi secara global,
hal itu akan menjadi bekal dalam memproduksi gagasan-gagasan baru yang
menghidupi. Ketiga, kesadaran memproduksi Wacana. Wacana
diartikan sebagai satu kesatuan paket komplit dari sebuah gagasan dan juga
aksi, maka setelah gagasan tersebut lahir turut di ikuti dengan bentuk upaya
aksi dari suatu gagasan. Produksi wacana tersebut juga perlu di narasikan dalam
media digital mengingat kehidupan sekarang ini media digital memiliki pengaruh
dan peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Keempat,
kesadaran akan refleksi. Upaya membangun peradaban tentunya mengalami proses
refleksi yang begitu panjang sehingga pelajaran dan hikmah-hikmah dalam suatu
proses dapat ditelaah dengan baik sebagai bekal membangun peradaban.
Usaha-usaha yang dilakukan dalam membangun peradaban tersebut memiliki harapan
akan lahir sebuah peradaban yang cerah lagi mencerahkan, hidup lagi menghidupi,
manusia yang memanusiakan yang akan dikenal sebagai peradaban berkemajuan.
3.
Peran
Strategis IMM dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045
IMM berkontribusi secara langsung
dan tidak langsung terhadap berbagai dimensi yang relevan dengan Indonesia Emas
2045. Peran strategis IMM dapat dirumuskan dalam lima bidang utama:
3.1
Pendidikan
dan Pengembangan Kepemimpinan
IMM melalui program kaderisasi
seperti Darul Arqam Dasar, Madya, dan Paripurna menciptakan ruang bagi
mahasiswa untuk tidak hanya belajar teoritis tetapi juga praktik sosial.
Program ini memperkuat keterampilan kepemimpinan, retorika, serta pemikiran kritis
yang sangat relevan dalam pembangunan manusia.
Hefner
dan Zaman (2011) dalam kajiannya menyatakan bahwa keberadaan organisasi
mahasiswa Islam moderat memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa dalam
merespon dinamika sosial dan politik secara produktif. Hal ini menunjukkan
bahwa IMM tidak hanya menyiapkan kader untuk organisasi internal, tetapi juga
untuk keterlibatan dalam agenda publik yang lebih luas.
3.2
Ekonomi
Kreatif dan Kewirausahaan Sosial
Gorman, Hanlon, dan King (1997)
menunjukkan bahwa pendidikan dan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas
kewirausahaan dapat meningkatkan kreativitas serta kesiapan mereka dalam
menghadapi tantangan ekonomi. IMM telah mengembangkan program kewirausahaan
mahasiswa, dukungan terhadap UMKM berbasis komunitas, serta pelatihan kemampuan
ekonomi kreatif. Program tersebut memperluas cakupan kontribusi IMM dalam
pembangunan ekonomi produktif di tingkat lokal maupun nasional. Penelitian
tentang kewirausahaan sosial juga menunjukkan bahwa keterlibatan komunitas
mahasiswa dalam aksi sosial dapat mendorong pembentukan kerja kolektif yang
bukan hanya mengejar profit tetapi juga maslahat publik (Ratten, 2020).
3.3
Partisipasi
dalam Wacana Kebijakan Publik
Pertumbuhan demokrasi membutuhkan
partisipasi generasi muda dalam wacana kebijakan publik. Putnam (2000)
menyatakan bahwa modal sosial merupakan komponen penting dalam kualitas
demokrasi. IMM secara konsisten memfasilitasi forum diskusi, kajian kebijakan,
dan advokasi publik bagi mahasiswa. Aktivitas ini mendukung terbentuknya
generasi yang tidak hanya memahami kebijakan, tetapi juga mampu memberikan
rekomendasi berbasis riset dan perspektif kebangsaan.
Penelitian
oleh Della Porta dan Diani (2015) menegaskan bahwa partisipasi organisasi
mahasiswa dalam wacana publik memperkuat posisi generasi muda sebagai aktor
sosial yang relevan dalam proses kebijakan.
3.4
Moderasi
Beragama dan Kohesi Sosial
Dalam menghadapi era global yang
penuh dengan polarisasi identitas, moderasi beragama menjadi nilai penting
untuk menjaga kohesi sosial. Hefner dan Zaman (2011) menunjukkan bahwa
organisasi mahasiswa Islam moderat dapat menjadi penyeimbang antara religiusitas
dan demokrasi. IMM dengan akar nilai Islam Berkemajuan, menempatkan moderasi
sebagai salah satu prinsip aksi. Ini relevan dalam konteks Indonesia Emas 2045
untuk menjaga harmoni keberagaman dan mencegah ekstremisme.
