Rapat kerja (Raker) Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani
(MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo bertajuk penguatan
perkaderan tahun 2026 yang berkemajuan dan berkeadaban, Jumat (2/1/2026).
Raker digelar di Warteg Bolodewe, kawasan Manahan, Solo ini berlangsung
sejak pukul 14.50 sampai 20.20 WIB dan diikuti seluruh pengurus dan perwakilan cabang
MPKSDI se-Solo.
Raker diawali registrasi peserta dan pembukaan yang diisi pembacaan ayat
suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan
pimpinan MPKSDI.
“Pada pleno pertama, peserta akan mendapatkan arahan perkaderan
Muhammadiyah dari Supervisor MPKSDI Prof Sofyan Anif, mengenai strategi
penguatan pembinaan kader ke depan tahun 2026,” ujar Ketua MPKSDI PDM Kota Solo,
Dr Suyanto SAg MPdI.
Pleno kedua membahas evaluasi program 2025 dan penyusunan action plan
tahun 2026. Setelah jeda salat Magrib dan makan, pleno ketiga dilanjutkan
dengan penyampaian progress report ortom.
Agenda ditutup pleno keempat dengan penyelarasan dan pengesahan program
kerja MPKSDI 2026 sebelum penutupan resmi kegiatan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi, soliditas
organisasi, dan arah kebijakan perkaderan Muhammadiyah di Kota Surakarta pada
tahun mendatang.
“Perkaderan dalam Muhammadiyah telah dirumuskan kepada pilar-pilar
Perkaderan Muhammadiyah yang meliputi mulai dari keluarga, amal usaha
Muhammadiyah, pimpinan Muhammadiyah, dan organisasi otonom,” tambahnya.
Terkait tantangan perkaderan saat ini, Suyanto menyoroti pentingnya
kontekstualisasi strategi pembinaan untuk menjawab dinamika generasi muda.
Sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah.
“Kader biologis kader ideologis. Raker MPKSDI PDM Solo 2026 diharapkan
menjadi momentum memperkokoh sistem perkaderan berkemajuan yang memastikan
keberlanjutan proses kaderisasi di seluruh struktur organisasi. Acara ini
dibuka konsultan MPKSDI Ahmad Sukidi,” tuturnya.
Suyanto menegaskan bahwa ada empat perkaderan Muhammadiyah. Melalui perkaderan
keluarga. Perkaderan melalui sekolah atau institusi pendidikan Muhammadiyah. Perkaderan
melalui ortom. Dan perkaderan melalui Amal Usaha Muhammadiyah.
“Dalam keluarga misalnya, ada keluarga sejak Taman Kanak-kanak hingga
perguruan tinggi anaknya sekolah di Amal Usaha Pendidikan milik persyarikatan
Muhammadiyah,” pungkasnya.