• Pengukuhan

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam melaksanakan keputusan Muktamar ke-48 perlu mengangkat Anggota Pimpinan Majelis/Lembaga/Biro untuk menyelenggarakan program, kegiatan, amal usaha, dan membantu bidang-bidang tertentu yang bersifat pelaksanaan kebijakan untuk mencapai tujuannya.

  • Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru

    Agenda : 1. Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru 2. Menyusun Progam Kerja.

  • Sesuai lampiran SK PDM No 016/KEP/III.O/D/2023

    tentang pengesahan susunan dan pengangkatan anggota majelis, supervisor Prof Dr H Sofyan Anif MSi, Konsultan H Ahmad Sukidi MPd, Ketua Suyanto MPdI, Wakil Ketua 1 Drs H Sukendar MPd, Wakil Ketua 2 Pramuseto Rahman SPd, Sekretaris Abdul Afif Amrullah SPsi, Wakil Sekretaris Fajar Tri Winarno SSos, Bendahara Joko Kendro Maryanto SE, Wakil Bendahara Muhammad Halim Maimun SE MM.

  • K.H. Ahmad Dahlan

    Mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 Zulhijjah 1330 H, atau bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1912. Ahmad Dahlan bernama kecil Muhammad Darwisy lahir pada tahun 1868 di Kampung Kauman Yogyakarta dan meninggal dunia pada tanggal 25 Febuari 1923 dalam usia 55 tahun.

  • Pengembangan Kader

    Muhammadiyah (pada saat berdiri ditulis Moehammadijah) adalah nama gerakan Islam yang lahir di Kauman Yogyakarta tanggal 18 November 1912. Pada saat waktu berdirinya dan mengajukan pengesahan kepada pemerintah Hindia Belanda menggunakan tanggal dan tahun Miladiyah.

Hari Batik: Momen Meneruskan Karya Adiluhung

 

Suasana talk show Hari Batik di Gedung Batari, bersama mbak Astrid calon wawali Solo

Bu Novi ada di talk show hari batik di gedung Pertemuan Batari, Kamis 24 Oktober 2024.

Ada mbak Astrid, calon wawali kota Surakarta.

Bu Novi Saptina pensiun SD Muhi ini masih selalu aktif mengikuti kegiatan- kegiatan ilmiah di Solo. Ya, mengejar dulu yang waktu masih dinas belum terlaksana.

Kegiatan terakhir apa bu Novi? Mengikuti lomba yg disitu saya ungkapkan potensi lansia dalam perekonomian akar rumput dan UMKM.

Lalu pendapat bu Novi di pertemuan festifal batik Batari  ini bu Novi? 

Yah, ini momen anak bangsa untk meneruskan karya adiluhung yang membuat iri bangsa lain. Inovasi harus terus dikembangkan, bpk Ir H Nawan Basuki, pimpinan Batari ini sudah membuka jalan untuk itu. Luar biasa usahanya. Mbak Astrid juga sudah berjanji mengembangkannya, kekayaan karya kita, di Indonesia yang kaya.

Ayo momen tepat mengayakan negri hijau yang hebat.





















Share:

Cerita Perjuangan Jenderal Sudirman di Hari Santri Nasional





















Pada Hari Santri Nasional, Selasa 22 Oktober 2024, Kak Rachmat berbagi cerita inspiratif tentang Jenderal Besar Sudirman kepada ratusan siswa kelas III dan IV MI Muhammadiyah Karanganyar.

 Acara diawali dengan ice breaking dan dialog interaktif bersama boneka karakter yang menemani Kak Rachmat bercerita. Keduanya membahas perjuangan heroik Jenderal Soedirman dengan penuh semangat.

 Kak Rachmat menyampaikan pesan penting, "Di hari santri ini, kami berharap para santri Muhammadiyah dapat meneladani dan terinspirasi dari Jenderal Sudirman. Semangat juang beliau yang tak terbendung, meski paru-parunya hanya berfungsi sebelah, membuktikan bahwa niat ikhlas dan iman yang kuat mampu memancarkan energi luar biasa. Selain itu, kecintaan beliau terhadap agama dan bangsa menjadi teladan bagi kita semua."

 Kak Rachmat juga menekankan bahwa Jenderal Sudirman adalah Guru Muhammadiyah sekaligus Pandu Hizbul Wathan. Hal ini menunjukkan bahwa semangat juang dan nilai-nilai luhur Jenderal Sudirman telah mengalir dalam darah santri dan siswa Muhammadiyah.

