• Pengukuhan

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam melaksanakan keputusan Muktamar ke-48 perlu mengangkat Anggota Pimpinan Majelis/Lembaga/Biro untuk menyelenggarakan program, kegiatan, amal usaha, dan membantu bidang-bidang tertentu yang bersifat pelaksanaan kebijakan untuk mencapai tujuannya.

  • Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru

    Agenda : 1. Serah Terima Pengurus MPK lama Kepada Pengurus MPK Baru 2. Menyusun Progam Kerja.

  • Sesuai lampiran SK PDM No 016/KEP/III.O/D/2023

    tentang pengesahan susunan dan pengangkatan anggota majelis, supervisor Prof Dr H Sofyan Anif MSi, Konsultan H Ahmad Sukidi MPd, Ketua Suyanto MPdI, Wakil Ketua 1 Drs H Sukendar MPd, Wakil Ketua 2 Pramuseto Rahman SPd, Sekretaris Abdul Afif Amrullah SPsi, Wakil Sekretaris Fajar Tri Winarno SSos, Bendahara Joko Kendro Maryanto SE, Wakil Bendahara Muhammad Halim Maimun SE MM.

  • K.H. Ahmad Dahlan

    Mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 Zulhijjah 1330 H, atau bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1912. Ahmad Dahlan bernama kecil Muhammad Darwisy lahir pada tahun 1868 di Kampung Kauman Yogyakarta dan meninggal dunia pada tanggal 25 Febuari 1923 dalam usia 55 tahun.

  • Pengembangan Kader

    Muhammadiyah (pada saat berdiri ditulis Moehammadijah) adalah nama gerakan Islam yang lahir di Kauman Yogyakarta tanggal 18 November 1912. Pada saat waktu berdirinya dan mengajukan pengesahan kepada pemerintah Hindia Belanda menggunakan tanggal dan tahun Miladiyah.

Beragama yang Benar Kunci Kemajuan Bangsa





















SOLO – Dengan beragama secara benar, praktik keberagamaan akan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan bersama, untuk kemajuan bangsa yang berkemajuan dan berkeadaban. 

Hal ini disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko, dalam khutbah Idul Fitri 1446 H yang digelar oleh Takmir Masjid An Ni’mah di halaman Wisma Batari Jl Slamet Riyadi No 183, Kemlayan Kecamatan Serengan Solo. 

Dalam shalat Idul Fitri yang digelar pada hari Senin (31/3/2025) tersebut, Dwi Jatmiko menyampaikan bahwa ada beberapa elemen yang harus dicapai jika ingin melahirkan generasi Indonesia Emas 2045.

“Untuk mewujudkan individu dan masyarakat yang berakhlak mulia, dan tidak menjadi sumber hadirnya masalah sosial, maka berilmu secara benar menjadi penopang utama terwujudnya pemahaman dan praktik keberagamaan yang benar,” kata Wakil Kepala SD Muhammadiyah bidang Humas itu.

Dia menjelaskan, agar praktik keberagamaan sesuai dengan yang digariskan oleh Allah Swt dan rasul-Nya, “Kita dianjurkan menuntut ilmu agama secara benar,” jelasnya, sambil tersenyum.

Beragama dalam spirit alhanafiyah assamhah (lurus dan lapang dada), sambungnya, adalah beragama yang lurus dan menebarkan kasih sayang dan toleran serta menghadirkan keselamatan, kebahagiaan, dan jalan hidup yang mencerahkan diri, keluarga dan kehidupan Bersama.

Dia membacakan Hadits: Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; ditanyakan kepada Rasulullah saw: “’Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda: ‘Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran)’.”

“Alquran surah alMaun mengajrakan umat Islam agar melaksanakan praktik beragama yang berkontribusi dalam menyelesaikan problematika kehidupan,” terangnya.

Ibadah ritual tidak ada artinya jika pelakunya tidak melakukan amal soleh. Surat Almaun bahkan menyebut secara jelas orang yang beragama dengan secara nyata mengabaikan anak yatim dan tidak berusaha mengentaskan Masyarakat pra Sejahtera dari kemiskinan sebagai pendusta agama.

“Maka kita bisa belajar bagaimana spirit Almaun tetap membara seperti KH Ahmad Dahlan dalam melakukan 3 pilar Gerakan utama yaitu dibidang pelayanan Pendidikan, pelayanan Kesehatan dan pelayanan sosial,” katanya.