3.5
Kontribusi
pada Kemanusiaan dan Solidaritas Sosial
Penelitian empiris tentang perilaku
prososial mahasiswa menunjukkan bahwa keterlibatan dalam aksi sosial
berkorelasi dengan tingkat keterlibatan moral dan empati sosial (Eisenberg
& Spinrad, 2014). IMM melalui kegiatan bakti sosial, program solidaritas
komunitas, dan kemanusiaan menghadirkan bentuk nyata dari tanggung jawab moral
generasi muda.
KESIMPULAN
Indonesia
Emas 2045 adalah tujuan strategis bangsa yang menuntut sinergi antara kualitas
SDM, pemerataan kesejahteraan, stabilitas sosial, dan kapasitas inovatif.
Tantangan struktural seperti disparitas pendidikan, transformasi ekonomi, dan
fragmentasi sosial memerlukan kontribusi semua elemen masyarakat — termasuk
organisasi mahasiswa.
Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas
2045 melalui:
- Pembentukan kepemimpinan yang
berkualitas dan bertanggung jawab.
- Pengembangan kewirausahaan dan
ekonomi kreatif berbasis nilai.
- Partisipasi aktif dalam wacana
kebijakan publik dan demokrasi.
- Penguatan moderasi beragama dan
kohesi sosial.
- Aksi kemanusiaan yang
mencerminkan solidaritas dan etika publik.
Sebagai
kader yang memahami dinamika gerakan mahasiswa dan tantangan kebangsaan,
penulis yakin bahwa IMM bukan sekadar organisasi mahasiswa biasa. Ia memiliki
fondasi nilai yang kuat untuk menjadi architect of future leadership
dalam sejarah Indonesia. Indonesia Emas 2045 bukan sekadar angka ambisi, tetapi
cita-cita kolektif yang harus dimulai dari ruang-ruang kaderisasi, diskusi
kritis, dan aksi sosial nyata. IMM memiliki modal tradisi, kapasitas
intelektual, dan jaringan sosial yang kuat untuk memainkan peran tersebut
secara transformatif.
DAFTAR PUSTAKA
Astin, A. W.
(1993). What matters in college? Four critical years revisited.
Jossey-Bass.
Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Rencana pembangunan jangka
menengah nasional 2020–2024. Bappenas.
Della Porta,
D., & Diani, M. (2015). Social movements: An introduction (3rd ed.).
Wiley.
DPP IMM. (2021).
IMM di Era 4.0:Refleksi dan Harapan. Diva Press.
Eisenberg, N.,
& Spinrad, T. L. (2014). Multidimensionality of prosocial behavior.
In C. A. Essau (Ed.), The handbook of prosocial behavior (pp. 15–32).
Wiley.
Gorman, G.,
Hanlon, D., & King, W. (1997). Some research perspectives on
entrepreneurship education, development and research. Journal of Business
Venturing, 12(5), 337–353. https://doi.org/10.1016/S0883-9026(97)00009-3
Hefner, R. W.,
& Zaman, M. Q. (2011). Student politics in Indonesia: Islam, social change,
and the state. Journal of Indonesian Islam, 5(1), 1–30. https://doi.org/10.15642/JIIS.2011.5.1.1-30
Maarif, A. S.
(2008). Sejarah Muhammadiyah. Pustaka Masyarakat.
OECD &
Asian Development Bank. (2020). Indonesia economic report 2020: Towards a
more resilient economy. OECD Publishing.
Pascarella, E.
T., & Terenzini, P. T. (2005). How college affects students: A third
decade of research. Jossey-Bass.
Putnam, R. D.
(2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community.
Simon & Schuster.
Ratten, V.
(2020). Entrepreneurship and innovation in social contexts. Routledge.
Tinto, V.
(1997). Classrooms as communities: Exploring the educational character of
student persistence. The Journal of Higher Education, 68(6), 599–623. https://doi.org/10.1080/00221546.1997.11779003
United Nations
Development Programme. (2020). Human development report 2020. UNDP.
World Bank.
(2021). World development report 2021: Data for better lives. World Bank
Publications.