 Di akhir sesi, Kak Rachmat memandu doa bersama untuk kebaikan negeri dan berharap siswa-siswi MI Muhammadiyah Karanganyar menjadi pribadi yang sholih, cerdas, dan sukses meraih cita-citanya.

Share:

Narasumber Workshop Penulisan Soal Holistik Integratif Ini Ternyata dari SD Muh 1 Solo



Boyolali – Workshop Penulisan Soal Al Islam dan Kemuhammaduyahan yang holistik integratif digelar di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Boyolali Jl Pandanaran No. 68 Tegalsari, Rabu (16/10/2024). 

Workshop diadakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (PNF). Kegiatan diikuti oleh 80 guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK Muhammadiyah Boyolali. Ustazah Erma Praptiwi yang memandu workshop ini dan sebagai pembaca ayat suci Al-Qur’an dibawakan oleh Yesi Uyun.

Salah satu narasumber Ustaz Dwi Jatmiko dalam paparan materinya menjelaskan, soal-soal saat ini mulai didesain dengan konteks yang beragam yang ditemukan dalam dalam kehidupan sehari-hari, dengan elaborasi tabel, grafik, ilustrasi terutama untuk jenis stimulus multiple items dengan ilustrasi yang kontekstual dan informatif. 

“Stimulus harus mengajak peserta didik untuk berpikir kritis, mengidentifikasi masalah, dan ada transfer konsep yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah,” tutur Dwi Jatmiko. 

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Solo ini menekankan pentingnya membuat soal dengan berbagai model seperti pilihan ganda, isian atau jawaban singkat, essay atau uraian, menjodohkan dan pilihan ganda kompleks kepada siswa sekolah Muhammadiyah di Boyolali.

Pilihan ganda kompleks terdiri dari pilihan dengan jawaban benar lebih dari satu. Pilihan jawaban terdiri atas beberapa pernyataan yang jawabannya dapat dibuat Benar-Salah, ya-tidak, berubah, tidak berubah atau kategori lainnya.

“Para penulis soal perlu sering latihan menyusun soal yang memfasilitasi semua level kognitif, sehingga siswa juga akan mampu berpikir secara kompleks diawali dengan penulisan dari kisi-kisi dan jangan menulis soal kalua kisi-kisi belum jadi,” terangnya.

Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani ini mengatakan penulis soal selayaknya dapat memahami bahasa dengan baik. Dia menegaskan soal memenuhi tuntutan kisi-kisi soal. Soal terdiri dari pokok soal (Stem) dan pilihan jawaban (Option). Pokok soal sudah ada dalam bentuk kalimat pertanyaan atau kalimat pernyataan. Petunjuk menjawab soal sudah jelas. Sudah menggunakan bahasa Indonesia baku, jika kosa kata asing, agar dicetak miring. Teknik penulisan rapi, misal: dalam penomoran, antar nomor ada jarak. 

“Terimakasih kepada ketua Dikdasmen Kamtar dan sekretaris Pardi yang telah memberi amanah sebagai narasumber workshop dan memberi sertifikat,” katanya.

Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Boyolali Agus Sriyono mengatakan, dalam workshop ini, dibahas latar belakang diadakannya acara tersebut. Karena kualitas penyusunan soal Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) yang selama ini sangat beragam. 

“Maka, pada tahun ajaran 2024/2025, workshop ini bertujuan untuk menghasilkan soal Ismuba yang dapat digunakan oleh seluruh lembaga pendidikan di Kabupaten Boyolali sebagai upaya bersama,” ujar Agus. 



Share:

Mutiara sakinah Selasa, 8 Okt 2024




# Hidup ini harus selalu bersyukur kepada Allah Swt.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Percayalah bahwa Allah Swt itu selalu bersama kita.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Bahwa sesungguhnya dunia itu tidak abadi.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Kita harus membiasakan diri kita untuk selalu beristighfar kepada Allah Swt.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Jadilah orang yang mencintai Al Quran.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Janganlah bersedih karena sesungguhnya Allah Swt itu selalu bersama kita.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Hidup itu tidak perlu gengsi-gengsian.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Semoga Allah Swt selalu memudahkan dan melancarkan urusan kita.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Harta terbaik adalah kejujuran, senjata terkuat itu kesabaran, aset terbesar kita iman, alat komunikasi yang paling canggih itu doa.