Menutup khutbahnya, anggota korps Mubalig Muhammadiyah Surakarta menekankan agar kita beribadah tidak hanya menjadi rutinitas dan ritual belaka.

“Akan tetapi, dapat menjadi wahana pencerahan yang membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. 


Share:

Pererat Silaturahim dan buka bersama Prof Sofyan Anief

 

Assalamualaikum  menginformasikan ulang, insya allah nanti sore 

Hari :  Senin, 24  Maret 2025

Jam : 15.30 WIB

Acara : Silaturahim dan buka bersama 

Tempat : rumah Prof. Sofyan Anief

Monggo, bisa hadir njih.

Matursuwun 









Share:

Pengajian Ramadan PCM se-Solo Raya, Meneguhkan Ideopolitor dan Wasathiyah Muhammadiyah
















SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah pelaksana Pengajian Ramadan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Solo Raya. Pengajian ini berlangsung di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Minggu (23/3).

KH. Drs. Anwar Sholeh, M.Hum., selaku Ketua PDM Solo menyampaikan terima kasihnya kepada UMS atas yang telah mengakomodir segala fasilitas untuk kegiatan pengajian ini. 

“Terima kasih Pak Rektor dan seluruh jajaran UMS atas kesetiaannya. Pokoknya memang kalau di tempat UMS itu semuanya beres,” tuturnya. 

Anwar Sholeh menyampaikan bahwa pengajian pada hari ini ditujukan agar warga Muhammadiyah khususnya se-Solo Raya mendapatkan penguatan dan pengetahuan yang berkaitan dengan kemajuan Muhammadiyah. seperti ideologi, politik, dan organisasi (ideopolitor) Muhammadiyah. 

Mengakhiri pembicaraannya, dia juga berterima kasih kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah atas penyelenggaraan ideopolitor hari ini secara serentak di seluruh Jawa Tengah. 

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah Prof. Dr. Muhammad Abdul Fattah Santoso, M.Ag., dalam kesempatan tersebut memberikan sambutan sekaligus arahan. Dia menyampaikan bahwa kita harus bersyukur karena pada hari datang untuk melaksanakan salah satu tugas dari wahyu pertama dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW yaitu untuk membaca. Membaca tidak hanya membaca teks, tetapi membaca situasi, gejala, fenomena. 

Bulan Ramadan menjadi bulan mengecas ulang dari keberagamaan kita baik yang berupa ajaran Islam maupun penerapannya dalam kita bermuhammadiyah. Seperti pada kali ini yang mengangkat tema utama yaitu persoalan Washatiyah. Persoalan Wasathiyah secara praktik sudah dilakukan oleh Muhammadiyah sejak berdirinya organisasi. Seperti dengan penerimaan kearifan lokal di dalam bermuhammadiyah untuk menjadi bagian dari Wasathiyah atau tengahan. 

“Kalau kita lihat dari foto-foto pimpinan Muhammadiyah di masa lalu maka mereka masih bersarung, masih memakai jas. Di situ kita bisa melihat bagaimana Muhammadiyah awalnya dari segi perilaku yang diterapkan itu menunjukkan wasathiyah atau tengahannya,” jelasnya. 

Ia menambahkan, termasuk menghadapi modernitas dan menghadapi penjajahan Belanda. Namun praktik tersebut ternyata tidak pernah dirumuskan sehingga baru dirumuskan dalam Risalah Islam Berkemajuan yang merupakan keputusan dari Muktamar ke-48 di Solo. 

Tugas lain dari warga Muhammadiyah adalah menyiapkan diri untuk menjadi wasathiyah yang artinya juga unggul, yang diilhami dari QS Al-Imran ayat 110. Dia juga menyampaikan sikap yang harus dimiliki warga Muhammadiyah adalah sikap seimbang. 

“Sikap seimbang itu harus ada di dalam diri kita, yaitu seimbang antara kehidupan individual dan kehidupan masyarakat. Yang kedua, keseimbangan lahir dan batin, dan yang ketiga keseimbangan duniawi dan ukhrawi,” kata dia. 

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah mengatakan, dalam hal penerimaan eksternal, wasathiyah itu artinya menolak ekstrimisme yaitu tidak ekstrim kanan atau kiri. Selain itu, wasathiyah juga dimaknai untuk tidak ultra konservatisme, dan tidak ultra liberalisme. Artinya, tidak menjadi kelompok yang mempertahankan tradisi dengan sedemikian kuat sampai melupakan perubahan. Di sisi lain juga tidak ultra liberalisme, atau menjadi kelompok yang sangat liberal. 