Xing, Y., &
Marwala, T. (2017). Implications of the fourth industrial revolution on higher
education. Journal of the World Universities Forum, 10(4), 5–13.
Refreshing PDM Solo Prof Dai Iman Harus Membumi dalam Amal dan Pelayanan Umat
MPKSDISOLO.COM - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar Pengajian Refreshing PDM Kota Surakarta pada Jumat (13/03/2026) di Aula Gedung Balai Muhammadiyah PDM Solo.
Kegiatan yang diikuti sekitar 470 peserta ini bertujuan untuk menyegarkan kembali semangat kader dalam berkhidmat di Muhammadiyah. Acara diawali dengan salat Tarawih berjemaah di Masjid Balai Muhammadiyah, kemudian dilanjutkan pengajian di aula yang dimulai sekitar pukul 20.15 WIB.
Perwakilan Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) PDM Surakarta, Suyanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa istilah refreshing pengajian dimaksudkan untuk menguatkan kembali semangat kader Muhammadiyah dalam bergerak melalui pengajian.
“Mengapa disebut refreshing pengajian? Karena Muhammadiyah itu gerakannya dari ngaji ke ngaji. Maka pengajian malam ini untuk me-refresh kembali semangat kita agar berkhidmat di Muhammadiyah dengan lebih bersemangat dan bergembira,” ujar Suyanto.
Sementara itu, Prof. Dai dalam ceramahnya mengangkat tema “Iman yang Membumi: Menjadikan Tauhid sebagai Energi Utama dalam Bermuhammadiyah dan Melayani Umat.” Ia menukil QS Ibrahim ayat 24–26 yang memisalkan iman seperti pohon yang baik.
Menurut Prof. Dai, pohon yang baik digambarkan memiliki akar yang kuat dan cabang yang menjulang tinggi, sebagaimana pohon kurma yang akarnya menembus bumi dan cabangnya berkembang dengan baik.
“Perumpamaan ini menggambarkan iman. Seorang mukmin yang sejati imannya menancap kuat di dalam hati, kemudian amal salehnya naik ke langit karena amal yang keluar dari orang beriman adalah amal yang diterima oleh Allah SWT,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa secara klasik iman dipahami sebagai tasdiq bil qalb (membenarkan dengan hati), diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan melalui amal saleh. Karena itu, iman yang benar harus membumi dalam tindakan nyata.
Prof. Dai juga mengaitkan perumpamaan tersebut dengan gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam dan gerakan tajdid harus memiliki akar tauhid yang kuat.
Ia menjelaskan bahwa dalam aspek akidah dan ibadah, Muhammadiyah menekankan pemurnian dari praktik syirik, tahayul, dan bidah. Sementara dalam urusan duniawi, Muhammadiyah mendorong dinamisasi agar amal usaha seperti rumah sakit, sekolah, dan universitas mampu berkembang dan bersaing.
“Muhammadiyah adalah gerakan amal. Kalau gerakan amal, tidak banyak bicara tetapi banyak bekerja,” kata Prof. Dai, mengutip pesan tokoh Muhammadiyah KH AR Fachruddin.
Ia mencontohkan berbagai aksi nyata Muhammadiyah, seperti keterlibatan relawan dalam penanganan bencana melalui MDMC dan berbagai program sosial melalui Lazismu yang diterima luas oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dai juga menekankan pentingnya penguatan gerakan di tingkat cabang dan ranting sebagai ujung tombak Muhammadiyah.
Menurutnya, jika cabang dan ranting hidup dengan kegiatan pengajian, kaderisasi, dan penguatan amal usaha, maka gerakan Muhammadiyah akan terus berkembang hingga ke tingkat akar rumput.
Ia mengajak seluruh kader untuk menghidupkan masjid sebagai pusat solusi umat. Di Solo sendiri terdapat sekitar 153 masjid Muhammadiyah yang tersebar di tujuh cabang, yang menurutnya merupakan potensi besar bagi penguatan dakwah.
“Masjid harus dimakmurkan dan memakmurkan. Dari masjid kita bangkit. Apa pun masalahnya, masjid harus menjadi solusinya,” tegasnya.
Menutup ceramahnya, Prof. Dai menegaskan bahwa iman yang benar tidak cukup berhenti pada ibadah personal, tetapi harus melahirkan amal dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mencontohkan gerakan KH Ahmad Dahlan yang mengkaji Surah Al-Ma’un hingga melahirkan gerakan sosial nyata sebagai wujud dakwah Muhammadiyah.