(Catatan cinta muslimah)


# Berdoalah dengan penuh harapan walaupun masih belum di makbulkan.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Teguhkan hatimu walaupun di himpit ujian dan dugaan dalam kehidupan.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Tabahkan jiwamu walaupun hidup ini tidak selalu membahagiakan.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Janganlah membandingkan istri kita dengan istri orang lain.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Bertemanlah dan bersahabatlah dengan orang yang selalu mengajak kepada kebaikan dan ketaatan kepada Allah Swt.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Jadilah orang yang berilmu dan bermartabat.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw maka Allah Swt akan membalas shalawatn kepada kita.


# Janganlah menyerah dalam hal kebaikan.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Janganlah pernah menyesal jadi orang Islam.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Janganlah pernah mau di adu domba.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Bahwa hidup itu harus ada tujuan yang jelas.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber) 


# Janganlah terlalu mengejar dunia.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Kita harus bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain, tapi bandingkan dirimu yang sekarang dengan dirimu di masa lalu.


# Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.

(Kajian Muhammadiyah)


# Perbaikilah sisa usia kita agar Allah Swt memperbaiki keburukan masa lalu kita.

(Andy Ratmanto, SH / Penulis dan youtuber)


# Bersedekahlah walaupun itu tak seberapa bisa jadi itu yang membawa kita masuk kedalam surga. 

(Sahabat muslimah)

Share:

Menakar Potensi Kader dan Gerak IMM di Era Society 5.0

 


Menakar Potensi Kader dan Gerak IMM di Era Society 5.0 

Oleh ; Abdul Afif Amrulloh, S.Psi. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan salah satu organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia. IMM sudah paten mengalami perjalanan sejarah universal yang cukup panjang. Umur 60 Tahun menjadi bukti bahwa IMM sudah survive dengan begitu banyak pelajaran sejarah yang selalu kenal akan makna dan kenyang mata air keteladanan. 

Namun, menjadi refleksi besar dengan begitu banyak kader yang telah dilahirkan (secara ideologi) dalam rahim ikatan ini yaitu bagaimanakah seharusnya kontekstualisasi peran IMM untuk mengoptimalkan ruang kosong (blank space) demi kemashlahatan ikatan, persyarikatan, umat, dan bangsa. 

Realita Bangsa dan Keumatan Kedepan Sedikit mengambil dari data Kominfo Tahun 2020, Indonesia pada tahun 2030-2040 akan mengalami Bonus Demografi. Bonus demografi yang dimaksud adalah masa di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Indonesia. 

IMM pula menjadi sekian persen yang menjadi katalisator untuk dampak kebermanfaatan besar jika mampu dimaksimalkan. Selain itu juga, era sekarang juga tengah mengalami transisi yakni dari Era Revolusi 4.0 menjadi Era Society 5.0. Era Society 5.0 adalah konsep yang muncul di Jepang dan telah menjadi topik penting dalam diskusi global tentang transformasi sosial dan ekonomi di era digital.

Konsep ini mengusung visi tentang bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mencapai kemajuan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. 

Namun disamping realita tersebut, memunculkan dampak yang cukup kuat mengenai karakteristik manusia. Era Society 5.0 merupakan fase baru dalam perkembangan peradababan manusia, di mana teknologi dan manusia tidak lagi saling terpisah, tetapi terintegrasi dalam menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan manusiawi. 

Menurut World Economic Forum, Society 5.0 adalah konsep yang memadukan dunia fisik dan digital untuk menyelesaikan tantangantantangan sosial dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan. Di tengah transformasi ini, organisasi kemahasiswaan seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memiliki tanggung jawab penting untuk menyiapkan kader yang mampu memanfaatkan teknologi modern guna mewujudkan keberdampakan bagi umat, sejalan dengan konsep rahmatan lil alamin. 

Mata Air Teladan IMM dan Trilogi Mata air, sebagai sumber kehidupan yang terus mengalir, merupakan simbol penting yang menggambarkan nilai-nilai kebermanfaatan dan kesinambungan. Dalam konteks gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah, konsep "mata air teladan" mencerminkan bagaimana gerakan ini menjadi sumber inspirasi dan solusi bagi perkembangan umat melalui pengembangan kader yang unggul dan selaras dengan nilai-nilai Islam di Era Society 5.0.