Kemudian Fattah juga menyebutkan arti lain dari wasathiyah yang maknanya boleh untuk tidak toleran yaitu boleh untuk tidak toleran ke pihak luar. 

“Kapan kita boleh tidak toleran, satu yaitu ketika kita berhadapan dengan sekularisme politik,” kata dia. 

Selain itu, tidak boleh toleran kepada persifisme moral atau tidak peduli dengan dekadensi moral. (Maysali/Humas)

Share:

Sarasehan Kader dan Buka Bersama Ketua MPKSDI Dr Suyanto

 









Share:

I'tikaf Mandiri di Masjid Balai Muhammadiyah Keprabon Surakarta

 










Share:

Jadwal Buka Puasa Ramadhan 1446 H /2025 Wilayah Surakarta dan Sekitarnya

 

Selamat menjalankan rangkaian ibadah puasa, semoga senantiasa sehat dan mampu menyelesaikan ibadah puasa hingga akhir. Selama Ramadhan 1446 H / 2025, banyak umat Islam yang tidak hanya mencari tahu mengeni jadwal imsak, tetapi juga mencari tahu mengenai jadwal berbuka puasa untuk dapat mengatur persiapan berbuka secara tepat waktu. Selain itu, adanya jadwal ini juga bisa dijadikan panduan dalam melaksanakan ibadah selama Ramadhan agar ibadah di bulan yang penuh berkah ini dijalankan secara optimal.


Share:

Mendidik anak dengan Ridlo Alloh Swt

 





















Mendidik anak dengan Ridlo Alloh Swt

Oleh : Andy Ratmanto, SH / Anggota Korps Mubaligh Muda Muhammadiyah PDM Surakarta

Assalamu alaikum warahmatullaahi wa barakatuh

Innal hamba lillaah nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa na’uudzu billahi min suruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudhlilhu falaa haadiya lah. Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadlirat Alloh Swt atas nikmat Islam, nikmat iman, nikmat sehat dan juga nikmat taqwa yang diberikan oleh Alloh Swt kepada kita semua. Salam serta shalawat kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw. 

Mendidik anak dengan Ridlo Alloh Swt adalah tanggung jawab besar yang harus dilakukan dengan niat ikhlas, penuh kesabaran, dan kasih sayang. 

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan :

1. Menanamkan akidah yang kuat

Ajarkan anak tentang tauhid, bahwa Alloh Swt adalah satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Kenalkan mereka kepada sifat-sifat Alloh Swt melalui Al Quran dan Hadits.

2. Menjadi teladan yang baik

Anak belajar dari contoh orang tua. Tunjukkan akhlak mulia seperti kejujuran, kesabaran dan kesederhanaan. Selalu mengingat Alloh Swt dalam aktivitas sehari-hari.

3. Mengajarkan ibadah sejak dini

Bimbing anak untuk melaksanakan sholat, berdoa, dan membaca Al Quran. Jadikan ibadah sebagai bagian dari rutinitas keluarga.

4. Memberikan pendidikan akhlak

Ajarkan nilai-nilai seperti menghormati orang tua, menyayangi sesama, dan bersikap rendah hati. Tekankan pentingnya menjauhi sifat-sifat buruk seperti iri, sombong, dan malas.

5. Menggunakan pendekatan yang lembut

Hindari mendidik dengan kekerasan, karena hal itu dapat menjauhkan anak dari nilai-nilai Islam. Berikan nasihat dengan penuh kasih sayang sesuai tuntunan Rasulullah Saw.

6. Mengajarkan pentingnya ilmu

Dorong anak untuk menuntut ilmu dunia dan akhirat, karena ilmu adalah kunci keberhasilan di dunia dan di akhirat. Perkenalkan mereka kepada kisah-kisah inspiratif dari para nabi, sahabat dan ulama.

7. Mendoakan anak

Selalu berdoa kepada Alloh Swt agar anak diberikan hati yang lembut, akhlak mulia, dan keberkahan dalam hidupnya. Amalkan doa yang di ajarkan Nabi Saw untuk anak-anak seperti : Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama. (Qs Al Furqan ayat 74)

8. Menjaga lingkungan yang baik

Pilih lingkungan pergaulan yang mendukung tumbuh kembang anak dalam ketaatan kepada Alloh Swt. Hindarkan anak dari pengaruh buruk media atau teman yang bisa merusak akhlaknya.