Pengajian tersebut ditutup dengan yel-yel semangat yang menggema di aula, antara lain “Ranting, itu penting!; Cabang, harus berkembang!, Masjid, makmur memakmurkan!, Muhammadiyah, sukses dunia sukses akhirat.!”
Penulis : Mafaza Haikal Ahmad
TARAWIH BERSAMA DAN PENGAJIAN REFRESHING PDM KOTA SURAKARTA
HADIRILAH‼️
TARAWIH BERSAMA DAN PENGAJIAN REFRESHING PDM KOTA SURAKARTA
π️Narasumber :
Prof. Dr. Muhammad Da'i, S.Si., M.Si., Apt.
(LPCR PP Muhammadiyah)
(PDM Kota Surakarta)
π️ HARI, TANGGAL :
Jum'at, 13 Maret 2026 / 24 Ramadhan 1447 H
π°️ WAKTU :
19.00 WIB - Selesai
π TEMPAT:
Balai Muhammadiyah PDM Kota Surakarta
⚠️ Jama'ah diutamakan menggunakan kendaraan roda 2 (Motor)
πOfficial by PDM Kota Surakarta × MPKSDI PDM Kota Surakarta
Media Partner :
- MPI PDM Kota Surakarta
Supported by:
- PD 'Aisyiyah Kota Surakarta
- PD Pemuda Muhamadiyah Kota Surakarta
- PD IPM Kota Surakarta
- PC IMM Kota Surakarta
- PD Nasyiatul 'Aisyiyah Kota Surakarta
- Kwarda HW Kota Surakarta
- Pimda Tapak Suci Kota Surakarta
Rapat Pengajian Refreshing PDM Kota Surakarta
Pengajian Refreshing PDM Kota Surakarta. In sya Allah, besok ;
Hari/Tanggal : Senin, 9 Maret 2026
Acara : rapat persiapan panitia kegiatan Tarawih Bersama dan Pengajian Refreshing PDM
Pukul : 16.00 WIB - Selesai Tempat : Ruang Rapat Balai PDM Kota Surakarta. Bukber Support by Almaz Fried Chicken- Solo Slamet Riyadi.
PWNA Jawa Tengah Silaturahim dengan Gubernur Ahmad Luthfi, Perkuat Kolaborasi Dukung Program Gubernur Jateng
Semarang — Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah melakukan silaturahim dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas rencana kolaborasi dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya di bidang kepemudaan dan lingkungan hidup.
Audiensi yang diikuti sekitar 10 peserta itu turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Pradana, serta perwakilan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jawa Tengah, Woro. Dari jajaran PWNA Jawa Tengah hadir Ketua Monica Subastia, Wakil Ketua Bidang Organisasi Lihar Raudina Izzati, Wakil Ketua Bidang Kader Arifah Cahyo Andini Suparmun, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Ranum Ester Putri Perdani, Sekretaris Mutmainah, Sekretaris I Yuli Kuswanti, serta Abdul Afif Amrulloh.
Abdul Afif Amrulloh membuka pertemuan tersebut dengan menyampaikan apresiasi atas capaian pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa silaturahim tersebut dimaksudkan sebagai langkah awal untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara organisasi kepemudaan perempuan dengan pemerintah daerah.
“Pertemuan ini kami maksudkan sebagai ruang silaturahim sekaligus pengantar untuk menyampaikan komitmen PWNA Jawa Tengah dalam mendukung program-program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kami berharap terbangun kolaborasi yang sejalan dengan agenda Prioritas pembangunan daerah provinsi Jawa Tengah, khususnya dalam isu kepemudaan, keberlanjutan lingkungan hidup, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Afif.
Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, menyampaikan bahwa sejak awal organisasinya berkomitmen mendukung visi dan misi Gubernur Jawa Tengah melalui sinergi program yang kolaboratif dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun sinergi yang konkret. Sejak awal kami berkomitmen mendukung visi dan misi Gubernur. PWNA Jawa Tengah siap berkolaborasi dalam program-program prioritas, khususnya yang menyentuh isu perempuan, kepemudaan, serta pelestarian lingkungan hidup,” tuturnya.