Di tengah tantangan masa depan yang semakin kompleks, IMM berperan penting dalam menyelaraskan gerakannya dan memberdayakan kadernya agar di masa depan berdampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan prinsip rahmatan lil

alamin. Pandangan Yuval Noah Harrari dalam buku “Homo Deus” (2020), menjelaskan perihal manusia di masa depan akan mengalami lonjakan percepatan zaman dimana teknologi mempengaruhi segala macam karakteristik manusia bahkan itu terdampak di IMM. IMM yang merupakan organisasi yang berisikan manusia perlu menanggapi dinamika karakteristik kader yang memang begitu berubah drastis, bahkan dalam SDM kader IMM. 

Kita mencoba merefleksikan awal surah Al-Baqarah : 143 :

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ

Artinya : “Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…. 

Sebagai kader IMM, kita perlu memahami bahwa politik adalah bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama. 

Di sinilah konsep ummatan wasathan atau umat yang moderat dari Al-Baqarah 143 harus kita implementasikan. Dalam berpolitik, kita dituntut untuk bersikap moderat—tidak ekstrem dan tidak pula apatis. 

Sikap insejalan dengan trilogi IMM: religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. 

1. Religiusitas: Mengutamakan akhlak dan nilai-nilai agama dalam setiap gerakan. Contoh dalam urusan politik, politik bukan tentang kekuasaan semata, melainkan cara untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran. 

2. Intelektualitas: Kader IMM harus kritis dan cerdas dalam memahami dinamika politik. Jangan terjebak dalam wacana populis yang sempit, tetapi carilah pemahaman yang komprehensif dan mendalam. 

3. Humanitas: Semua tindakan politik kita harus diarahkan pada kemaslahatan umat. Jangan sampai keterlibatan kita dalam politik hanya demi kepentingan pribadi atau golongan semata. Dengan mengintegrasikan trilogi ini, kita dapat menjaga arah gerak IMM yang selaras dengan nilai-nilai IMM dan Islam. 

Di tengah maraknya majemuknya pandangan yang memecah belah, sikap moderat adalah solusi untuk tetap berada di jalan tengah yang adil, sebagaimana diajarkan dalam Al-Baqarah 143. 

Selain itu juga, sikap moderat menjaga agar peran kebermanfaatan secara meluas itu on the track atau sesuai jalur. Langkah Solutif: Upgrade Potensi Kader yang Berkelanjutan Muhammadiyah dan IMM dalam setiap gerakan selalu meninjau dalam sudut pandang multiaspek yang memiliki outcome yaitu menjadikan gerakan dakwah yang Rahmatan lil’alaimin. 

Representasi dari pemaknaan rahmatan lil ‘alaimin yakni menjadi diksi “harmonisasi”. Era Society 5.0 membawa tantangan yang tak terelakkan bagi kader IMM, terutama terkait dengan transformasi digital dan otomatisasi berbagai sektor kehidupan. Untuk itu, pengembangan potensi kader menjadi hal yang sangat penting dalam memastikan keberlanjutan peran IMM sebagai mata air teladan yang memberikan kebermanfaatan bagi umat. 

1. Religiusitas yang Kuat sebagai Landasan Utama Di era yang semakin mengglobal dan sekuler, IMM tetap menempatkan religiusitas sebagai inti dari setiap gerakan. Penguatan nilai-nilai keislaman dalam diri kader adalah fondasi utama yang tidak boleh tergantikan, karena religiusitas yang kuat adalah landasan dalam menghadapi tantangan zaman dan mempertahankan integritas moral. Dalam era di mana teknologi dapat digunakan untuk berbagai hal yang melanggar etika, seperti penyalahgunaan data atau disinformasi, kader IMM harus mampu menjadi teladan moral dan agen perubahan yang berintegritas. 

Sebagaimana disampaikan oleh Al-Attas (1995), "Etika Islam mendasari penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan manusia, bukan untuk merusaknya." 

2. Penguasaan Teknologi sebagai Skill yang Paten Era Society 5.0 ditandai dengan meningkatnya peran kecerdasan buatan (AI), big data, dan teknologi digital dalam hampir setiap aspek kehidupan. Kader IMM perlu dibekali dengan keterampilan teknologi yang memadai, sehingga mampu menjadi aktor utama dalam perubahan sosial. Teknologi tidak hanya menjadi alat untuk mempermudah kehidupan, tetapi juga dapat digunakan sebagai sarana dakwah dan pengabdian kepada masyarakat. 

Dengan literasi digital yang kuat, kader IMM dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi inovatif yang membawa dampak positif bagi umat. 