9. Mendidik dengan hikmah

Sesuaikan metode pendidikan dengan usia dan kemampuan anak. Berikan apresiasi atas kebaikan yang dilakukan anak agar mereka termotivasi untuk terus melakukan hal yang baik.

10. Tawakal kepada Alloh Swt

Setelah segala upaya dilakukan, serahkan hasilnya kepada Alloh Swt. Yakinlah bahwa Alloh Swt akan memberi yang terbaik untuk anak. 

Mendidik anak dengan Ridlo Alloh Swt adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesungguhan. Dengan doa dan usaha yang sungguh-sungguh, in shaa Alloh anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sholeh/sholehah dan bermanfaat bagi umat.


Mendidik anak dengan Ridlo Alloh Swt memerlukan kesabaran, kasih sayang dan kebijaksanaan. 


Berikut beberapa prinsip dasar  dan tips mendidik anak :

Prinsip dasar

1. Mengenal dan memahami ajaran Islam

2. Menjadi teladan yang baik

3. Membangun hubungan yang harmonis

4. Mengajarkan nilai-nilai moral dan akhlak

5. Mendorong kebiasaan beribadah.

Tips mendidik 

1. Berikan kasih sayang dan perhatian

2. Ajarkan Al Quran dan hadits

3. Jadikan doa sebagai kebiasaan

4. Tanamkan rasa syukur dan sabar

5. Dorong anak untuk bertanya dan mencari ilmu

6. Berikan kesempatan untuk beribadah dan beramal

7. Hindari kekerasan dan kata-kata kasar

8. Berika reward dan pujian atas prestasi

9. Jadilah pendengar yang baik

10. Berdoa bersama anak.

Nilai-nilai Islam yang penting :

1. Iman dan takwa

2. Ilmu dan pengetahuan

3. Akhlak dan moral

4. Empati dan kesabaran

5. Kemandirian dan tanggung jawab

6. Kehormatan dan kesopanan

7. Persaudaraan dan kebersamaan.

Dukungan

1. Keluarga dan komunitas

2. Guru dan ustad

3. Konselor dan psikolog

4. Grup parenting Islam.

Dengan menerapkan prinsip dan tips di atas, kita dapat membantu anak kita tumbuh menjadi pribadi yang saleh, cerdas dan berakhlak baik. 

Semoga Alloh Swt memberkahi usaha kita semuanya. 

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Share:

Foto Buka Puasa Bersama Ketua MPKSDI PDM Kota Surakarta Dr Suyanto SAg MPdI

 














Acara yang berlangsung di Rumah Makan Selera Jawa Sunda, Banyuanyar, Solo, ini dihadiri oleh ratusan kader dari berbagai organisasi otonom (ortom), termasuk Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Kwarda Hizbul Wathan, Pimda Tapak Suci, serta Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPKSDI) Pimpinan Daerah dan Cabang.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua MPKSDI PDM Kota Surakarta, Dr Suyanto SAg MPdI. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi serta penguatan semangat dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar.



























Share:

Potret Buka Puasa Bersama Ketua MPKSDI PDM Kota Surakarta Dr Suyanto SAg MPdI

 





Share:

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Sampaikan Tiga Pesan untuk AMM
















Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., memberikan tausiyah dalam acara Pengajian dan Buka Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Surakarta pada Jumat (7/3/2025). Acara yang digelar di Rumah Makan Selera Jawa Sunda, Banyuanyar, Solo, ini dihadiri ratusan kader muda Muhammadiyah dari berbagai organisasi otonom (ortom).

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPKSDI PDM) Kota Surakarta, Dr. Suyanto, S.Ag., M.Pd.I., membuka acara dengan menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan penyemangat dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

"Alhamdulillah, teman-teman dari Pemuda Muhammadiyah, IMM, IPM, Nasyiatul Aisyiyah, Hizbul Wathan, Tapak Suci, dan MPKSDI Aisyiyah, baik dari cabang maupun daerah, hadir semua. Ini menunjukkan soliditas dan komitmen kita dalam ber-Muhammadiyah," ujarnya.

Dr. Suyanto juga menekankan sebagai kader Muhammadiyah, kita harus semangat dalam berkhidmat di Muhammadiyah. Hal itu karena, Muhammadiyah bagian dari beribadah dalam berislam.