Monica juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa PWNA Jawa Tengah memiliki program bertajuk Ibu Jaga Bumi yang berfokus pada edukasi dan aksi nyata pengurangan sampah rumah tangga serta penguatan peran perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program tersebut, PWNA mendorong kader dan masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan hidup menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama. Kami memiliki program Indonesia Asri, gerakan bersih-bersih sampah, serta Mageri Segoro. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan organisasi masyarakat, khususnya perempuan dan pemuda, sangat menentukan keberhasilan program ini,” kata Ahmad Luthfi.
Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Perwakilan Kesbangpol dan Biro Kesra Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi lanjutan agar rencana kolaborasi tersebut dapat ditindaklanjuti secara teknis. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat diwujudkan melalui program bersama yang berdampak langsung bagi masyarakat Jawa Tengah.
Oleh: M. Fatahillah
Solo Raya Barometer Perkaderan: MPKSDI Perkuat Konsolidasi di Wonogiri
Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Solo Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di kantor PDM Wonogiri, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum silaturahim sekaligus ajang berbagi perkembangan dan inovasi program perkaderan Muhammadiyah di wilayah Solo Raya.
Rakor tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari Pengurus inti MPKSDI PDM Kota Surakarta, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Klaten serta Instruktur MPKSDI dari tiap PDM. Agenda ini merupakan pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali.
Ketua MPKSDI PDM Wonogiri sekaligus tuan rumah kegiatan, Heriwanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menguatkan gerakan perkaderan di daerah.
“Terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah berkenan hadir di PDM Wonogiri. Mohon maaf apabila dalam penyambutan masih seadanya. Insyaallah setelah ini kita lanjut makan kambing guling sembari sharing perkaderan,” ujarnya.
Heriwanto juga memaparkan bahwa pelaksanaan Baitul Arqom di Wonogiri telah berjalan meski masih bersifat kondisional. Selain itu, Wonogiri telah mengirimkan dua peserta untuk Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan serta mendorong PCM dan PDA untuk aktif melaksanakan Baitul Arqom.
Koordinator MPKSDI se-Solo Raya, Dr. Suyanto, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa Rakor menjadi ruang konsolidasi dan perencanaan program strategis ke depan.
“Rapat koordinasi ini adalah agenda rutin dua bulanan sebagai bentuk silaturahim MPKSDI. Rencana terdekat kita akan mengadakan Syawalan Akbar MPKSDI se-Solo Raya. selain itu terkait Program D1 Pendidikan Kemuhammadiyahan bagi guru ini sangat penting dan diharapkan bisa dilaksanakan di seluruh daerah, termasuk dengan skema merger bagi yang belum memiliki perguruan tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua MPKSDI PDM Karanganyar menuturkan bahwa daerahnya terus melakukan berbagai terobosan kegiatan meskipun di luar indikator kinerja utama (KPI). Ia menilai Solo Raya sebagai barometer Muhammadiyah, sehingga MPKSDI harus menjadi motor penggerak perkaderan.
Dari Sragen, MPKSDI setempat rutin mengadakan kajian ideologi Muhammadiyah bersama Angkatan Muda Muhammadiyah setiap bulan. Fokus utama diarahkan pada standarisasi kader serta tindak lanjut pasca-Baitul Arqom.
Adapun MPKSDI PDM Boyolali menyoroti kendala dalam pengiriman guru untuk Program D1 Kemuhammadiyahan, meski begitu Baitul Arqom dan sekolah kader tarjih telah berjalan melalui kolaborasi lintas majelis.
Capaian signifikan disampaikan MPKSDI PDM Klaten yang telah melaksanakan sekitar 40 Baitul Arqom dengan total hampir 1.900 peserta. Selain itu, Klaten juga menggelar pembekalan instruktur, PKMD, serta Ideopolitor secara bergilir.
Sekretaris Koordinator MPKSDI se-Solo Raya, Abdul Afif Amrulloh, S.Psi., M.Psi., menegaskan komitmen bersama dalam penataan administrasi dan peningkatan kualitas perkaderan.
“Terkait SIMPEKA dan instruktur, ini menjadi komitmen bersama MPKSDI Solo Raya untuk meningkatkan kualitas dan tata kelola perkaderan di masing-masing PDM,” pungkasnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan konsistensi gerakan perkaderan Muhammadiyah di Solo Raya.
oleh : M. Fatahillah








