3. Literasi Digital dan Penguasaan Teknologi Menurut laporan McKinsey (2020), sekitar 23 juta pekerjaan di Indonesia berisiko tergantikan oleh otomatisasi dalam 10 tahun mendatang . 

Untuk menghadapi disrupsi ini, kader IMM perlu dibekali dengan keterampilan digital yang relevan dengan era Society 5.0. Keterampilan seperti pemrograman, analisis data, dan pengembangan aplikasi menjadi krusial dalam membantu kader beradaptasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat yang semakin berteknologi. 

Namun, literasi digital di sini tidak hanya berarti penguasaan teknis, tetapi juga kemampuan memahami implikasi etis dari penggunaan teknologi, seperti isu privasi, keamanan siber, dan perlindungan data. Selain itu beberapa contoh misalnya, dengan memanfaatkan platform digital untuk pendidikan, kader IMM dapat menciptakan akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap pembelajaran daring, terutama di daerah terpencil. Menurut data UNESCO (2021), hampir 20% populasi dunia tidak memiliki akses ke pendidikan yang memadai. Dengan teknologi, kader IMM dapat membantu mengurangi kesenjangan ini, sekaligus mewujudkan misi rahmatan lil alamin dalam dunia pendidikan. 

4. Sosio-prenuer sebagai Pilar Kemandirian Ikatan IMM perlu mendorong kader-kadernya untuk memiliki jiwa kewirausahaan sosial. Era Society 5.0 memberikan peluang besar bagi pengembangan usaha yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. 

Kader IMM yang memiliki semangat entrepreneurship sosial akan mampu menciptakan kemandirian ikatan, sekaligus memberikan solusi bagi permasalahan sosial yang dihadapi umat dengan pemberdayaan yang berkelanjutan hingga menciptakan masyarakat/umat yang mandiri secara finansial. Misalnya, startup berbasis teknologi yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa binaan yang dimiliki IMM Y melalui inovasi agritech atau fintech syariah. 

Data dari Global Entrepreneurship Monitor (2021) menunjukkan bahwa lebih dari 60% wirausaha muda di Indonesia termotivasi oleh kebutuhan untuk menciptakan dampak sosial . Ini menunjukkan bahwa ada potensi besar yang bisa digali untuk menciptakan solusi berbasis kewirausahaan sosial. 

5. Kepemimpinan yang Kolaboratif dan Inovatif Era Society 5.0 menuntut kepemimpinan yang inklusif, di mana kolaborasi lintas disiplin ilmu dan sektor sangat diperlukan. Kepemimpinan berbasis kolaborasi tidak hanya akan meningkatkan efektivitas dalam menyelesaikan masalah, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dalam menciptakan dampak sosial yang lebih luas. 

Kader IMM harus dilatih untuk menjadi pemimpin yang mampu bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun komunitas internasional, untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan. Penutup Kader IMM sekarang memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Namun, potensi ini hanya bisa diwujudkan jika kita tetap setia pada nilai-nilai dasar organisasi dan agama. 

Pemaknaan sikap moderat dan rahmatan lil ‘alamin harus kita ubah melalui pemahaman yang digarisbawahi dalam Al-Baqarah 143, serta penerapan trilogi IMM dalam setiap aspek kehidupan. Harmonisasi Gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah merupakan solusi strategis dalam mewujudkan mata air teladan yang berdampak luas bagi umat. 

Dengan menyatukan potensi kader, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat, IMM Jawa Tengah harus berperan sebagai penggerak perubahan sosial yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Gerakan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual kader, tetapi juga pada aksi nyata yang menjawab kebutuhan kader & umat, seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan sosial. 

Melalui pendekatan kolaboratif, IMM Jawa Tengah menghadirkan solusi yang holistik dan relevan, sehingga mampu memberikan kebermanfaatan yang melintas batas suku, agama, dan golongan, sesuai dengan esensi Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

Referensi: Global Entrepreneurship Monitor, 2021, Entrepreneurship in Indonesia Report. McKinsey & Company, 2020, Automation and the Future of Work in Indonesia. Syed Muhammad Naquib al-Attas, 1995, Prolegomena to the Metaphysics of Islam. UNESCO, 2021, Global Education Monitoring Report. Harrari, 2020, Homo Deus. Jakarta: PT Pustaka Alvabet

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Mengenai MPKSDI Solo

Email: mpksdimuhammadiyahsolo@gmail.com

YouTube MPSDI

Cari Blog Ini