Tiga Pesan Prof. Dr. Sofyan Anif  untuk AMM

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Sofyan Anif yang juga supervisor MPKSDI PDM Kota Surakarta menyampaikan tiga pesan penting bagi AMM.

Pertama, Menguatkan Identitas sebagai Kader Muhammadiyah.

Prof. Sofyan Anif menekankan bahwa AMM harus semakin giat menunjukkan identitasnya sebagai kader Muhammadiyah dengan memperkuat jati diri melalui pemahaman yang mendalam terhadap ideologi Muhammadiyah. 

"Dengan memahami ideologi Muhammadiyah secara holistik, kita memiliki dasar yang kuat untuk bergerak memperkuat dan mengembangkan persyarikatan. Masa depan Muhammadiyah ada di tangan AMM," jelasnya.

Kedua, Terus Menuntut Ilmu dan Mengembangkan Diri

Sebagai kader muda, AMM harus terus memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya dengan melanjutkan studi.

"Kami telah menyediakan beasiswa bagi kader Muhammadiyah, baik untuk jenjang S1, S2, maupun S3 di UMS. Ini adalah kesempatan emas karena Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang berbasis keilmuan," paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam Muhammadiyah, terdapat tiga pilar utama: iman, ilmu, dan amal. Kita harus memiliki keimanan yang kuat dengan akidah yang lurus, harus berilmu sepanjang masa, tidak boleh puas dengan apa yang dimiliki saat ini, dan harus terus mengembangkannya untuk mengantisipasi perkembangan zaman serta iptek yang begitu dahsyat dan sangat cepat. 

"Keimanan harus kokoh, ilmu harus terus berkembang, dan amal harus diwujudkan dalam aksi nyata. Jika kita tidak mengimbangi perkembangan zaman dengan ilmu, kita akan tertinggal. Rasulullah bersabda, ‘Tholabul ilmi minal mahdi ilal lahdi’ – tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahad," tambahnya.

Ketiga, Mengabdi untuk Agama, Muhammadiyah, dan Bangsa

Pesan terakhir, Prof. Sofyan Anif mengingatkan bahwa segala aktivitas AMM harus diniatkan sebagai pengabdian kepada agama, Muhammadiyah, bangsa, dan negara. "Jadikan pengabdian ini sebagai bagian dari hidup kita. Jika Muhammadiyah maju, maka bangsa ini juga akan maju. Tetap semangat!" pesannya.

Acara ini dihadiri oleh ratusan kader dari berbagai ortom, termasuk Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta, Pimpinan Cabang IMM, Pimpinan Daerah IPM, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Kwarda Hizbul Wathan, Pimda Tapak Suci, serta MPKSDI Pimpinan Daerah dan Cabang.




Share:

Hadiri Buka Puasa Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah dan MPK PCM Kota Surakarta

 





















Hadiri Buka Puasa Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah dan MPK PCM Kota Surakarta

Assalamu'alaikum wr.wb.  Mohon maaf, izin menginfokan Bahwa ada perubahan tempat untuk kegiatan Pengajian & Bukber AMM Kota Surakarta. Kegiatan akan diselenggarakan pada :

Hari : Jum'at, 07 Maret 2025

Pukul : 16.00 WIB -Selesai

Tempat : Rumah Makan Selera Jawa Sunda (https://maps.app.goo.gl/3qgyrcP2R4xAFrR6A)


Terimakasih.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Share:

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H pada 1 Maret Idulfitri pada 31 Maret 2025

 



















Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini dilakukan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang selama ini menjadi pedoman dalam menentukan awal bulan Hijriah bagi Muhammadiyah. Dengan adanya keputusan ini, warga Muhammadiyah dapat mempersiapkan diri lebih awal dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Muhammadiyah juga telah menentukan bahwa Idul Fitri 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Keputusan ini juga berdasarkan perhitungan hisab hakiki wujudul hilal, sehingga dapat dipastikan lebih awal dibandingkan dengan keputusan pemerintah yang menunggu hasil sidang isbat.

Kepastian informasi waktu-waktu penting umat Islam ini disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti pada (12/2) melalui Konferensi Pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Cik Ditiro, No. 23, Kota Yogyakarta.

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Agung Danarto, serta Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti.



Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Mengenai MPKSDI Solo

Email: mpksdimuhammadiyahsolo@gmail.com

YouTube MPSDI

Cari Blog Ini